Ini 7 Makanan Sumber Protein yang Baik untuk Bayi

Protein sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi

26 April 2020

Ini 7 Makanan Sumber Protein Baik Bayi
freepik.com

Ketika bayi mulai mengonsumsi makanan padat, pastikan bayi mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satunya adalah protein. Protein tersusun dari asam amino yang dibutuhkan untuk pertumbuhan rambut serta menjaga kesehatan kulit dan tulang. Selain itu juga menghasilan haemoglobin yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen dalam darah.

Menurut Kathleen M. Zelman, MPH, RD, LD, ahli gizi dari Ochsner Medical Institution di Amerika Serikat, bayi membutuhkan 10 gram protein setiap hari.

Apa yang terjadi jika bayi kekurangan asupan protein? Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangannya terhambat, bahkan berpotensi merusak jantung dan paru-paru. Selain itu juga bayi menjadi rentan akan penyakit.

Untuk membantu Mama menyusun menu MPASI bayi, Popmama.com merangkum beberapa makanan sumber protein yang baik untuk bayi.

1. Kacang-kacangan

1. Kacang-kacangan
Freepik

Sumber protein nabati, kacang-kacangan dan lentil mudah disajikan. Mama dapat merebusnya kemudian dilumatkan sampai halus dengan garpu atau food processor. Kemudian encerkan dengan sedikit ASI atau susu formula. Mama juga dapat mencampurnya dengan puree buah atau sayuran.

Untuk bayi yang lebih besar, Mama dapat memberi kacang-kacangan sebagai finger food. Mama dapat membuatnya sedikit lunak untuk membantu bayi agar lebih mudah untuk mengonsumsinya.

2. Daging sapi

2. Daging sapi
Freepik/jannoon028

Daging sapi kaya akan zat besi, seng, dan protein. Ini adalah makanan pertama yang sangat baik untuk bayi.

Mulailah dengan daging giling dan masak sampai benar-benar kecoklatan. Haluskan dan sajikan tanpa campuran apa-apa. Mama juga dapat mencampurnya dengan puree sayuran seperti kol, brokoli, atau ubi untuk menambah rasa.

Untuk MPASI bayi, pilih daging sapi dengan potongan tanpa lemak agar lebih mudah untuk dicerna oleh bayi.

Editors' Picks

3. Daging ayam dan kalkun

3. Daging ayam kalkun
Freepik

Daging ayam mengandung zat besi yang diperlukan untuk pertumbuhan sel darah merah. Selain itu juga merupakan sumber protein yang baik.

Bakso kalkun yang lembut  dapat dipotong kecil-kecil menjadi finger food yang enak dan kaya protein. Daging ayam pun dapat disajikan dalam bentuk potongan kecil. Alternatif lainnya adalah menghaluskan daging ayam atau kalkun dan disajikan dengan puree apel.

Dijamin bayi Mama akan ketagihan.

4. Tahu

4. Tahu
Pixabay/Allybally4b

Tahu merupakan bahan makanan yang murah dan mudah diperoleh. Sehingga membuat makanan ini menjadi pilihan cerdas untuk Mama saat menyajikan makanan bagi bayi.

Blender tahu sutera dengan puree buah untuk makanan manis. Mama dapat memanggang tahu dan sajikan untuk finger food bayi.

100 gram tahu memasok sekitar 10% kebutuhan zat besi bayi. Dilansir dari Wholesome Baby Food, tahu merupakan salah satu makanan yang sulit dicerna oleh bayi. Oleh karena ini, sebaiknya diberikan ketika bayi berumur sekitar 8 bulan.

Jika bayi Mama memiliki alergi terhadap kacang-kacangan, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memasukkan tahu ke dalam daftar menu MPASI bayi.

5. Ikan

5. Ikan
Pixabay/congerdesign

Ikan mengandung banyak Omega-3 dan protein yang bermanfaat bagi otak. Hindari ikan yang mengandung merkuri tinggi. Mama dapat memilih ikan salmon, nila, lele, cod, atau gabus.  

Kandungan nutrisi pada ikan salmon membuat tubuh bayi menjadi lebih kuat dalam melawan penyakit. Selain membantu perkembangan otak, konsumsi ikan juga dapat meningkatkan kualitas tidur, Ma.

Namun ikan juga salah satu jenis makanan penyebab alergi, pastikan Mama berkonsultasi kepada dokter sebelum memberikan ikan kepada bayi.

Untuk penyajian, Mama bisa menghidangkan dalam bentuk potongan-potongan kecil dan dicampurkan ke bubur bayi.

6. Selai kacang

6. Selai kacang
Freepik/Azerbaijan_stockers

Kapan sebaiknya mulai memperkenalkan selai kacang kepada bayi? American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology menyarankan selai kacang diberikan kepada bayi setelah ia mengonsumsi makanan padat lainnya tanpa gejala alergi.

Selai kacang kaya akan kandungan nutrisi penting yang baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi risiko penyakit jantung, dan masalah kesehatan kronis lainnya.

Ketika Mama memberikan selai kacang kepada bayi, awasi apakah ada tanda-tanda alergi setelah bayi mengonsumsinya.

Selai kacang harus diencerkan dengan sedikit air dan disajikan dalam bentuk puree.

7. Yoghurt

7. Yoghurt
Freepik

Yoghurt memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena mengandung lemak dan protein yang dibutuhkan bayi.

Yoghurt dapat menjadi MPASI pertama bagi bayi, diberikan ketika bayi berumur 6 bulan. Namun sebagian ahli kesehatan menyarankan usia aman untuk pemberian yoghurt kepada bayi adalah 8 bulan.

Penyajian terbaik untuk bayi adalah tanpa perasa dan pemanis. Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yoghurt juga bisa diberikan kepada bayi yang mengalami diare karena mengandung probiotik atau bakteri baik.

Sebelum menyusun menu MPASI bagi bayi, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter. Yang terpenting, selalu awasi apakah bayi menunjukkan gejala alergi terhadap makanan tertentu.

Bahan makanan apa yang menjadi kesukaan bayi Mama? 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.