Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Freepik
Freepik

Intinya sih...

  • Menyuapi anak sambil digendong bisa menyebabkan tersedak, muntah, atau kekurangan nutrisi.

  • Waktu yang tepat untuk memberikan MPASI adalah saat bayi berusia sekitar 6 bulan dan menunjukkan tanda-tanda kesiapan.

  • Pemberian MPASI harus disesuaikan dengan usia bayi dan diiringi dengan tips memberikan MPASI pada bayi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat memberikan MPASI ke si Kecil, Mama mungkin menghadapi beberapa tantangan. Misalnya bayi susah makan.

Untuk membujuk si Kecil yang susah makan, beberapa orangtua melakukan beberapa hal. Seperti menggunakan gawai, TV, atau menggendongnya untuk melihat pemandangan sekitar.

Namun tahukah Mama jika anak makan sambil digendong ternyata memiliki dampak buruk bagi si Kecil. Kenapa? Untuk mengetahui penjelasannya, yuk, simak informasi yang sudah dirangkum Popmama.com pada ulasan berikut ini.

Dampak Buruk Biasakan Anak Makan Sambil Digendong

Freepik

Bayi membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Namun sayangnya, tidak semua bayi bisa makan dengan lahap. Padahal, bayi harus mengonsumsi apa yang disajikan Mama agar ia tetap tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.

Agar bayi mau mengonsumsi semua yang telah disiapkan, orangtua pun melakukan beragam cara. Salah satunya adalah dengan menyuapi bayi makan sambil digendong.

Cara ini mungkin terlihat ampuh untuk membuat bayi menghabiskan makanannya. Namun tahukah Mama jika menyuapi bayi makan sambil digendong ternyata memiliki dampak yang buruk, lho. Kok bisa? Padahal dengan menyuapi sambil digendong, bayi mungkin jadi lebih lahap.

Salah satu feeding rules saat memberikan MPASI adalah bayi harus menikmati makanannya. Jadi, kegiatan makan tidak boleh dilakukan bersamaan dengan aktivitas lain. Contohnya, bayi makan sambil digendong dan dibawa berjalan-jalan ke sekitar rumah. Pemberian makan juga sebaiknya tidak disambi dengan menonton atau bermain.

Bila kegiatan makan disambi dengan kegiatan lain, maka kebiasaan buruk pun akan terbentuk dan menjadi masalah bagi anak di masa depan.

Bukan hanya membentuk kebiasaan buruk, makan sambil digendong pun bisa membahayakan si Kecil, lho. Menyuapi bayi sambil digendong bisa menyebabkan ia tersedak, muntah, atau terus mengemut makanannya. Jadi, alih-alih nutrisinya terpenuhi, bayi malah menjadi kekurangan nutrisi karena tidak fokus pada kegiatan makannya.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memberikan MPASI?

Pexels/Kaboompics.com

Menentukan waktu yang tepat untuk memulai MPASI adalah salah satu langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi. MPASI idealnya diberikan saat bayi berusia sekitar 6 bulan. 

Namun, usia bukan satu-satunya patokan. Mama juga perlu memastikan bayi sudah menunjukkan tanda-tanda kesiapan MPASI. Berikut tanda-tanda yang menunjukkan si Kecil sudah siap MPASI:

  • Bayi mampu duduk dengan sedikit bantuan dan leher kuat untuk menegakkan kepala 

  • Menunjukkan ketertarikan pada makanan, seperti membuka mulut dan mulai mencoba meraih makanan. 

  • Hilangnya reflek menjulurkan lidah saat diberi makanan. 

  • Masih memberikan tanda-tanda lapar meskipun baru diberi ASI atau susu formula.

Jika sudah menunjukkan tanda-tanda di atas, Mama bisa segera memberikan MPASI pada si Kecil. 

Tekstur MPASI sesuai Usia Bayi

Pixabay/MapleHorizons

Usia 6-9 bulan adalah usia awal bayi diberikan MPASI. Mama dapat memberikan si Kecil MPASI dalam bentuk puree, yaitu bahan utama dihaluskan lalu disaring. Selain itu, makanan yang dilumat atau mashed juga menjadi tekstur yang tepat bagi bayi usia 6-9 bulan. 

Di usia ini, frekuensi pemberian MPASI si Kecil cukup 2-3 kali makan besar dengan 2-3 sendok makan, dan 1-2 kali makan selingan. Total kalori yang dibutuhkan bayi per hari adalah 200 kalori, dengan pembagian 10-15% protein, 35-60% karbohidrat, dan 30-45% lemak. 

Di usia 9-12 bulan, si Kecil sudah bisa menggigit makanan dengan tekstur yang lebih keras, sehingga dapat diberikan finger foods, makanan dengan tekstur yang dicincang halus, ataupun cincang kasar.

Bertambahnya usia menandakan frekuensi pemberian MPASI untuk si Kecil ikut bertambah. Mama dapat memberikan MPASI dengan 3-4 kali makan besar dan 1-2 kali makan selingan. Total kalori yang dibutuhkan pada usia ini adalah 300 kalori per hari, dengan pembagian 10-15% protein, 35-60% karbohidrat, dan 30-45% lemak. 

Tips Memberikan MPASI pada Bayi

Pexels/Andrea Piacquadio

Sejak dini, orangtua harus mengajarkan pada si Kecil untuk menghargai makanan dan menikmati kegiatan makan. Kebiasaan makan yang baik ini bisa dipupuk sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan memberikan pengalaman makan yang nyaman dan menyenangkan bagi bayi.

Bila memungkinan, bayi bisa menggunakan high chair saat makan. Akan lebih baik lagi jika bayi juga diajak makan bersama keluarga.

Mama juga bisa menyajikan makanan kesukaan si Kecil dengan beragam variasi agar ia tidak bosan.

Agar kegiatan makan menjadi lebih menyenangkan, Mama bisa bercerita atau membiarkan bayi bereksplorasi dengan alat makannya.

Selain itu, berikut beberapa tips pemberian MPASI untuk si Kecil:

  • Masukkan jumlah makanan padat yang akan Mama berikan ke dalam mangkuk. Jangan memberi makan bayi langsung dari toples karena ini dapat menyebabkan sisa makanan lebih cepat basi. Tutup toples, letakkan di lemari es, dan gunakan dalam waktu 2 hari.

  • High chair harus digunakan saat Mama memberi makan bayi. Selalu amankan bayi di high chair menggunakan tali pengaman. Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di kursi tinggi.

  • Taruh sedikit makanan di ujung sendok. Biarkan bayi mencicipinya. Jika ia memuntahkannya, letakkan makanan di tengah lidahnya dan biarkan ia menelannya. Bersabarlah dan biarkan ia belajar cara menelan. Beri makan perlahan, beri waktu yang cukup untuk menelan makanan. Ingat, memberi makan akan membutuhkan waktu dan akan berantakan untuk sementara waktu.

  • Jangan pernah memaksa bayi untuk makan. Jika bayi sudah selesai makan, hentikan pemberian makanan dan coba lagi pada waktu makan berikutnya. Mungkin perlu 10 hingga 20 kali percobaan sebelum makanan diterima.

  • Buang sisa makanan di mangkuk setelah bayi selesai makan. Bayi mungkin sudah selesai makan jika ia melakukan hal-hal berikut: teralihkan perhatiannya saat makan, memutar kepalanya atau menutup mulutnya, menangis atau muntahkan makanan.

Jadi, Mama sekarang sudah mengetahui dampak buruk anak makan s=sambil digendong. Setiap mama pasti ingin bayinya menghabiskan makanannya, namun hal ini sebaiknya dihindari, ya, Ma.

Bagaimana cara Mama menyuapi si Kecil di rumah?

Editorial Team