Kapan Bayi Baru Lahir Boleh Dibawa ke Luar Rumah? Pastikan Tepat Waktu

Sebelum membawa bayi bepergian untuk pertama kalinya, simak ini dulu, Ma!

8 Maret 2021

Kapan Bayi Baru Lahir Boleh Dibawa ke Luar Rumah Pastikan Tepat Waktu
Unsplash/Steven Abraham

Membawa bayi kecil yang lucu bepergian untuk pertama kalinya bisa jadi menyenangkan dan menakutkan pada saat yang sama.

Ada begitu banyak hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Mama mungkin memiliki banyak pertanyaan seperti kapan waktu yang tepat untuk melakukannya, bagaimana melakukannya, dan ke mana Mama harus membawanya?

Untuk orangtua baru, pertanyaan “Kapan waktu yang aman untuk membawa bayi ke luar rumah?” adalah salah satu yang mendesak.

Sebelum membawa bayi bepergian, simak ulasan Popmama.com berikut ini mengenai kapan waktu yang tepat untuk membawa si Kecil jalan-jalan.

Kapan Waktu yang Tepat?

Kapan Waktu Tepat
Freepik/yanadjana

Membawa bayi yang baru lahir untuk ke luar rumah memiliki banyak pertimbangan. Terutama karena sistem kekebalan tubuh si Kecil belum sempurna, sehingga meningkatkan risiko bayi sakit jika terkena virus, kuman, debu, atau polusi.

Kecuali jika untuk tujuan vaksinasi atau pemeriksaan dokter, kapan waktu yang tepat untuk membawa bayi ke tempat umum?

Tidak ada aturan mengenai umur yang tepat bagi bayi baru lahir untuk diajak ke luar rumah. Namun, beberapa dokter menyarankan untuk menunggu bayi berusia beberapa bulan, yakni sekitar dua hingga tiga bulan. Di usia tersebut, sistem kekebalan tubuhnya sudah cukup kuat, Ma.

Untuk bayi prematur, sebaiknya Mama mendiskusikannya dengan dokter mengenai kapan Mama boleh membawa si Kecil bepergian.

Editors' Picks

Manfaat Membawa Bayi Baru Lahir ke Luar Rumah

Manfaat Membawa Bayi Baru Lahir ke Luar Rumah
Freepik

Membawa bayi ke luar rumah tidak selalu berbahaya, mereka juga bisa mendapatkan manfaatnya. Beberapa manfaat tersebut antara lain:

1. Mendapat Vitamin D

Salah satu hal penting yang didapat bayi dengan pergi ke luar adalah vitamin D, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kekebalan tubuhnya. Namun, batasi paparan sinar matahari langsung pada bayi. Seharusnya tidak lebih dari 15 menit.

2. Mendukung perkembangan fisik

Sejak bayi lahir hingga usia dua tahun, mereka berada dalam tahap sensorimotor. Tahapan tersebut ditandai dengan pertumbuhan, perkembangan, dan pembelajaran yang ditekankan oleh pengalaman sensorimotorik yang dimiliki bayi. Jadi, membawa bayi ke luar dapat meningkatkan perkembangan fisik mereka saat mereka berinteraksi dengan dunia luar.

3. Meletakkan dasar untuk belajar

Sama seperti ke luar rumah membantu perkembangan fisik bayi yang baru lahir, hal itu juga meletakkan dasar untuk belajar. Semakin banyak bayi berinteraksi dengan lingkungan, semakin banyak jumlah sinapsis yang terbentuk di otak mereka, memungkinkan mereka untuk belajar dan mengembangkan keterampilan menangkap mental mereka.

4. Meningkatkan respons sensorik dalam tahap sensorimotornya

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tahapan sensorimotor bayi menetapkan dasar untuk tahapan selanjutnya. Memaparkan bayi yang baru lahir ke berbagai rangsangan setiap hari dapat membantu mendorong lebih banyak respons sensorimotorik dari mereka. Pengalaman sensorimotor ini juga membantu mengembangkan keterampilan bahasa pada bayi baru lahir.

5. Menciptakan pola tidur yang sehat

Cahaya alami memainkan peran penting dalam pola tidur dan itu berlaku bahkan untuk bayi yang baru lahir. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of Liverpool, memberi bayi sinar matahari di luar ruangan pada siang hari dapat memastikan mereka tidur nyenyak di malam hari.

6. Membantu meningkatkan kekebalan dan menangkal penyakit

Bayi yang baru lahir tidak memiliki sistem kekebalan yang tumbuh sempurna. Namun, mengekspos mereka ke luar ruangan dapat membantu meningkatkan kekebalan mereka dan memungkinkan tubuh mereka untuk menangkal penyakit.

Apa Risikonya?

Apa Risikonya
Unsplash/Tommaso Pecchioli

Jika bayi sehat, tidak ada risiko membawanya ke tempat umum. Namun, Mama harus menghindari membawa bayi di tempat-tempat ramai karena meningkatkan risiko bersentuhan dengan seseorang yang sakit.

Ini juga dapat meningkatkan kecemasan mereka karena mereka tidak terbiasa dengan orang banyak dan dapat membuat Mama sulit untuk mengatur bayi.

Tips Membawa Bayi Baru Lahir ke Luar Rumah

Tips Membawa Bayi Baru Lahir ke Luar Rumah
Freepik/freepic.diller

Sebelum membawa si Kecil bepergian, simak tips berikut ini:

  • Gunakan pakaian yang tepat sesuai dengan cuaca.
  • Mulai dari hal kecil seperti pergi ke taman.
  • Bawa perlengkapan yang dibutuhkan.
  • Hindari tempat yang terlalu ramai.
  • Pastikan si Kecil sudah mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
  • Hindari kontak dengan orang sakit.

Ketika kembali ke rumah setelah bepergian, Mama harus terlebih dahulu mencuci tangan mama membersihkan si Kecil. Untuk memastikan si Kecil bebas dari kuman, Mama bisa memandikannya atau sekadar membersihkannya dengan lap hangat.

Jika Mama memiliki bayi baru lahir dan ingin membawanya ke luar rumah, lakukan dengan aman hanya jika Mama dan bayi sudah siap.

Tidak ada waktu khusus untuk membawa bayi ke luar rumah. Namun, penting untuk membuat perjalanan luar ruangan singkat pada awalnya dan meningkatkan durasinya secara bertahap.

Dengan tindakan yang tepat dan pencegahan ekstra, aktivitas pertama bayi di luar rumah bisa jadi menyenangkan, Ma!

Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.