Perhatikan! 7 Makanan Pemicu Alergi Protein Hewani pada Anak 1 Tahun

Tidak selamanya makanan berkhasiat baik bagi si Kecil lho Ma!

26 Juni 2020

Perhatikan 7 Makanan Pemicu Alergi Protein Hewani Anak 1 Tahun
livestrong.com

Anak berumur satu tahun masihlah berada dalam tahap pertumbuhan. Sehingga tubuhnya masih rentan terhadap berbagai penyakit akibat kuman dan bakteri. Namun ternyata pencernaan si Kecil yang masih rentan dapat menyebabkan terjadinya alergi terhadap makanan dengan kandungan protein hewani. 

Alergi satu ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti: alergi bawaan terhadap satu jenis makanan, kesalahan tubuh dalam mendeketsi protein hewani, juga karena anak menerima terlalu banyak zat protein tersebut. 

Ada banyak makanan yang dapat menjadi pemicu alergi protein hewani. Makanan-makanan dengan kandungan protein tinggi seperti telur, susu, dan daging merah merupakan beberapa diantaranya. 

Temukan makanan-makanan dengan kandungan protein hewani tinggi lainnya yang dapat menjadi pemicu terjadinya alergi pada anak mama di Popmama.com.

1. Telur

1. Telur
thefreshmancook.com

Telur merupakan salah satu makanan dengan kandungan protein tinggi yang dapat memicu alergi. Bukan hanya pada anak-anak, alergi protein telur juga dapat terjadi pada remaja dan orang dewasa. 

Meskipun kandungan protein telur terdapat baik kedua bagian telur, namun bagian putih telur memiliki protein yang lebih tinggi daripada bagian kuning telur, 

Ada baiknya si Kecil juga menghindari makanan yang mengandung telur. Makanan seperti mayonaise, pasta, roti dan makanan dengan mentega juga dapat bereaksi memicu alergi. 

2. Susu

2. Susu
healthline.com

Alergi yang dipicu akibat susu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali protein susu. Menyebabkan protein susu dianggap zat berbahaya, hal ini sama seperti kondisi intoleransi laktosa.

Susu merupakan salah satu jenis makanan yang umumnya menyebabkan terjadinya alergi pada bayi. Risiko bayi mengalami alergi susu akan meningkat ketika salah satu atau kedua orangtuanya juga memiliki riwayat alergi susu. 

Alergi akibat susu dapat disebabkan bukan hanya dari konsumsi susu formula, tetapi juga melalui produk olahan susu sapi atau minum ASI dari ibu yang mengonsumsi susu sapi.

Susu memang bukan makanan, tapi pada umumnya anak usia 1 tahun masih mengonsumsinya secara rutin. Tiada beda dengan konsumsi makanan utama, yang sudah terjadwal dan dikonsumsi setiap hari. 

Editors' Picks

3. Seafood

3. Seafood
Freepik

Makanan laut seperti ikan, udang, kepiting, tiram, dan cumi-cumi tidak cocok bagi sebagian orang. Makanan tersebut malah menimbulkan alergi terhadap orang-orang yang tidak cocok dengan makanan laut. Baik itu anak-anak maupun orang dewasa.

Seseorang dapat mengalami alergi terhadap semua jenis makanan laut atau mungkin hanya pada beberapa makanan laut tertentu. Beberapa makanan laut juga memberikan gejala alergi  yang berbeda-beda.

4. Daging Merah

4. Daging Merah
freepik.com/jenylk

Alergi daging merah dapat disebut juga sebagai alergi alpha-gal. Melansir dari verywellhealth.com, alergi daging merah lebih umum terjadi pada mereka yang bergolongan darah A atau O. Peneliti menyatakan bahwa antigen B pada golongan darah AB atau B menyerupai alergen yang memicu alergi daging, memberikan perlindungan bawaan bagi mereka.

Alergi daging merah dapat diakibatkan melalui konsumsi daging seperti: daging sapi, domba, kambing, atau daging mamalia lainnya. Namun protein yang dimiliki oleh daging sapi merupakan yang paling sering dikaitkan dengan alergi. Protein lainnya yang terdapat dalam daging sapi juga dapat memicu respons hipersensitif.
 

5. Daging unggas

5. Daging unggas
Pixabay/GOLDINPIC

Alergi yang terjadi akibat daging unggas lebih jarang terjadi dibandingkan dengan daging merah. BIasanya daging unggas menyebabkan alergi karena daging seperti ayam, kalkun, atau ternak lainnya diolah kurang matang. Alergi unggas sejati paling sering terlihat pada remaja dan dewasa muda, 

Beberapa orang dengan alergi telur juga umumnya memiliki alergi terhadap daging unggas. Kondisi ini disebut dengan sindrom bird-egg dimana paparan bulu saja dapat menyebabkan gejala pernapasan. 


 

6. Ikan

6. Ikan
pxhere.com

Ikan merupakan jenis makanan dengan protein hewani lainnya yang dapat memicu terjadinya alergi. Umumnya, alergi akibat ikan terjadi lebih banyak pada orang dewasa daripada anak-anak. 

Alergi terhadap ikan disebabkan oleh reaksi abnormal tubuh terhadap jenis ikan tertentu, baik ikan air lau maupun ikan air tawar. Alergi protein ikan dapat terjadi ketika mengonsumsi ikan, juga saat bersentuhan dengan ikan. 

7. Produk turunan dari susu

7. Produk turunan dari susu
culturesforhealth.com

Kita telah mengetahui jika protein hewani dalam susu dapat menimbulkan alergi. Ternyata, makanan olahan dari susu seperti yoghurt dan keju juga dapat menyebabkan hal yang sama. 

Mengapa demikian? Ini terjadi karena produk olahan susu tetap memiliki kandungan yang serupa dengan susu meskipun telah melalui beberapa tahap pengolahan.

Ada banyak produk makanan yang mengandung susu dan disukai si Kecil. Sulit rasanya si Kecil tidak menyukai makanan yang mengandung olahan turunan susu seperti biskuit, keripik kentang, sereal, pancake, dan permen. 

Itu dia beberapa makanan yang dapat memicu terjadinya alergi protein pada si Kecil.

Ada baiknya Mama membatasi mamberikan makanan-makanan tersebut. Mama juga dapat menemukan makanan yang mengandung protein nabati agar kebutuhan protein si Kecil tetap tercukupi.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.