Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Pexels/Alisha Smith Watkins
Pexels/Alisha Smith Watkins

Intinya sih...

  • Hindari memberi makan anak dengan terburu-buru agar bayi bisa belajar banyak hal saat makan, bukan hanya menghabiskan makanan saja

  • Terapkan jadwal makan yang teratur

  • Mama juga perlu memperhatikan cara makan yang benar saat MPASI

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika bayi mulai mengonsumsi MPASI, Mama mulai menemukan tantangan baru. Sebagian bayi mungkin akan makan dengan senang hati dan lahap. Sedangkan bagi sebagian bayi lainnya, dibutuhkan perjuangan untuk menghabiskan makanan yang disajikan.

Bahkan Mama mungkin akan menghadapi bayi yang GTM. Atau dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk makan.

Harus diakui jika dibutuhkan kesabaran untuk menyuapi si Kecil. Namun, dilansir dari unggahan dr. Nur Agus Guna Winarto Wijata, Sp.A di laman Instagram pribadinya @dr.aguswijata, hindari memberi makan anak dengan terburu-buru karena ada bahaya di baliknya.

Bila Mama sering merasa tidak sabar saat memberi makan si Kecil, yuk, simak ulasan Popmama.com tentang kenapa harus menghindari memberi makan anak dengan terburu-buru.

Hindari Memberi Makan Anak dengan Terburu-Buru

Pexels/Vanessa Loring

Apakah Mama pernah merasa cemas ketika bayi membutuhkan waktu lama untuk makan? Misalnya lebih dari 30 menit. Bila ini terjadi, Mama mungkin ingin menyuapi si Kecil dengan cepat agar makanan bisa segera habis.

Nah, menurut dr. Agus Wijata, yang perlu diingat saat memberikan MPASI, targetnya adalah bukan hanya makanannya habis, tapi juga si Kecil belajar makan.

Saat pemberian MPASI, bayi akan mengalami fase belajar makan, mulai dari belajar mengunyah, menggigit, menggerakkan lidah, memegang makanan hingga belajar mengenal rasa dan menjelajahi tekstur makanan.

Jadi, kalau disuapi terus menerus dengan cepat dan tanpa jeda, bayi bisa berisiko tersedak. Ia juga tidak belajar mengatur ritme makan, dan menjadi pasif. Menurut dr. Agus Wijata, hanya membuka mulut itu bukan makan aktif, Ma.

Bayi yang disuapi dengan terburu-buru juga bisa menolak makan karena merasa tertekan.

Selain itu, ada beberapa orangtua yang mengambil jalan pintas agar makanan cepat habis. Salah satunya adalah dengan memberikan air atau minuman pada bayi agar makanannya segera ditelan bersama dengan air. Ini bisa membuat bayi tersedak dan juga mengalami gangguan koordinasi antara menelan dan bernapas.

Beri waktu si Kecil untuk mengunyah sampai selesai. Setelah itu, Mama bisa memberikan air setelah selesai mengunyah.

Jadi, temani bayi makan dengan semangat dan tidak terburu-buru. Bila si Kecil tidak mau, jangan dipaksa. Belajar makan itu bertahap. Yang dilatih bukan hanya perut, tapi juga motorik, sensorik, dan juga kepercayaan diri si Kecil saat makan.

Bagaimana Cara Makan yang Benar saat MPASI?

Freepik

Selain memikirkan menu, Mama juga perlu memperhatikan cara makan yang benar saat MPASI. Ini penting untuk mendukung kemampuan makan si Kecil sekaligus membuat prosesnya lebih menyenangkan.

Berikut beberapa prinsip yang bisa Mama terapkan:

  • Terapkan jadwal makan yang teratur 

Supaya masa MPASI berjalan lancar, Mama perlu mengenalkan jadwal makan yang konsisten sejak awal. Jadwal ini bikin si Kecil terbiasa kapan harus makan dan kapan berhenti, jadi nggak bingung antara rasa lapar dan kenyang.

Umumnya, jadwal makan untuk bayi 6–8 bulan adalah 2–3 kali MPASI sehari ditambah ASI atau susu formula sesuai kebutuhan. Kalau usianya sudah 9–11 bulan, Mama bisa tambah jadi 3–4 kali makan plus camilan sehat 1–2 kali.

Hindari terlalu sering memberikan camilan, ya, Ma. Kalau kebanyakan ngemil, si Kecil bisa jadi nggak mau makan saat jam makan utama. Jadi, kuncinya seimbang: ada waktu makan, waktu camilan, dan waktu minum susu. 

  • Makan tanpa ada distraksi 

Saat makan, usahakan suasananya fokus tanpa gangguan. Hindari memberikan gadget, mainan, atau menyalakan TV ketika si Kecil sedang makan. Kenapa? Karena distraksi bisa bikin bayi nggak sadar sama rasa kenyang dan akhirnya sulit mengenali sinyal lapar.

Kalau makan sambil main atau nonton, risiko tersedak juga lebih tinggi karena bayi nggak fokus mengunyah dan menelan. Jadi, sebaiknya Mama ciptakan suasana tenang, dudukkan bayi di kursi makan, dan dampingi selama proses makan.

Mama, bisa memilih tempat yang nyaman dan minim gangguan, ajak si Kecil ngobrol ringan tentang makanannya supaya tetap seru tanpa perlu distraksi lain, dan hindari memaksa dengan biarkan si Kecil menikmati makanannya dengan tenang.

  • Bayi duduk dengan tegak dan aman 

Saat MPASI, pastikan posisi bayi duduk tegak di kursi makan yang aman dan stabil. Posisi ini penting supaya bayi bisa menelan dengan baik dan mengurangi risiko tersedak. Pilih high chair dengan sabuk pengaman agar bayi tidak tergelincir atau miring saat makan.

Kalau bayi belum bisa duduk tegak sendiri (biasanya sebelum usia 6 bulan), sebaiknya tunda dulu pemberian MPASI. Duduk tegak membantu saluran pencernaan bekerja optimal dan membuat proses makan lebih nyaman.

  • Biarkan anak mengeksplorasi

MPASI bukan hanya soal makan, tapi juga proses belajar. Biarkan bayi mengeksplorasi makanan dengan tangannya, mencium aromanya, dan merasakan teksturnya. Cara ini bisa meningkatkan rasa ingin tahu sekaligus melatih keterampilan motorik halusnya.

Eksplorasi ini juga membuat bayi lebih nyaman dengan makanan baru, sehingga risiko GTM atau gerakan tutup mulut berkurang. Meski begitu, pastikan pengawasan tetap dilakukan agar bayi tidak tersedak atau memasukkan benda lain ke mulut.

Tips Pemberian MPASI untuk Bayi

Freepik/prostooleh

Bagi sebagian Mama, memberikan MPASI untuk bayi bukanlah tugas yang mudah. Mama bisa mencoba tips berikut ini untuk membantu Mama dalam memberikan MPASI:

  • Jika si Kecil menolak makanan, tunggu beberapa saat dan coba kembali. Mama juga bisa mengganti menu sesuai selera bayi. Penolakan sesekali tidak menandakan bahwa ia tidak suka makanan tersebut selamanya.

  • Gunakan aturan 3-day rule, yaitu menunggu 3 hari sebelum mengenalkan jenis makanan baru. Cara ini membantu Mama memantau kemungkinan alergi atau intoleransi makanan.

  • Naikkan tekstur secara bertahap. Perlu diingat bahwa MPASI usia 6 bulan sebaiknya bertekstur encer, bukan kental, lalu meningkat sesuai perkembangan mengunyahnya.

  • Pilih metode memasak yang mempertahankan nutrisi, seperti mengukus, menumis, atau memanggang. Hindari merebus terlalu lama karena bisa mengurangi kandungan vitamin.

  • Berikan air putih di sela-sela makan untuk membantu si Kecil menelan makanan. Ini juga mencegah bayi mengalami konstipasi.

  • Hindari menambahkan garam, gula, madu, atau susu sapi sebelum usia 1 tahun. Bahan-bahan tersebut berisiko mengganggu kesehatan pencernaan dan ginjal si Kecil.

  • Selalu awasi si Kecil saat makan agar terhindar dari risiko tersedak. Pastikan makanan dipotong sesuai ukuran aman untuk bayi.

Jadi sekarang Mama sudah mengetahui alasan mengapa Mama harus menghindari memberi makan anak dengan terburu-buru. Proses pemberian MPASI merupakan proses belajar bagi orangtua dan bayi. Terkadang memang tidak mudah, tapi harus dinikmati, ya, Ma!

Editorial Team