Memasuki Masa MPASI? Ini 8 Jenis Protein Hewani untuk Penuhi Gizi Bayi

Protein hewani berperan aktif dalam perkembangan fungsi otak.

2 Juli 2020

Memasuki Masa MPASI Ini 8 Jenis Protein Hewani Penuhi Gizi Bayi
Pexels/Andrea piacquadio

Memasuki 7-12 bulan, bayi sudah memerlukan MPASI lho Ma! Untuk membantu tumbuh kembang bayi, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan Ma, salah satunya adalah menyiapkan makanan yang mengandung protein.

Protein berperan untuk pertumbuhan otot, perkembangan organ, dan pembentukan hormon serta enzim. Jika kebutuhan protein tercukupi, anak akan tumbuh dengan sehat dan memiliki otak yang cerdas.

Sumber protein terbagi menjadi 2 yaitu, protein hewani dan nabati. Protein hewani meliputi daging, telur, susu, ikan, seafood, dan produk hasil olahannya. Sedangkan, sumber protein nabati meliputi kedelai, kacang-kacangan, dan produk hasil olahannya seperti tempe, tahu dan susu kedelai.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan protein hewani untuk dikonsumsi setiap hari atau sesering mungkin karena sumber hewani mengandung protein yang sangat tinggi dibandingkan dengan protein nabati.

Protein hewani memiliki komposisi asam amino esensial yang lebih lengkap dibanding protein nabati. Asam amino esensial membantu tubuh untuk menjadi lebih kuat,serta membantu memperbaiki jaringan yang rusak. Tidak hanya itu, protein hewani juga memiliki kandungan nutrisi yang lebih beragam, seperti vitamin B12, vitamin D, zat besi, dan asam lemak omega-3.

Di bawah ini Popmama.com telah merangkum 8 jenis protein hewani yang bisa Mama berikan untuk si Kecil:

1. Daging ayam

1. Daging ayam
Pexels/Lukas

Daging ayam memiliki kandungan protein tinggi, yang sangat baik untuk tumbuh kembang si Bayi. Dalam 100 gram daging ayam, mengandung protein sebanyak 31 gram. Daging ayam mengandung antioksidan dan kaya akan nutrisi seperti zat besi, selenium, magnesium, vitamin, B6, dan fosfor.

Selain memiliki protein yang tinggi, daging ayam dapat diolah menjadi banyak jenis makanan, sehingga para Mama tidak perlu kesulitan untuk mengolah daging ayam ini. 

Sumber protein hewani ini juga mengandung kolin yang diperlukan untuk kognitif, memori,  hati , otot, dan fungsi neurologis. Kandungan vitamin C dan A dalam dada ayam juga baik untuk perkembangan otak lho, Ma!

2. Ikan salmon

2. Ikan salmon
Pexels/cottonbro

Ikan salmon memiliki jumlah kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Dalam 100 gram ikan salmon terdapat kandungan protein 20,4 gram. Tak hanya kaya protein, ikan ini juga kaya akan vitamin D dan asam lemak omega-3 yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Asam lemak omega-3 memiliki peran penting bagi perkembangan saraf otak.
 
Ikan salmon dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, karena mengandung asam amino. Wah, sangat cocok ya Ma, di tengah masa pandemi ini anak kita bisa terjaga daya tahan tubuhnya dengan mengonsumsi ikan salmon ini.

3. Telur

3. Telur
Pexels/Pixabay

Telur memiliki protein yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Telur juga lebih terjangkau dan mudah untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Kadar protein paling tinggi terdapat di bagian putih telur. Selain memiliki kadar protein yang tinggi, bagian putih telur juga memiliki asam amino esensial yang berguna untuk menjaga kekebalan tubuh si Kecil.

Dalam satu butir telur mengandung kadar protein hingga 13 gram.

Editors' Picks

4. Daging sapi

4. Daging sapi
Pexels/ Fábio Bueno

Daging sapi adalah jenis makanan yang kaya protein, zat besi, kalsium, dan juga asam folat yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Mama tidak perlu khawatir, bayi boleh diberi makan daging sapi pada masa MPASI

Kandungan protein yang dimiliki 100gram daging sapi juga tinggi, yaitu sebanyak 26 gram. Daging sapi adalah salah satu jenis daging yang paling mudah dicerna oleh bayi. Namun, Mama tetap harus mengolahnya menjadi tekstur yang sangat halus dan lembut ya, agar mudah di cerna oleh bayi.

USDA’s Infant Nutrition and Feeding Guide menyatakan bahwa daging sapi dapat menjadi makanan pertama yang sangat ideal bagi bayi setelah mereka selesai melalui masa ASI eksklusif. Untuk itu, daging sapi bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan protein pada bayi ya, Ma!

5. Susu sapi

5. Susu sapi
Pexels/Pixabay

Kandungan protein yang terdapat di dalam susu sapi sebanyak 3,2 gram. Protein dalam susu memiliki kemampuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Selain itu, protein juga memiliki kemampuan memberi asam amino utama pada tubuh yang berguna membentuk jaringan tubuh dan membangun sel-sel tubuh yang beragam.

Selain itu, susu juga memiliki kandungan kalsium dan vitamin D yang baik untuk kesehatan tulang. Namun untuk bayi di bawah usia dua tahun, pemberian susu selain ASI harus atas anjuran dokter. Pastikan Mama berkonsultasi dulu ke dokter untuk menentukan susu mana yang cocok untuk si Kecil.

6. Ikan kembung

6. Ikan kembung
Pexels/energepic.com

Ikan kembung merupakan ikan yang populer di Indonesia karena mudah ditemui dengan harga yang terjangkau. Ikan ini mengandung 18,6 gram protein dalam 100gram. Ikan ini juga mengandung omega-3 yang lebih tinggi dibandingkan ikan salmon, lho.

Beberapa ahli gizi dan kesehatan menyatakan ikan kembung mengandung 2,6 gram omega-3 sedangkan salmon hanya 1,4 gram. Omega-3 dapat membantu perkembangan otak dan mata bayi.

Cara mengolahnya juga sangat mudah lho ma, Mama bisa mencampurkan ikan kembung yang sudah dipotong-potong kedalam nasi yang sudah dibuat menjadi bubur, Bayi tentu akan mudah mengunyah dan mencernanya.

7. Keju

7. Keju
Pexels/ Tabitha Mort

Keju adalah produk olahan susu yang mengandung protein hewani, kalsium, zinc, fosfor, magnesium, vitamin A, vitamin B2, dan vitamin B12. Mama dapat memberikan keju kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan proteinnya.

Dalam 100 gram keju, terdapat 25 gram kadar protein. Namun jangan dikonsumsi secara berlebihan ya, Ma. Karena,selain memiliki kadar protein yang tinggi, dalam selembar keju mengandung lebih dari 200 mg sodium, sementara jumlah sodium harian yang dibutuhkan Bayi adalah di bawah 200 mg.

Pastikan juga Mama hanya memberikan keju yang terbuat dari susu yang sudah dipasteurisasi untuk mencegahnya dari kontaminasi bakteri.

8. Yoghurt

8. Yoghurt
Unsplash.com/Sara Cervera

Yoghurt adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Bayi dapat mengonsumsi produk olahan susu seperti Greek Yoghurt. Setiap 100 gram yoghurt mengandung 10 gram protein. Selain protein, yoghurt juga mengandung kalsium yang sangat baik untuk pertumbuhan tulang, dan lebih aman dikonsumsi oleh bayi dibandingkan susu sapi.

Gimana Ma? Mudah ya untuk mencarinya? Pastikan Mama memberikan 8 jenis protein hewani di atas untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil, ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.