Berbahayakah jika Bayi Baru Lahir Tampak Berhenti Napas Saat Tidur?

Sedang asyik memandang Si Bayi tidur, tiba-tiba terlihat ia berhenti bernapas. Wah, bikin panik!

28 Desember 2019

Berbahayakah jika Bayi Baru Lahir Tampak Berhenti Napas Saat Tidur
Pixabay/Smpratt90

Sikap tidur yang wajar pada bayi baru lahir ditandai oleh banyaknya suara, seperti desahan, batuk, bahkan suara yang terdengar seperti siulan.

Pada saat terbangun, kecepatan napas pada bayi baru lahir umumnya adalah empat puluh kali napas setiap menit. Saat terlelap, jumlah napasnya menurun hingga menjadi setengahnya, atau dua puluh kali napas per menit.

Hal yang biasanya membuat khawatir para Mama adalah pola napasnya yang tak beraturan saat ia tidur. Bisa jadi, kadang-kadang si Kecil bernapas pendek dan cepat selama 15 hinggal 20 detik. Kadang juga napasnya dalam dan lambat. Kadang pula tiba-tiba napasnya berhenti, biasanya dengan waktu kurang dari sepuluh detik.

Walaupun tampak mengerikan, namun Mama jangan khawatir. Hal ini terjadi karena pusat kendali napas di otaknya yang belum benar-benar matang. Selain itu, ia harus menyesuaikan diri dalam lingkungan amat berbeda. Sebelumnya bayi berada di dalam air ketuban, dan kini ia dikelilingi oleh udara.

Editors' Picks

Perhatikan Jenis Gangguan Napas Berbahaya

Perhatikan Jenis Gangguan Napas Berbahaya
Pixabay/Esudroff

Sesuai makalah yang ditulis dr Iskandar Japardi dari Fakultas Kedokteran Bagian Bedah Universitas Sumatra Utara, setelah lahir, si Kecil memiliki waktu tidur 16 hingga 20 jam sehari. Setengah waktu ini ia lewati dalam tidur REM (Rapid Eye Movement) atau tidur dengan gerakan bola mata yang cepat. Saat inilah bayi bernapas dengan tak teratur, serta otot-ototnya bergerak seperti tak nyenyak.

Walaupun tak perlu khawatir, namun, cek tanda berhenti napas yang mengisyaratkan bahaya: 

  • Jika napasnya mencapai lebih dari enam puluh kali per menit,
  • mukanya tampak kebiruan khususnya di sekitar mulut dan hidung,
  • seperti mengalami kesulitan seperti berusaha keras untuk menarik napas,
  • batuk parah,
  • bernapas gelagapan seperti tersedak.

Jika tanda-tanda itu muncul, Mama harus sesegera mungkin membawanya ke dokter ya.

Baca juga:

6 Kebiasaan Tidur Bayi yang Bisa Mengganggu Kesehatannya

Perhatikan Bahaya Saat Tidur

Perhatikan Bahaya Saat Tidur
Pixabay/ErikaWittlieb

Untuk menghindari hal-hal yang membahayakan tidur bayi, letakkan si Kecil dengan postur tidur pada umumnya. Jangan menengkurapkan bayi di perut Mama dan membiarkannya tidur, dan jangan biarkan ia tidur di kamar terpisah setidaknya hingga usianya enam bulan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.