Selain memikirkan menu, Mama juga perlu memperhatikan cara makan yang benar saat MPASI. Ini penting untuk mendukung kemampuan makan si Kecil sekaligus membuat prosesnya lebih menyenangkan.
Berikut beberapa prinsip yang bisa Mama terapkan:
Supaya masa MPASI berjalan lancar, Mama perlu mengenalkan jadwal makan yang konsisten sejak awal. Jadwal ini bikin si Kecil terbiasa kapan harus makan dan kapan berhenti, jadi nggak bingung antara rasa lapar dan kenyang.
Umumnya, jadwal makan untuk bayi 6–8 bulan adalah 2–3 kali MPASI sehari ditambah ASI atau susu formula sesuai kebutuhan. Kalau usianya sudah 9–11 bulan, Mama bisa tambah jadi 3–4 kali makan plus camilan sehat 1–2 kali.
Hindari terlalu sering memberikan camilan, ya, Ma. Kalau kebanyakan ngemil, si Kecil bisa jadi nggak mau makan saat jam makan utama. Jadi, kuncinya seimbang: ada waktu makan, waktu camilan, dan waktu minum susu.
Saat makan, usahakan suasananya fokus tanpa gangguan. Hindari memberikan gadget, mainan, atau menyalakan TV ketika si Kecil sedang makan. Kenapa? Karena distraksi bisa bikin bayi nggak sadar sama rasa kenyang dan akhirnya sulit mengenali sinyal lapar.
Kalau makan sambil main atau nonton, risiko tersedak juga lebih tinggi karena bayi nggak fokus mengunyah dan menelan. Jadi, sebaiknya Mama ciptakan suasana tenang, dudukkan bayi di kursi makan, dan dampingi selama proses makan.
Mama, bisa memilih tempat yang nyaman dan minim gangguan, ajak si Kecil ngobrol ringan tentang makanannya supaya tetap seru tanpa perlu distraksi lain, dan hindari memaksa dengan biarkan si Kecil menikmati makanannya dengan tenang.
Saat MPASI, pastikan posisi bayi duduk tegak di kursi makan yang aman dan stabil. Posisi ini penting supaya bayi bisa menelan dengan baik dan mengurangi risiko tersedak. Pilih high chair dengan sabuk pengaman agar bayi tidak tergelincir atau miring saat makan.
Kalau bayi belum bisa duduk tegak sendiri (biasanya sebelum usia 6 bulan), sebaiknya tunda dulu pemberian MPASI. Duduk tegak membantu saluran pencernaan bekerja optimal dan membuat proses makan lebih nyaman.
MPASI bukan hanya soal makan, tapi juga proses belajar. Biarkan bayi mengeksplorasi makanan dengan tangannya, mencium aromanya, dan merasakan teksturnya. Cara ini bisa meningkatkan rasa ingin tahu sekaligus melatih keterampilan motorik halusnya.
Eksplorasi ini juga membuat bayi lebih nyaman dengan makanan baru, sehingga risiko GTM atau gerakan tutup mulut berkurang. Meski begitu, pastikan pengawasan tetap dilakukan agar bayi tidak tersedak atau memasukkan benda lain ke mulut.