Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Memblender MPASI Bisa Menghilangkan Nutrisinya? Ini Faktanya

Pexels/yuroslav shuraev
Pexels/yuroslav shuraev
Intinya sih...
  • Memblender MPASI tidak membuat nutrisinya hilang
  • Panas pisau blender tidak merusak zat gizi makanan
  • Naik tekstur MPASI penting untuk latihan oromotor bayi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat bayi mengonsumsi MPASI, Mama harus memerhatikan tekstur yang pas untuknya. Di awal MPASI, bayi biasanya mendapatkan makanan yang teksturnya seperti bubur atau halus.

Nah, salah satu cara mudah untuk mendapatkan tekstur yang halus adalah dengan memblender MPASI.

Tapi, ketika mau memblendernya, Mama mungkin pernah membaca atau mendapat info jika memblender MPASI bisa membuat nutrisinya hilang. Apakah benar? Untuk mengetahui jawabannya, yuk, simak rangkuman informasinya pada ulasan Popmama.com berikut ini.

Benarkah Memblender MPASI Bisa Menghilangkan Nutrisinya?

Pexels/Nicola Barts
Pexels/Nicola Barts

Menentukan tekstur MPASI yang tepat sesuai usia si Kecil itu sangat penting, Ma. Di awal MPASI, bayi mendapatkan makanan yang bertekstur halus atau lembut.

Salah satu cara mendapatkan tekstur makanan yang halus atau lembut adalah dengan memblendernya. Tapi benarkah jika MPASI diblender, maka nutrisinya hilang dan si Kecil jadi susah naik tekstur?

Dikutip dari unggahan dr. Nur Agus Guna Winarto Wijata, Sp.A di laman Instagram pribadinya @dr.aguswijata, tidak benar jika nutrisi MPASI jadi rusak karena panasnya pisau blender, Ma. Panas pisau blender itu tidak sampai merusak zat gizi makanan yang diblender.

Namun yang bisa menurunkan nutrisi adalah cara masak yang salah, Ma. Misalnya direbus terlalu lama atau air rebusannya dibuang.

Jadi, menggunakan blender, food grinder, atau food processor itu aman untuk menyiapkan MPASI. Semua ini bisa membantu Mama dalam menyiapkan makanan yang bergizi untuk si Kecil. Dan tidak ada aturan wajib bahwa MPASI itu harus disaring dan tidak boleh diblender, Ma.

Selain itu, yang tidak boleh itu adalah tekstur MPASI terlalu halus terus menerus sehingga bayi sulit naik tekstur.

Mengapa Naik Tekstur MPASI Penting bagi Bayi?

Pexels/Kaboompics
Pexels/Kaboompics

Alasan pertama mengapa bayi perlu naik tekstur makan adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan kalori bayi di masa pertumbuhannya. Semakin bertambah usia, maka akan semakin besar pula kebutuhan kalori yang dibutuhkan bayi. Namun, pertambahan ukran lambung mereka relatif lambat.

Bayi yang dilatih untuk naik tekstur makan secara otomatis melatih kemampuan oromotornya. Salah satu penyebab bayi mengalami keterlambatan dalam bicara adalah karena oromotor mereka kurang mendapatkan latihan.

Tekstur MPASI Usia 6-8 Bulan

Tekstur yang pertama adalah makanan yang bertekstur lunak dan mudah dihaluskan oleh lidah dan langit-langit mulut bayi, seperti bubur atau puree buah dan sayuran.

Lalu, makanan yang teksturnya sedikit lebih keras tetapi masih bisa terurai menjadi potongan-potongan kecil dengan sedikit isapan atau kunyahan, seperti ubi kukus, alpukat, atau pisang.

Terakhir, bayi usia 6 hingga 8 juga mulai bisa belajar mengonsumsi makanan yang teksturnya cukup keras dan padat. Makanan tersebut sedikit sulit terurai meski telah digigit beberapa kali oleh bayi, contohnya adalah mangga.

Ketiga tekstur ini dapat meningkatkan keterampilan motorik mulut bayi dan meningkatkan toleransi sensoriknya terhadap berbagai tekstur makanan di mulut.

Tekstur MPASI Usia 9-12 Bulan

Di usia 9 hingga 12 bulan, keterampilan mengunyah bayi menjadi lebih berkembang. Sehingga tekstur makanan untuk bayi di rentang usia ini sudah bisa ditingkatkan.

Bayi usia 9 hingga 12 bulan sudah bisa diperkenalkan dengan tekstur makanan lunak yang dicincang kasar, dipotong dadu, dan dicincang halus.

Lalu, jika Mama memberi bubur atau puree pun, tidak perlu lagi diblender dan disaring. Makanan hanya perlu dihancurkan dengan sendok atau alat masher.

Makanan yang bisa Mama beri pada bayi usia 9 hingga 12 bulan di antaranya, keju, sayuran (wortel, labu, kentang, ubi jalar) yang dimasak, buah potong, dan sereal gandum.

Nah, apabila Mama ingin memberikan buah pada bayi, berikan buah dengan potongan atau ukuran yang lebih besar. Hal ini dapat membantu melatih dan membangun keterampilan mengunyah bayi.

Jadi, tidak benar memblender MPASI bisa membuat nutrisinya hilang, ya, Ma. Yang membuat nutrisi MPASI berkurang adalah cara memasak yang salah. Semoga informasi ini bisa membantu Mama dalam menyiapkan MPASI si Kecil!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More

Cara Membaca Label Nutrisi pada Susu Formula, Penting Mama Ketahui

20 Jan 2026, 13:40 WIBBaby