Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Fakta Penting Tentang Campak yang Wajib Diketahui Orangtua

7 Fakta Penting Tentang Campak yang Wajib Diketahui Orangtua
Cdc.gov/phil/Heinz F. Eichenwald, MD/ID#: 24423
Intinya Sih
  • Kasus campak di Indonesia meningkat tajam pada 2025–awal 2026 dengan ribuan kasus terkonfirmasi dan puluhan kematian, menempatkan Indonesia sebagai negara kedua tertinggi di dunia menurut data WHO.
  • Campak sangat menular melalui udara, ditandai gejala awal seperti demam tinggi, batuk pilek berat, mata merah, serta ruam yang muncul saat kondisi anak sedang parah.
  • Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius jangka pendek dan panjang seperti pneumonia hingga kerusakan otak SSPE; pencegahan efektif dilakukan lewat vaksinasi lengkap dan pemberian vitamin A.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di tahun 2025 dan awal tahun 2026, kasus penularan campak meningkat di Indonesia.

Berdasarkan data Kemenkes, sepanjang tahun 2025 terdapat 63.769 kasus suspek campak dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian. Memasuki tahun 2026 hingga minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian, serta terjadi 21 KLB suspek campak yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Ironisnya, secara global, Indonesia menempati urutan kedua kasus campak tertinggi di dunia dengan 10.744 kasus, di bawah Yaman dan di atas India. Fakta ini dikutip dari data WHO yang dirilis Centers for Disease Control and Prevention (CDC) per Februari 2026.

Apa itu campak, bagaimana penularan, dan penanganannya? Popmama.com sudah merangkum 7 fakta penting tentang campak yang wajib diketahui oleh orangtua. Semoga bisa menambah wawasan, Ma.

1. Campak sangat menular

Unsplash/National Institute of Allergy and Infectious Diseases
Unsplash/National Institute of Allergy and Infectious Diseases

Dikutip dari unggahan dr. Lucky Yogasatria Natasukma, Sp.A di laman Instagramnya dr.lucky.sp.a, campak itu sangat menular, Ma. Angka penularan atau RO, bisa mencapai 12 hingga 18. Artinya, ini adalah virus yang menular paling tinggi di dunia. Satu anak bisa menulari sekitar 12 hingga 18 anak di sekitarnya.

Virus penyakit campak menyebar lewat udara dan bisa bertahan di dalam ruangan hingga beberapa jam. Jadi, penularannya tidak hanya melalui kontak langsung dengan penderita campak, ya, Ma.

2. Gejala awal campak bukan ruam, tapi flu berat

Pexels
Pexels

Menurut dr. Lucky, gejala awal campak awalnya batuk dan pilek berat. Karena itu, hal ini sering membuat orangtua terkecoh.

Gejala awal campak yang umum dialami antara lain:

  • Hari pertama hingga ketiga si Kecil mengalami demam yang tinggi, disertai gejala lain seperti batuk pilek, mata merah, dan berair.
  • Ruam muncul setelah hari ketiga. Bersamaan dengan munculnya ruam, bayi masih mengalami demam tinggi.

Dua hal di atas merupakan tanda khas penyakit campak menurut dr. Lucky.

3. Bedakan antara campak dengan demam ruam yang lain

Pexels
Pexels

Demam lain juga memiliki gejala munculnya ruam seperti roseola. Namun bagaimana membedakannya? Sangat penting bagi orangtua untuk mampu membedakannya.

Kalau roseola, si Kecil akan mengalami demam selama 3 hingga 4 hari. Begitu demamnya turun, ruamnya baru muncul. Saat itu, si Kecil tampak lebih segar setelah ruamnya keluar.

Sedangkan campak, ruam muncul saat demam anak sedang tinggi-tingginya, Ma. Di saat yang sama, batuk pilek pun sedang dalam tahap paling parah dan mata merah. Saat ini, si Kecil semakin lemas dan tampak semakin parah sakitnya.

Jadi, jika ruam bayi muncul saat kondisinya semakin drop atau parah, ini bukan roseola, Ma.

4. Ada komplikasi jangka pendek karena efek dari penyakit campak

Pexels
Pexels

Campak bisa menimbulkan komplikasi, Ma. Dan dr. Lucky menegaskan jika ada komplikasi jangka pendek dari penyakit campak.

Menurut penelitian, campak bisa meningkatkan risiko pneumonia, radang telinga sampai infeksi di otak. Pneumonia ini adalah penyebab kematian yang paling sering terjadi pada campak.

Jadi, jangan dianggap sepele, ya, Ma.

5. Ada risiko jangka panjang yang disebabkan oleh campak

Pexels
Pexels

Risiko jangka panjang yang disebabkan oleh campak adalah SSPE (Subacute Sclerosing Panencephalitis). Ini adalah kerusakan otak yang bersifat progresif, bisa muncul bertahun-tahun setelah campak.

Bayi yang terkena campak lebih berisiko mengalami SSPE ini, mungkin muncul setelah 5 atau 10 tahun setelah sakit campak. Gejalanya mulai dari sakit kepala kejang hingga penurunan kesadaran.

6. Campak bisa membuat daya tahan tubuh menjadi reset

Pexels/Kaboompics.com
Pexels/Kaboompics.com

Secara imunologi ada yang disebut imun amnesia.

Campak bisa menghapus bagian memori imun tubuh terhadap infeksi sebelumnya. Akibatnya anak jadi lebih rentan terkena infeksi lain selama berbulan-bulan setelah sembuh. Jadi bukan hanya sakit saat itu saja.

7. Kenapa vitamin A dan vaksin itu penting untuk mencegah penularan campak?

Pexels/cottonbro studio
Pexels/cottonbro studio

WHO merekomendasikan vitamin A dosis tinggi pada anak dengan campak karena terbukti menurunkan komplikasi dan kematian. Sedangkan vaksin efektivitasnya 93 persen setelah dosis pertama dan 97 persen setelah dosis kedua.

Untuk menghentikan penularan, maka cakupan imunisasi harus 95 persen. Jadi, hanya 5 persen yang tidak vaksin karena virusnya sangat agresif dan cepat menyebar.

Itu tadi berbagai fakta penting tentang campak yang wajib diketahui oleh orangtua. Karena campak memiliki banyak risiko, pastikan bayi mendapatkan vaksin campak tepat waktu, ya, Ma.

Apakah si Kecil sudah mendapatkan vaksin campak?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More