Cara Menghilangkan Biang Keringat pada Bayi

Biang keringat terjadi karena kelenjar keringat bayi belum sempurna, Ma

12 April 2024

Cara Menghilangkan Biang Keringat Bayi
Freeoik/krakenimages.com

Biang keringat bisa terasa gatal dan tidak nyaman bagi bayi. Ini juga dapat membuat bayi menjadi sangat rewel.

Meskipun orang-orang dari segala usia bisa terkena biang keringat, bayi sangat rentan mengalami biang keringat, Ma. Kok bisa? Ini disebabkan karena kelenjar keringat bayi belum sempurna dibandingkan anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa.

Untungnya dalam banyak kasus, biang keringat tidak memerlukan perawatan medis dan akan hilang dengan sendirinya, dengan sedikit bantuan dari Mama. Lalu bagaimana cara menghilangkan biang keringat pada bayi?

Penjelasannya sudah Popmama.com rangkum pada ulasan berikut ini, Ma.

Cara Menghilangkan Biang Keringat pada Bayi

Cara Menghilangkan Biang Keringat Bayi
Freepik/rawpixel

Seorang bayi dengan biang keringat perlu bersantai – secara harfiah. Meskipun biang keringat tidak memerlukan pengobatan khusus, Mama dapat membantu menghilangkan biang keringat pada bayi dengan strategi berikut:

  • Gunakan sabun lembut dan air hangat saat mandi untuk membantu menenangkan kulit bayi. Keringkan dengan lembut.
  • Jaga agar kulit yang terkena tetap kering. Jika cuaca sangat panas, gunakan kipas angin untuk membantu menghilangkan keringat.
  • Hindari penggunaan bedak, minyak, dan losion karena hanya akan memperburuk ruam karena semakin menyumbat pori-pori.
  • Berikan bayi istirahat dari pakaian di atas matras atau biarkan dia berjalan-jalan tanpa busana atau merangkak di sekitar rumah.
  • Jika si Kecil merasa sangat gatal, tanyakan kepada dokter anak apakah Mama boleh mengoleskan krim anti gatal yang mengandung kalamin atau hidrokortison 1 persen selama beberapa hari hingga gejalanya teratasi.

Editors' Pick

Apa Penyebab Biang Keringat pada Bayi?

Apa Penyebab Biang Keringat Bayi
Freepik/freepic.diller

Dikenal juga sebagai miliaria, biang keringat pada bayi terjadi ketika keringat berlebihan menyumbat kelenjar keringat. Hal ini membuat keringat terperangkap di bawah kulit dan menimbulkan benjolan merah atau lepuh.

Biang keringat paling sering terjadi pada musim panas, saat cuaca panas dan lembap. Pakaian yang ketat atau terlalu hangat dapat memperburuk keadaan.

Gejala Biang Keringat pada Bayi

Gejala Biang Keringat Bayi
freepik/freepik

Berikut gejala biang keringat pada bayi:

  • Muncul sebagai kumpulan benjolan kecil berwarna merah yang sering kali lembap, mirip dengan jerawat.
  • Cenderung muncul di area wajah dan lipatan kulit leher, lengan, kaki, dada bagian atas, dan area popok.
  • Terasa gatal dan menusuk. Meskipun bayi tidak dapat mengatakan bahwa biang keringat mengganggunya, kemungkinan besar akan menyadari jika bertingkah sangat rewel dan gelisah. Terkadang bayi yang memiliki biang keringat juga lebih sulit tidur daripada biasanya.

Bagaimana Cara Mencegah Biang Keringat pada Bayi?

Bagaimana Cara Mencegah Biang Keringat Bayi
freepik/cookiestudio

Berikut beberapa tip untuk mencegah biang keringat pada bayi:

  • Hindari pakaian tebal dan terlalu lama berada di dalam gendongan, karena kombinasi panas tubuh dan ventilasi yang buruk dapat membuat bayi kepanasan.
  • Hindari menghabiskan banyak waktu di luar saat cuaca panas.
  • Pilihlah pakaian yang longgar dan ringan, terutama saat cuaca hangat.
  • Jangan pernah meninggalkan bayi di dalam mobil sendirian saat udara panas (yang sangat penting untuk alasan yang lebih serius daripada pencegahan biang keringat). Dan gunakan AC saat Mama mengemudi pada hari-hari yang terik bersama bayi.
  • Tinggallah di tempat ber-AC bila memungkinkan. Jika Mama berada di dalam ruangan tanpa AC, coba gunakan kipas angin untuk menjaga sirkulasi udara. Dan jika Mama berada di luar ruangan, pilihlah untuk menghabiskan sebagian besar waktu di tempat yang teduh bersama bayi.
  • Jaga agar area tidur bayi tetap sejuk dan berventilasi baik, yang juga mengurangi risiko SIDS.

Jika biang keringat pada bayi berlangsung selama tiga hari atau lebih atau tampak semakin parah, hubungi dokter anak. Waspadai juga adanya pustula dan pembengkakan, yang mungkin merupakan gejala infeksi jamur atau bakteri akibat garukan bayi dan memerlukan kunjungan ke dokter untuk mendapatkan obat resep.

Satu hal lagi yang perlu diingat: Demam dapat memicu biang keringat tetapi tidak pernah disebabkan oleh demam. Jadi jika bayi demam, Mama tetap perlu mencari tahu alasannya dan menghubungi dokter anak.

Meski sering dialami oleh bayi, biang keringat membuat bayi merasa tidak nyaman. Mengetahui cara menghilangkan biang keringat pada bayi dapat membantu menambah kenyamanan pada bayi, Ma.

Apakah Mama punya tips khusus untuk mengatasi biang keringat?

Baca juga:

The Latest