Stop! 5 Kesalahan yang Mama Lakukan Ketika Menidurkan si Kecil

Jangan-jangan, selama ini Mama tidak sadar telah melakukan kesalahan pada si Kecil

7 April 2020

Stop 5 Kesalahan Mama Lakukan Ketika Menidurkan si Kecil
Freepik/freepik

Tidur adalah satu hal paling penting bagi pertumbuhan si Kecil. Menurut penelitian Profesor Amanda Sacker bersama University College London, jam tidur anak yang konsisten, merefleksikan kehidupan sehari-harinya yang teratur.

Hal itu menunjukkan kebiasaan dan sikap sosial yang lebih baik di masa depan. Sebab itu, Mama harus memastikan si Kecil mendapat jam tidur yang cukup.

Tapi apa yang terjadi? Jadwal tidur si Kecil berantakan? Coba cek lagi, jangan-jangan yang Mama lakukan berpengaruh pada jadwal tidurnya. Supaya Mama tahu, Popmama.com telah merangkum 5 kesalahan yang dilakukan ketika menidurkan si Kecil sebagai berikut.

1. Aturan Mama dan Papa tidak sejalan

1. Aturan Mama Papa tidak sejalan
Freepik/prostooleh

Aturan Mama dan Papa untuk jadwal tidur si Kecil, sebaiknya diselaraskan. Contoh aturannya, seperti jam berapa si Kecil tidur atau dibangunkan serta bagaimana cara menidurkannya (apakah digendong, dibacakan dongeng, atau lainnya).

Hal tersebut harus disepakati dan dilaksanakan secara konsisten oleh Mama dan Papa. Jangan sampai berbeda ketika penerapan, itu hanya akan membuat si Kecil bingung.

2. Mengabaikan isyarat tidur si Kecil

2. Mengabaikan isyarat tidur si Kecil
Freepik/freepik

Mama perlu mengetahui tanda-tanda si Kecil sudah mengantuk. Misalnya, mengucek mata, menguap, rewel, dan tidak ingin bermain lagi.

Jika terlalu lama dibiarkan terjaga, hormon melatonin yang menenangkan si Kecil akan tergantikan oleh hormon kortisol yang berhubungan dengan stres. Hormon tersebut merangsang secara berlebihan dan membuatnya aktif kembali.

Editors' Picks

3. Melewatkan rutinitas tidur

3. Melewatkan rutinitas tidur
Freepik/freepik

Sebelum si Kecil tidur, ada rutinitas relaksasi yang sebaiknya Mama lakukan. Contohnya, mandikan air hangat, membacakan dongeng, dan meredupkan lampu. Rutinitas tersebut membantu si Kecil mendapat ketenangan yang membuatnya mengantuk dan tertidur.

Jika Mama melewatkannya, dapat memakan waktu lebih untuk menidurkan si Kecil yang bisa mengacaukan jam tidurnya.

4. Menggendongnya saat si Kecil terbangun di malam hari

4. Menggendong saat si Kecil terbangun malam hari
Freepik/freepik

Si Kecil mungkin suka terbangun setelah lewat tengah malam. Waktu di mana Mama sedang sangat mengantuk. Oleh karena itu, berbagai cara Mama lakukan agar si Kecil kembali tidur, seperti menggendong, menyusui, mengayun-ayun, atau mengusap-usap punggungnya.

Apa yang Mama lakukan tidak buruk. Hanya saja setiap si Kecil bangun jadi terbiasa meminta digendong, diayun, dan lain sebagainya. Si Kecil tidak belajar bagaimana tidur kembali sendiri ketika bangun tengah malam.

5. Menyerah terlalu cepat

5. Menyerah terlalu cepat
Freepik/freepik

Tidak ada kata terlambat untuk mengubah jam tidur si Kecil yang berantakan. Mama hanya perlu terus bersabar karena mengubah kebiasaan tidak bisa secepat kilat. Butuh waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Kim West, penulis The Good Lady's Good Night, Sleep Tight, berpendapat bahwa orang tua membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu untuk mendapatkan perubahan signifikan dari proses perbaikan jam tidur si Kecil.

Tak jarang, Mama yang lelah dengan keadaan menganggap jadwal tidur si Kecil akan normal dengan sendirinya. Itu tidak dibenarkan karena si Kecil membutuhkan peran Mama untuk dapat mengembalikan jadwal tidurnya.

Nah, supaya si Kecil jam tidurnya normal kembali, tolong diperbaiki kesalahannya ya, Ma.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.