Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Menghadapi Gejala saat Anak Tumbuh Gigi, Apa Saja?
Magnific/freepic.diller
  • Bayi umumnya mulai tumbuh gigi sekitar usia 6 bulan dan dapat rewel, tetapi proses ini sebenarnya tidak menyebabkan demam meski suhu tubuh bisa sedikit meningkat.

  • Kenyamanan anak dapat dibantu dengan ASI atau cairan cukup, pijatan gusi memakai jari bersih, teether aman yang didinginkan, serta makanan dingin sesuai usia.

  • Paracetamol dapat diberikan sesuai usia dan dosis bila anak kesakitan; konsultasikan obat lain ke dokter dan periksakan anak bila sulit makan-minum, diare, atau muncul gejala lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Umumnya, bayi mulai tumbuh gigi sekitar usia 6 bulan, sementara sebagian lainnya baru tumbuh gigi beberapa bulan kemudian. Proses tumbuh gigi pada anak sebenarnya tidak mengakibatkan gejala demam. Namun, banyak orang tua yang mengaitkan tumbuh gigi dengan adanya gejala demam karena adanya sedikit peningkatan suhu pada masa tumbuh gigi.

Anak-anak biasanya rewel selama fase tumbuh gigi. Lantas, bagaimana cara menghadapi gejala saat anak tumbuh gigi? Sebagai orang tua, yuk lakukan beberapa upaya di bawah ini agar anak merasa jauh lebih nyaman.

1. Berikan lebih banyak ASI

Pexels/Jonathan Borba

Salah satu cara menghadapi anak tumbuh gigi bisa dengan memberikan ASI. Saat anak sedang rewel atau tidak nyaman tumbuh gigi, pastikan kebutuhan cairannya tetap terpenuhi. Berikan ASI lebih sering dari biasanya untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membuat anak lebih nyaman.

Jika anak sulit menyusu langsung karena gusi terasa tidak nyaman, ASI dapat diberikan menggunakan cangkir atau sendok. Berikan sesuai kebutuhan anak agar ia tetap mendapatkan cukup cairan selama masa tumbuh gigi.

Sementara itu, untuk anak yang sudah tidak menyusu, cairan bisa diberikan melalui susu formula, air putih, atau jus buah sesuai usianya. Asupan cairan juga dapat ditambah melalui makanan berkuah, seperti sup yang mengandung banyak air.

2. Pijat gusi anak dengan jari yang bersih untuk meredakan rasa sakit

Pexels/hartono subagio

Gunakan jari yang sudah bersih atau kain kasa yang dibasahi air untuk memijat gusi anak selama sekitar dua menit. Tekanan lembut dari pijatan dapat meredakan rasa tidak nyaman saat gigi mulai tumbuh dan bisa dilakukan sesuai kebutuhan, ya.

Jika anak sudah berusia lebih dari 1 tahun, kamu juga bisa menggunakan es batu yang dibungkus dengan kain bersih dan lembap untuk menggosok gusinya secara perlahan. Sensasi dingin ini akan membuat gusi terasa lebih nyaman.

3. Berikan teether

Unsplash/Colin Maynard

Teether merupakan salah satu penolong yang tepat saat anak sedang tumbuh gigi. Alat ini bisa digigit-gigit dan membuat rasa gatal maupun nyeri saat tumbuh gigi jadi berkurang sehingga bisa membuat mereka lebih nyaman.

Teether yang didinginkan di lemari es juga dikenal lebih efektif untuk mengurangi rasa nyeri dan gatal di gusi anak saat gigi mereka tumbuh.

Namun, pastikan teether tidak sampai membeku atau terlalu dingin agar tetap nyaman saat digigit, ya. Selain itu, pilih teether yang aman dan sesuai usia anak. Jangan lupa selalu awasi juga penggunaannya untuk mencegah risiko tersedak dan yang paling penting kebersihan teether harus diperhatikan.

4. Dinginkan gusi anak dengan makanan dingin

Pexels/Helena Lopes

Dinginkan mainan gigitan, empeng, atau kain lap basah di dalam lemari es, tetapi jangan sampai membeku, ya. Benda yang dingin bisa membantu menenangkan gusi anak yang terasa sakit. Selain itu, hindari mencelupkannya ke dalam zat yang mengandung gula dan tetap awasi anak agar tidak tersedak.

Adapun untuk anak berusia lebih dari 1 tahun, kamu bisa memberikan buah lunak yang sudah didinginkan, seperti pisang atau beri. Pastikan juga kamu tidak memberikan es batu atau es loli beku karena suhu yang terlalu dingin dapat melukai gusi anak. Jika menggunakan teething rings berisi cairan, pilih yang menggunakan air suling dan bukan gel, ya.

5. Berikan obat pereda nyeri

Pexels/Yang Krumah

Jika gejala tidak kunjung membaik, anak tetap rewel, tidak nyaman dan kesakitan, obat penurun demam, seperti paracetamol, bisa menjadi salah satu solusinya. Namun, pemberian ini sebaiknya disesuaikan dengan usia dan dosis yang tepat.

Penggunaan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau lainnya, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu ke dokter agar jenis dan dosisnya sesuai dengan kondisi anak. Jangan memberikan obat secara sembarangan, ya. Sebab, penggunaan obat yang tidak sesuai dapat menimbulkan efek samping atau reaksi tertentu pada anak.

Itu dia cara menghadapi gejala saat anak tumbuh gigi. Kamu perlu berkonsultasi ke dokter jika muncul gejala lain pada anak, seperti kesulitan makan atau minum, diare, dan lainnya.

Referensi:

“Baby Teeth Erupting? What to Do for Teething Fever and Pain”. Pediatric Dental Health. Diakses pada Agustus 2026.

“Baby Teething”. UNICEF. Diakses pada Agustus 2026.

“Teething: Tips for Soothing Sore Gums”. Mayo Clinic. Diakses pada Agustus 2026.

Nemezio MA, et al. (2017). “Association between Fever and Primary Tooth Eruption: A Systematic Review and Meta-analysis.” International Journal of Clinical Pediatric Dentistry, 10(3), 293–298. DOI: 10.5005/jp-journals-10005-1453.

Ramos-Jorge J, et al. (2011). “Prospective longitudinal study of signs and symptoms associated with primary tooth eruption.” Pediatrics, 128(3), 471–476. DOI: 10.1542/peds.2010-2697. 


Curated For You

Editorial Team

Related Article