Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI
Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI

Intinya sih...

  • Orangtua dapat memiliki kecenderungan favoritisme terhadap anak-anaknya, dipengaruhi oleh urutan kelahiran, karakter anak, dan jenis kelamin.

  • Favoritisme orangtua dapat berdampak pada kondisi emosional dan kesejahteraan anak secara keseluruhan, meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental dan perilaku bermasalah.

  • Cara menjaga keadilan dalam keluarga antara lain dengan memberikan dukungan yang sama pada setiap anak, peduli pada pencapaian masing-masing anak, dan tidak membebankan tekanan pada satu anak.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjadi orangtua sering digambarkan sebagai peran yang penuh warna, namun juga tidak lepas dari berbagai tantangan. Dalam keseharian, Mama dan Papa tentu berupaya bersikap adil serta membagikan kasih sayang secara seimbang kepada setiap anak. Meski demikian, tanpa disadari, perbedaan sikap, cara menanggapi, hingga intensitas perhatian bisa muncul seiring berjalannya waktu.

Hal-hal sederhana tersebut kerap memunculkan anggapan bahwa salah satu anak mendapat perlakuan lebih dibandingkan yang lain. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa orangtua bisa saja menunjukkan favoritisme terhadap anak-anaknya, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti urutan kelahiran, karakter anak, hingga jenis kelamin.

Berikut Popmama.com telah rangkum informasi mengenai orangtua sering tidak sadar punya anak favorit. Yuk, simak selengkapnya, Ma!

1. Benarkah orangtua punya anak favorit?

Freepik

Mengutip dari CBC News, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa orangtua dapat memiliki kecenderungan favoritisme terhadap anak-anaknya. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal American Psychological Association (2025) dan mengungkap adanya perbedaan pola perlakuan dalam keluarga. 

“Temuan kami secara khusus menunjukkan bahwa dalam keluarga, beberapa anak mungkin memang lebih mudah diasuh dibandingkan yang lain,” ungkap para penulis studi tersebut.

Penelitian yang dipimpin Profesor Alex Jensen bersama tim dari Brigham Young University dan Western University menemukan bahwa anak bungsu cenderung menerima perlakuan yang lebih hangat dari orangtua. Sementara itu, anak sulung umumnya diberi ruang kemandirian yang lebih besar serta menghadapi pengawasan yang lebih longgar seiring bertambahnya usia.

“Banyak orangtua cenderung merasa lebih dekat dengan salah satu anak dibandingkan yang lain, entah karena perbedaan kepribadian, urutan lahir, jenis kelamin, atau hal-hal lain seperti minat yang sama,” jelas Jensen.

Dalam studi ini, para peneliti menganalisis lebih dari 30 artikel jurnal dan disertasi melalui metode meta-analisis untuk memahami variasi perlakuan orangtua. Hasilnya menunjukkan bahwa favoritisme juga berkaitan dengan jenis kelamin anak, di mana penelitian sebelumnya menemukan bahwa anak perempuan cenderung lebih sering disukai. 

Selain itu, faktor kepribadian juga memegang peran penting. Anak-anak yang memiliki sifat menyenangkan, kooperatif, dan bertanggung jawab, tanpa memandang urutan kelahiran maupun jenis kelamin, umumnya mendapatkan perlakuan yang lebih positif dari orangtua.

2. Dampak favoritisme orangtua terhadap anaknya

Freepik/pch.vector

Jensen menekankan bahwa favoritisme dalam keluarga bukan sekadar soal kecemburuan antarsaudara, melainkan berkaitan erat dengan kondisi emosional dan kesejahteraan anak secara keseluruhan. Berdasarkan penelitiannya, anak yang merasa kurang mendapatkan perhatian atau kasih sayang dari orangtua berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mental. 

Tak hanya itu, mereka juga lebih rentan menunjukkan perilaku bermasalah, baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Oleh karena itu, Jensen mendorong orangtua untuk lebih peka terhadap situasi yang berpotensi dianggap tidak adil oleh anak-anak.

“Perhatikan hal-hal yang tampak tidak adil. Anak-anak akan memberi tahu Anda jika mereka merasa ada yang tidak adil, dan penting untuk benar-benar mendengarkan saat itu terjadi,” ujar Jensen.

Dalam penelitian lanjutan, Jensen bersama rekan-rekannya menganalisis data dari lebih dari 19.000 partisipan yang berasal dari berbagai sumber, baik yang telah dipublikasikan maupun belum. Temuan ini memberikan gambaran luas tentang bagaimana preferensi orangtua terbentuk dan memengaruhi anak sepanjang hidupnya. 

“Terkadang orangtua terlalu khawatir memperlakukan anak-anak mereka secara sama sehingga mereka mungkin mengabaikan kebutuhan masing-masing,” tambah Jensen.

Ia berharap temuan ini dapat membuka ruang diskusi tentang dinamika keluarga yang sering dirasakan namun jarang dibicarakan. Pasalnya, favoritisme, baik disengaja maupun tidak, dapat memengaruhi hubungan antarsaudara serta kesejahteraan setiap anak dalam keluarga.

3. Tips agar orangtua tetap adil pada anak-anaknya

Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI

  • Memberi dukungan yang sama pada semua anak

Salah satu cara menjaga keadilan dalam keluarga adalah dengan memberikan dukungan yang sama kepada setiap anak. 

Mama dan Papa sebaiknya tidak hanya menyemangati satu anak saja dalam mengejar mimpi atau minatnya. Setiap anak perlu merasakan bahwa usaha dan keinginannya dihargai dengan porsi perhatian yang seimbang.

  • Peduli pada pencapaian setiap anak

Setiap anak memiliki kelebihan dan potensi yang berbeda-beda. Mama dan Papa perlu menghindari kebiasaan membandingkan atau hanya mengunggulkan prestasi satu anak. 

Dengan mengapresiasi pencapaian masing-masing, anak akan merasa dihargai dan diperhatikan secara adil.

  • Tidak membebankan tekanan pada satu anak

Dalam banyak keluarga, anak pertama sering kali mendapat tuntutan dan tanggung jawab lebih besar dibandingkan saudara-saudaranya. 

Padahal, anak sulung juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang sama seperti adik-adiknya. Memberikan tekanan berlebihan justru dapat membuat anak merasa terbebani dan kurang diperhatikan.

  • Meluangkan waktu untuk anak secara adil

Membagi waktu secara seimbang merupakan hal penting dalam membangun hubungan yang sehat dengan anak. 

Mama dan Papa bisa meluangkan waktu khusus secara bergantian bersama masing-masing anak tanpa kehadiran saudara lainnya. Momen kebersamaan ini membantu anak merasa lebih dekat dan diperhatikan secara personal.

  • Menerapkan aturan yang berlaku untuk semua anggota keluarga

Keadilan juga bisa diterapkan melalui aturan yang konsisten dan berlaku untuk semua anggota keluarga, termasuk mama dan papa. 

Dengan aturan yang jelas dan sama, anak-anak belajar bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab yang setara. Hal ini membantu menciptakan suasana keluarga yang lebih harmonis dan saling menghormati.

Nah, itu dia rangkuman mengenai orangtua sering tidak sadar punya anak favorit Semoga informasinya dapat membantu, ya, Ma.

Editorial Team