Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Putih Telur pada MPASI Bisa Menyebabkan Bayi Alergi?
Freepik/freepik
  • Bayi boleh mengonsumsi putih dan kuning telur saat MPASI, tanpa kewajiban hanya makan kuning telur, selama telur dimasak hingga benar-benar matang.

  • Setelah bayi makan telur, orang tua perlu memantau gatal-gatal, ruam kemerahan, muntah, atau diare; hentikan sementara pemberian bila muncul gejala alergi.

  • Putih telur menyediakan protein, energi, dan kolin untuk pertumbuhan, imun, serta saraf; kuning telur mengandung lemak, vitamin, kolin, dan omega-3 yang mendukung tumbuh kembang bayi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Telur menjadi salah satu bahan makanan yang cukup sering diberikan kepada bayi ketika memasuki fase Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Selain mudah ditemukan, telur juga mengandung berbagai nutrisi penting yang dapat mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Namun, masih ada anggapan bahwa putih telur sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena dapat memicu alergi. Lantas, benarkah putih telur pada MPASI bisa menyebabkan bayi alergi?

Simak penjelasannya telah Popmama.com siapkan.  

1. Bayi boleh mengonsumsi putih dan kuning telur asalkan dimasak hingga matang

Pexels/Klaus Nielsen

Faktanya, telur dapat diberikan kepada bayi, baik bagian putih maupun kuningnya. Tidak ada keharusan untuk hanya memberikan kuning telur ketika bayi mulai mendapatkan MPASI. Yang terpenting, telur yang diberikan kepada bayi sudah dimasak hingga benar-benar matang. 

“Sebenarnya, telur bisa diberikan baik kuning maupun putihnya, asalkan dimasak hingga matang,” jelas Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K) dalam bukunya berjudul Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, anak, dan Remaja (2026).    

2. Perhatikan reaksi bayi setelah mengonsumsi telur

Magnific/cookie_studio

Meski telur dapat diberikan kepada bayi, Mama tetap perlu memperhatikan reaksi yang muncul setelah si Kecil mengonsumsinya. Pasalnya, setiap bayi dapat memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap makanan tertentu, termasuk telur.

Jika setelah makan telur muncul tanda-tanda yang mengarah pada reaksi alergi, Mama dapat menghentikan pemberian telur untuk sementara dan memperhatikan kondisi si Kecil. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain gatal-gatal, ruam kemerahan, muntah, hingga diare.

“Hal terpenting perhatikan reaksi bayi setelah mengonsumsi telur. Jika muncul gejala alergi, seperti gatal-gatal, ruam kemerahan, muntah, atau diare, hentikan pemberian telur untuk sementara,” lanjutnya. 

3. Manfaat putih telur untuk bayi

Unsplash/Peter Schad

Putih telur mengandung protein dan sejumlah nutrisi yang dapat memberikan manfaat bagi bayi selama masa tumbuh kembang. Jika diberikan dalam kondisi matang dan menjadi bagian dari pola makan yang beragam, putih telur dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil.

Berikut beberapa manfaat putih telur untuk bayi yang perlu Mama ketahui:

  • Mendukung pertumbuhan otot: Kandungan protein tinggi pada putih telur membantu membentuk sekaligus memperbaiki sel dan jaringan tubuh bayi yang sedang aktif mengalami pertumbuhan.

  • Memperkuat daya tahan tubuh: Protein dan zat yang terkandung di dalam putih telur berperan dalam membantu tubuh memproduksi antibodi. Ini diperlukan untuk melawan infeksi.

  • Menjadi sumber energi: Sebagai salah satu makronutrien, protein dapat membantu mencukupi kebutuhan energi harian bayi selama menjalani masa tumbuh kembang.

  • Mendukung fungsi otak: Putih telur mengandung kolin dan sejumlah nutrisi esensial yang baik untuk mendukung perkembangan sistem saraf bayi.

4. Manfaat kuning telur untuk bayi

Pexels/Ray Suarez

Selain putih telur, bagian kuning telur juga memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tumbuh kembang si Kecil. Kuning telur mengandung lemak, protein, vitamin, serta berbagai zat gizi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi selama masa MPASI.

Berikut beberapa manfaat kuning telur untuk bayi yang perlu Mama ketahui:

  • Mendukung perkembangan otak: Kandungan kolin dan omega-3 di dalam kuning telur dapat membantu mendukung fungsi kognitif, daya ingat, serta kecerdasan anak.

  • Membantu menambah berat badan: Kandungan lemak sehat dan protein hewani yang padat energi dapat membantu mendukung pertumbuhan fisik serta massa otot bayi agar berlangsung secara optimal.

  • Mencegah risiko stunting: Pemberian protein hewani, termasuk telur, secara rutin selama masa MPASI terbukti dapat membantu mendukung pertumbuhan anak dan menekan risiko stunting.

  • Menjaga kesehatan tulang: Kuning telur merupakan salah satu sumber alami vitamin D yang membantu tubuh bayi menyerap kalsium secara maksimal, sehingga dapat mendukung kesehatan tulangnya.

  • Meningkatkan daya tahan tubuh: Beragam nutrisi yang terdapat di dalam kuning telur dapat membantu memperkuat sistem imun tubuh bayi. Hal ini membantu si Kecil tidak mudah sakit.

Itu dia informasi mengenai benarkah putih telur pada MPASI bisa menyebabkan bayi alergi. Semoga bisa menjadi ilmu baru bagi para orangtua, ya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article