Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Bolehkah Bayi Makan Cumi? Hati-Hati dengan Reaksi Alergi
Pixabay/TWNN
  • Bayi boleh makan cumi setelah siap MPASI, biasanya mulai usia 6 bulan dengan penyesuaian tekstur dan cara penyajian sesuai tahap perkembangan makannya.

  • Cumi mengandung protein tinggi, omega-3, zat besi, zinc, dan mineral penting lain yang mendukung pertumbuhan otak, tulang, serta daya tahan tubuh bayi.

  • Pemberian cumi perlu hati-hati karena risiko alergi dan tersedak. Pastikan cumi dimasak matang dan dipotong kecil agar si Kecil mudah mengonsumsinya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat si Kecil mulai memasuki fase MPASI, Mama tentu ingin mengenalkan berbagai jenis makanan untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Tak hanya sayur dan buah, orangtua juga akan mempertimbangkan pemberian sumber protein hewani lain, termasuk makanan laut, seperti cumi-cumi.

Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering terdengar, seperti bolehkah bayi makan cumi? Mengingat teksturnya yang kenyal serta potensi alergi dari seafood, Mama tentu perlu lebih berhati-hati sebelum menyajikannya kepada si Kecil.

Namun, Mama tidak perlu khawatir karena Popmama.com telah merangkum penjelasan terkait pertanyaan tersebut. Yuk, Ma, simak penjelasan lebih lengkapnya pada artikel berikut ini.

Bolehkah Bayi Makan Cumi?

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Bayi boleh mengonsumsi cumi hanya jika ia telah siap konsumsi makanan padat lainnya. Umumnya kesiapan ini dimulai saat bayi memasuki usia 6 bulan ke atas. Namun, Mama juga perlu menyesuaikan tekstur dan cara penyajian cumi sesuai usia si Kecil.

Apabila bayi masih berusia 6 bulan, Mama dapat memberikan potongan mantel cumi yang telah dimasak, baik dalam ukuran besar maupun tipis agar ia mudah menggenggamnya. Mama juga dapat mencampurkan cumi dengan makanan lain agar lebih mudah dimakan.

Jika bayi telah berusia 9 bulan ke atas, Mama dapat memotong cumi beserta mantelnya dalam seukuran sekali gigit. Tekstur ini membantu si Kecil untuk belajar menggigit, mengunyah, atau memuntahkan apabila potongannya terlalu besar.

Manfaat Cumi bagi Bayi

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Sama seperti seafood lainnya, cumi juga kaya akan berbagai nutrisi penting, salah satunya adalah asam lemak omega-3 yang berperan dalam mendukung perkembangan otak dan mata yang sehat bagi bayi.

Cumi juga mengandung sumber protein tinggi dalam membantu pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh bayi. Kandungan zat besi, zinc, serta selenium di dalamnya juga beperan dalam memperkuat daya tahan tubuh sehingga si Kecil tidak mudah sakit.

Selain itu, cumi juga mengandung fosfor, kalsium, serta magnesium untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat.

Risiko Memberikan Cumi pada Bayi

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Mama perlu mengetahui terlebih dahulu bahwa cumi memicu alergi. Oleh karena itu, Mama dapat memberi cumi kepada si Kecil dalam jumlah sangat sedikit terlebih dahulu untuk melihat adakah reaksi alergi pada dirinya sebelum menyajikannya dalam porsi lebih besar.

Mama juga perlu mendampingi si Kecil saat mengonsumsi cumi karena teksturnya bisa mengeras setelah dimasak dan berisiko memicu bayi tersedak. Selain itu, jika tidak dimasak dengan tepat, tekstur cumi terasa kenyal dan sulit dikunyah oleh si Kecil.

Tanda Bayi Memiliki Alergi Makanan Laut

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Cumi menjadi salah satu makanan laut yang rentan berisiko memicu reaksi alergi. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk mengenali tanda-tanda alergi terlebih dahulu sebelum memberikan cumi sebagai MPASI kepada si Kecil.

Jika si Kecil mengalami ruam, bengkak, muntah, diare, napas berbunyi, batuk, atau bersin setelah mengonsumsi seafood, mungkin si Kecil mengalami alergi terhadap seafood. Sebaiknya Mama menghentikan pemberian seafood dan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Mama dapat segera membawa si Kecil ke IGD apabila telah muncul gejala yang lebih serius, seperti sulit bernapas, pembengkakan parah pada bagian lidah atau bibir, hingga tubuh tampak sangat lemas setelah mengonsumsi seafood.

Tips Aman Memberikan Cumi pada Bayi

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Saat memberikan cumi kepada bayi, Mama dapat memotongnya menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dikunyah dan ditelan oleh si Kecil. Pastikan juga Mama telah memasak cumi hingga matang sempurna.

Mama dapat memilih cumi-cumi yang masih segar, bahkan beku, untuk menjaga kualitas serta keamanannya. Hindari memilih cumi dalam kemasan kaleng karena sering kali dilapisi senyawa kimia Bisphenol A (BPA) dalam kaleng yang dapat mengganggu fungsi tubuh bayi.

Itu penjelasan tentang bayi makan cumi. Pastikan untuk memberi cumi dengan tekstur sesuai dengan usianya, serta perhatikan kebersihan sekaligus kematangan cumi tersebut sebelum dikonsumsi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Mama.

Editorial Team