Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Benarkah Campak Bisa "Menghapus" Imun Anak? Ini Faktanya Menurut Dokter
CDC/Commons.wikimedia.org
  • Campak dapat menyebabkan fenomena immune amnesia, yaitu kondisi ketika virus menghancurkan sel memori imun anak sehingga tubuh kehilangan perlindungan terhadap penyakit yang pernah dikenali sebelumnya.
  • Setelah sembuh dari campak, anak rentan terkena infeksi sekunder seperti pneumonia, otitis media, dan diare parah karena sistem imunnya melemah sementara waktu.
  • Efek pelemahan imun akibat campak bisa berlangsung hingga 2–3 tahun, sehingga vaksinasi MR/MMR menjadi langkah penting untuk menjaga daya tahan tubuh anak tetap kuat dan terlindungi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada anak yang kena campak, badannya demam dan keluar bintik merah. Dokter Kartika bilang virus campak bisa bikin tubuh anak lupa cara lawan penyakit. Jadi imun anak jadi lemah lagi seperti bayi baru lahir. Anak bisa gampang sakit lain seperti batuk atau diare. Supaya tidak sakit, anak perlu vaksin campak biar kuat lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Penyakit campak seringkali dianggap sebagai infeksi ruam biasa yang akan sembuh dengan sendirinya. Namun, tahukah Mama? Ternyata ada bahaya tersembunyi yang jauh lebih serius di balik bintik merah tersebut. 

Dikutip dari akun Instagram dr. Kartika Eda Clearesta, Sp.A, @dr.kartikaeda.sp.a, menyebut jika campak memiliki kemampuan unik untuk "menghapus" memori sistem kekebalan tubuh si Kecil yang sudah terbentuk sebelumnya. Fenomena medis ini dikenal dengan istilah Immune amnesia.

Agar kita lebih waspada, Popmama.com sudah rangkum fakta penting mengenai campak bisa "menghapus" imun anak.

1. Mengenal fenomena Immune Amnesia

CDC/Public Health Image Library (PHIL)

Apa benar imun tubuh bayi bisa terpengaruh karena campak? Rupanya hal itu bukan sekadar mitos belaka. Ternyata infeksi campak terbukti secara ilmiah dapat membuat sistem imun anak "lupa" terhadap penyakit yang sebelumnya sudah pernah ia kenali. 

Saat virus campak menyerang, ia tidak hanya menyebabkan demam dan ruam, tetapi juga menyerang sel-sel penting seperti Memory B Cells, Memory T Cells, dan sel dendritik yang berfungsi sebagai penyimpan memori penyakit.

“Ketika sel-sel memori ini rusak atau hancur oleh virus campak, otomatis memori imun yang telah dibangun tubuh, baik melalui infeksi alami sebelumnya maupun melalui vaksinasi lain, bisa ikut menghilang. Akibatnya, sistem imun si Kecil kembali seperti bayi baru lahir yang belum mengenal banyak penyakit, sehingga ia harus membangun perlindungannya dari nol lagi,” tulis dr. Katika di Instagramnya, pada 29 Maret 2026.

2. Ada risiko infeksi sekunder yang membahayakan

Popmama.com/Putri Syifa N/AI

Orangtua tentu akan lega saat si Kecil sembuh dari campak. Melihat ruamnya menghilang, perasaan lega itu datang. Padahal di saat itulah kondisi si Kecil sedang sangat rentan! Di sini s si Kecil bisa kemungkinan mengalami immune amnesia.

Kondisi itu saat tubuh anak menjadi terbuka terhadap serangan infeksi virus dan bakteri lain yang seharusnya bisa dilawan dengan mudah jika sistem imunnya normal.

dr. Kartika mengatakan, ada beberapa komplikasi infeksi sekunder yang sering muncul pasca-campak meliputi pneumonia (radang paru), infeksi telinga tengah (otitis media), hingga diare parah.

Orangtua perlu waspada karena pada banyak kasus, justru infeksi sekunder inilah yang memicu komplikasi berat bahkan risiko kematian pada anak karena daya tahan tubuhnya yang sedang "lumpuh".

3. Dampaknya bisa berlangsung hingga bertahun-tahun

Efek pelemahan imun karena campak disebut dr. Kartika bisa panjang. Sebuah studi menunjukkan bahwa sekitar 20-70% memori antibodi bisa hilang setelah terinfeksi campak, dan proses pemulihannya memakan waktu yang cukup lama.

Kondisi rentan ini bisa berlangsung selama beberapa bulan, bahkan bisa bertahan hingga 2 sampai 3 tahun. Selama masa pemulihan tersebut, si Kecil akan lebih sering jatuh sakit dibandingkan anak-anak lainnya. 

Inilah alasan mengapa mencegah campak jauh lebih baik daripada mengobatinya.

4. Pentingnya vaksinasi MR/MMR sebagai perlindungan utama

Pexels/Tima Miroshnichenko

Melihat risikonya yang begitu besar, vaksinasi adalah satu-satunya benteng pertahanan terbaik untuk mencegah campak dan efek Immune amnesia. Vaksin campak (MR atau MMR) tidak hanya mencegah anak dari ruam dan demam, tetapi juga menjaga agar memori sistem imunnya tetap utuh dan terlindungi dari penyakit lain.

Vaksin MR/MMR diketahui mampu memberikan proteksi hingga 97% melawan infeksi campak dan komplikasinya. Dengan memastikan si Kecil mendapatkan imunisasi lengkap, Mama telah memberikan perlindungan jangka panjang agar sistem imunnya tetap cerdas dan kuat dalam melawan berbagai macam kuman di masa depan.

Itulah tadi informasi mengenai fakta campak bisa "menghapus" imun anak dari keterangan dokter. Semoga membantu!

Editorial Team