Mama mungkin pernah melihat si Kecil tiba-tiba bertepuk tangan, bahkan ketika tidak ada hal spesifik yang perlu tepuk tangan seperti sedang bermain atau bernyanyi.
Kenapa Bayi Suka Tepuk Tangan? Ternyata Ini Alasannya

Bayi sering meniru tepuk tangan dari orang sekitar dan tertarik pada hubungan sebab-akibat, karena pertemuan kedua tangan menghasilkan suara.
Sekitar usia 1 tahun, tepuk tangan dapat menjadi ekspresi rasa senang, keberhasilan, atau respons terhadap hal yang disukai bayi.
Gerakan tepuk tangan melatih koordinasi motorik kedua tangan sekaligus membantu bayi mengenali tubuh, berkomunikasi, dan berinteraksi secara sosial.
Pada awalnya, bayi biasanya meniru gerakan tepuk tangan yang dilakukan orang di sekitarnya. Seiring bertambahnya usia, si Kecil yang suka bertepuk tangan dapat didasari oleh berbagai alasan.
Lantas, sebenarnya kenapa bayi tepuk tangan dan apa alasannya? Berikut Popmama.com membahas dalam kenapa bayi suka tepuk tangan beserta beberapa alasannya. Yuk, disimak!
Table of Content
1. Tertarik dengan sebab-akibat tepuk tangan

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI Bayi merupakan peniru yang baik dan banyak belajar dengan memperhatikan gerakan orang-orang di sekitarnya.
Ketika Mama, Papa atau orang di sekitarnya bertepuk tangan saat merasa senang atau memberi semangat, si Kecil bisa tertarik untuk ikut melakukan gerakan yang sama.
Pada tahap ini, bayi juga sebenarnya sedang belajar konsep sebab-akibat, yakni ketika kedua tangannya saling bertemu akan menghasilkan suara, sehingga si Kecil melakukannya terus-menerus.
2. Bentuk ekspresi senang

Unsplash/Reynardo Etenia Wongso Ketika usianya bertambah, bayi mulai memahami bahwa tepuk tangan dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan perasaannya.
Dikutip dari Healthline, sekitar usia 1 tahun, si Kecil mungkin mulai bertepuk tangan ketika merasa senang, berhasil melakukan sesuatu, atau melihat hal yang disukainya.
3. Bayi sedang mengembangkan kemampuan motoriknya

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI Tepuk tangan juga berkaitan dengan perkembangan kemampuan motorik bayi.
Mengutip dari Parenting Firstcry, perkembangan motorik si Kecil saat tepuk tangan terlihat ketika menggerakkan kedua tangan secara bersamaan dan mengoordinasikan gerakannya agar telapak tangan dapat bertemu.
Sebelum bisa bertepuk tangan dengan lancar, bayi sebenarnya sedang belajar mengenali tangan dan anggota tubuhnya. Gerakan sederhana ini menjadi salah satu cara si Kecil mengeksplorasi kemampuan tubuh sekaligus melatih koordinasi kedua tangannya.
4. Bayi mulai belajar berkomunikasi

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI Tepuk tangan tidak selalu sekadar meniru gerakan Mama dan Papa. Seiring perkembangan sosialnya, bayi juga dapat menggunakan gerakan tersebut sebagai bentuk komunikasi sederhana.
Misalnya, si Kecil bertepuk tangan ketika merasa senang atau ingin ikut merespons suasana di sekitarnya. Dari sanalah, bayi perlahan belajar bahwa gerakan tubuh dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan dan berinteraksi dengan orang lain.
Itulah tentang kenapa bayi suka tepuk tangan. Orangtua bisa ikut mendukung proses ini dengan sering mengajak si Kecil bermain atau bernyanyi sembari bertepuk tangan bersama.





















