Simak! Alasan Medis Mengapa Bayi Baru Lahir Tak Boleh Tidur Tengkurap

Waspada risiko di balik bayi tidur tengkurap

30 Desember 2018

Simak Alasan Medis Mengapa Bayi Baru Lahir Tak Boleh Tidur Tengkurap
Freepik

Beberapa bayi mungkin merasa nyaman apabila tidur tengkurap. Hal ini harus diwaspadai karena menimbulkan berbagai risiko.

Apa saja risikonya? Simak ulasannya ya, Ma!

1. Tidur tengkurap meningkatkan risiko bayi meninggal

1. Tidur tengkurap meningkatkan risiko bayi meninggal
Pixabay/tung256

Sebaiknya hindari bayi tidur tengkurap sampai bayi Mama bisa berguling dan tengkurap sendiri.

Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), posisi tidur ini berkaitan dengan sudden infant death syndrome (SIDS). SIDS merupakan kematian bayi yang tidak diketahui penyebabnya setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemeriksaan tempat kejadian, autopsi, dan riwayat penyakit.

Selain SIDS, penyebab kematian bayi yang berkaitan dengan tidur misalnya kejadian terbekap, terperangkap, infeksi, penyakit metabolik, gangguan irama jantung, dan trauma.

Apabila dijaga, bolehkan bayi tidur tengkurap? Tidak. Sebaiknya Mama menempatkan bayi pada posisi telentang saat atau menjelang tidur, meskipun Mama sempat menjaganya! Ingat, kehilangan oksigen beberapa detik saja bisa sangat fatal untuk bayi!

Hindari juga meletakkan bayi tengkurap di dada atau di perut saat Mama berbaring. Jika Mama bermaksud untuk menyusui maka letakkan bayi telentang di tempat tidur dan Mama berbaring di sampingnya dengan posisi siap menyusui.

2. Ubah posisi bayi yang hobi tengkurap

2. Ubah posisi bayi hobi tengkurap
Pexels/pixabay.com

Latih bayi untuk tidur telentang. Beberapa bayi mungkin suka dengan posisi tengkurap.

Jika Mama melihatnya tidur dalam posisi itu, segera ubah posisinya. Di awal bayi merasa tidak nyaman dan rewel tetapi lama kelamaan akan menjadi terbiasa.

Editors' Picks

3. Apa risikonya jika bayi tidur tengkurap?

3. Apa risiko jika bayi tidur tengkurap
Pixabay/fkyj

Bayi yang tidur tengkurap menghadapi risiko ini jika dibiarkan:

  • Asupan oksigen terbatas

Ketika bayi tidur tengkurap, posisi wajahnya dekat dengan kasur sehingga menyebabkan sirkulasi udara menjadi buruk. Oksigen yang dihirupnya terbatas, yang dihirup hanya karbondioksida yang dihembusnya. Ini bisa mengurangi jumlah oksigen yang mencapai paru-paru bayi, dan sel-sel tubuh.

  • Pernapasan terganggu

ASI yang belum dicerna biasanya akan berkurang dengan sendawa. Ketika bayi tidur tengkurap, makanan yang belum sempurna dicerna ini akan naik ke esofagus dan turun ke saluran pernapasan. Hal ini menyebabkan bayi kesulitan bernapas bahkan mati lemas.  

  • Panas berlebih

Tubuh bayi baru lahir peka terhadap perubahan suhu. Jika dibandingkan dengan orang dewasa, bayi dapat menghasilkan dan kehilangan panas tubuh sebanyak 4 kali lebih banyak.

Posisi tidur tengkurap dapat mengganggu pembuangan panas tubuh sehingga menyebabkan peningkatan suhu tubuhnya. Panas berlebih pada bayi dapat menyebabkan demam atau dehidrasi.

  • Sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak

Selaras dengan IDAI, National Institute of Health juga mengemukakan bahwa tidur tengkurap merupakan salah satu faktor penyebab SIDS.

4. Bayi lebih besar boleh tidur tengkurap

4. Bayi lebih besar boleh tidur tengkurap
freepik/yanalya

Mama boleh membiarkan bayi tidur tengkurap ketika bayi Mama sudah bisa tengkurap dan berguling sendiri. Jika bayi sudah mampu melakukan itu sendiri, biasanya kemampuan motorik kasarnya sudah lebih kompleks.

Mereka sudah bisa menahan atau mengatur posisi perutnya jika merasa tidak nyaman. Biasanya ini terjadi saat bayi berumur 6 bulan. Namun jika bayi Mama belum bisa tengkurap dan berguling sendiri, jangan dibiarkan tidur tengkurap ya, Ma.

5. Tips aman menidurkan bayi

5. Tips aman menidurkan bayi
Pixabay/ErikaWittlieb

Posisi tidur yang aman dapat mencegah terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Rekomendasi tidur bayi oleh American Academy of Pediatrics:

  • Bayi diposisikan telentang setiap kali tidur sampai usia 1 tahun. Posisi telentang mengurangi risiko bayi Mama tersedak saat tidur.
  • Singkirkan benda lembut seperti boneka atau mainan lainnya. Biarkan tempat tidurnya bersih dari mainan.
  • Dot dapat digunakan saat menidurkan bayi. Jangan pasang rantai atau tali pada dot ya, Ma.
  • Pastikan suhu kamar bayi tidak terlalu panas. Bayi sebaiknya menggunakan pakaian yang tidak terlalu tebal. Jika bayi tampak berkeringat, gelisah, serta panas saat disentuh, maka pakaian perlu diganti atau suhu ruangan perlu diturunkan. Ruangan panas dapat meningkatkan risiko terjadinya SIDS pada bayi.
  • Jangan gunakan alas tidur yang empuk atau lembut. Disarankan untuk menggunakan kasur padat yang dibungkus oleh seprai dengan ukuran pas.

Tidur merupakan hal yang penting dalam pertumbuhan bayi. Karena itu Mama harus memastikan bayi Mama mendapatkan tidur yang berkualitas.

Semoga bermanfaat ya, Ma!

Baca juga: