6 Kebiasaan Tidur Bayi yang Berpotensi Mengganggu Kesehatannya

Bayi kadang berhenti bernapas, mengorok, dan banyak berkeringat saat tidur

14 Oktober 2018

6 Kebiasaan Tidur Bayi Berpotensi Mengganggu Kesehatannya
wallpaperscraft.com

Memasuki usia 6 bulan, bayi mama sudah lebih teratur waktu tidurnya. Namun ia akan memiliki juga kebiasaan tidur yang terlihat aneh.

Mau tahu keanehan tidur bayi? Cek satu per satu di sini.

Ini untuk mengantisipasi juga masalah yang akan mungkin dihadapi bayi dengan keanehan pola tidurnya itu. 

1. Berhenti napas

1. Berhenti napas
www.sg.theasianparent.com

Bayi baru lahir sampai usia sekitar 6 bulan akan sering berhenti napas beberapa saat kala tidur. Menurut artikel di babycenter, hal ini tidak berbahaya asalkan bayi tidak lebih dari 20 detik berhenti bernapas. Henti napas itu terjadi karena sistem otak bayi belum sempurna mengatur refleks pernapasan.

Perlu waspada jika:

Meski berhenti napas sesaat adalah wajar, namun jika hal-hal di bawah ini terjadi, Mama perlu waspada.

  • Jika bayi mama berhenti bernapas lebih dari 20 detik atau ia berhenti bernapas terlalu sering.
  • Jika berhenti bernapas dan tidak bisa dibangunkan meski sudah diganggu tidurnya.
  • Jika dahi, kuku, perut, lidah, dan bibirnya menjadi kebiruan. Ini tanda tubuh bayi tidak mendapatkan cukup oksigen.

Jika kegawat daruratan ini terjadi, segera hubungi dokter. Lakukan CPR pada bayi hingga tiba di bantuan medis datang.

2. Mendengkur

2. Mendengkur
Freepik/Javy_indy

Kadang-kadang bayi memang mendengkur saat tidur. Suara lembut dengkurnya bisa terjadi jika ia mengalami pilek atau hidungnya tersumbat. Masalah pilek ini mungkin terjadi karena flu atau alergi pada saluran pernapasan. Jika ini yang terjadi, gunakan pelembap udara di dalam kamar agar dahak dan ingusnya tidak menghambat jalur napas.

Mama perlu waspada jika:

Bayi selalu mendengkur. Dengkuran yang konsisten bisa menandakan masalah berat. Mama sebaiknya segera membawa bayi ke dokter anak. Dokter akan memeriksa si Bayi dan jika perlu, merujuknya ke dokter ahli THT (telinga, hidung, tenggorok).

3. Menggerutkan gigi

3. Menggerutkan gigi
www.vedicus.com

Jika bayi sudah punya gigi, ia mungkin menggerutkan giginya saat tidur. Bayi menggerutkan gigi bisa karena ia merasa tidak nyaman dengan gigi barunya, gusinya terasa sakit, atau ia mengalami infeksi telinga. Menggerutkan gigi bisa juga terjadi karena hidung si Kecil tersumbat.

Mulai waspada jika:

Menggerutkan gigi menjadi kebiasaan saat si Kecil tidur. Menggerut akan merusak enamel gigi sehingga menjadi rapuh dan rusak. Yang terutama lagi, jika penyebab menggerut tidak tertangani, mungkin saja ia akan mengalami masalah tidur yang lebih parah.

Editors' Picks

4. Menggoyangkan badan

4. Menggoyangkan badan
static.pexel.com
Bayi lebih suka menoleh ke kanan saat tidur.

Bayi butuh kenyamanan saat mulai mengantuk. Biasanya mereka akan menggoyangkan badannya deirama buaian jika ia digendong Mama. Ini bukanlah hal yang berbahaya jika dilakukan tidak keterlaluan. Mungkin saja si Bayi membutuhkan kenyamanan lebih saat ia sakit atau terlalu lelah. Fenomena menggoyangkan tubuh biasanya terjadi saat bayi menginjak usia 9 bulan.

Yang perlu Mama lakukan:

Jika bayi tidur di ranjangnya sendiri, jauhkan dari tembok agar saat ia menggoyangkan tubuh, tidak terbentur ke dinding. Amankan juga jeruji ranjang dengan bantalan pelapis yang bisa mengurangi cedera benturan.

5. Menghentakan kepala

5. Menghentakan kepala
Wikimedia.commons.org
Otak dan sambungan syaraf bayi berkembang pesat di usia muda.

Mirip dengan menggoyangkan badan, menghentakan kepala bisa berarti bayi membutuhkan kenyamanan saat tidur. Menggoyang dan menghentakan kepala bisa juga terjadi karena bayi merasa tidak nyaman di daerah sekitar kepalanya, misalnya karena hidungnya tersumbat atau karena infeksi telinga. Jika Si Kecil berkebutuhan khusus atau mengalami keterlambatan perkembangan, menggoyangkan kepala bisa menandakan masalah serius.

Ini yang perlu dilakukan:

Mama harus mengamankan bayi dari cedera parah. Jika ia tidur di ranjangnya sendiri, amankan tepian ranjang agar tidak membuat cedera parah pada kepala bayi. Pastikan ranjang terkunci agar bayi tidak terguling jatuh.

6. Berkeringat berlebihan

6. Berkeringat berlebihan
Pixabay/marvelmozhko

Berkeringat saat tidur adalah hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah jika bayi mama berkeringat berlebihan, misalnya sampai bajunya terasa lembap oleh keringat. Berkeringat berlebihan saat tidur bisa menandakan gangguan jantung, infeksi, atau gangguan tidur henti napas.

Mama harus melakukan ini, jika:

Jika bayi berkeringat berlebihan, pertama-tama, cek suhu kamar. Mungkin saja kamar terlalu hangat atau panas. Atur suhu ruangan dengan pengatur suhu. Kamar yang nyaman tidak boleh juga terlalu dingin sebab akan mengganggu tidur bayi. Pastikan juga bayi memakai baju yang tepat sehingga ia tidak kepanasan atau kedinginan saat tidur. Jika suhu kamar telah nyaman dan bajunya sudah tepat tetapi bayi tetap berkeringat banyak, segera bawa ia ke dokter.

Tetap waspada ya Ma!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!