Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Freepik/shurkin_son
Freepik/shurkin_son

Intinya sih...

  • Bermain di lantai membantu memenuhi kebutuhan emosional anak

  • Interaksi ritmis dan berulang dalam bermain menenangkan sistem saraf anak

  • Bermain singkat sebelum momen menantang membantu mempermudah transisi dan waktu tidur anak

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada hari ketika Mama punya energi untuk menyiapkan berbagai aktivitas seru bersama anak. Namun, ada juga hari ketika rumah terasa berantakan dan emosi si Kecil maupun orangtua lebih mudah naik. Di kondisi seperti ini, bermain bersama anak justru bisa menjadi cara sederhana untuk memperbaiki suasana.

Cukup luangkan sekitar sepuluh menit duduk di lantai dan menjauhkan ponsel sejenak. Waktu singkat ini dapat membantu anak merasa diperhatikan dan membuat hubungan Mama dan si Kecil kembali lebih dekat.

Bermain juga bukan sekadar pengisi waktu luang. Melalui aktivitas ini, anak belajar mengenali emosi, berlatih berkomunikasi, dan membangun keterampilan sosial secara alami. 

Untuk lebih lengkapnya, simak rangkuman Popmama.com tentang pentingnya bermain di lantai bersama anak meski hanya 10 menit.

Bermain Singkat di Lantai, Dampaknya Bisa Sangat Besar bagi si Kecil

Freepik/peoplecreations

Bermain di lantai bersama si Kecil membantu memenuhi kebutuhan emosionalnya. Meski hanya sepuluh menit, waktu yang dilakukan secara konsisten dapat membuat anak merasa diperhatikan karena Mama hadir sepenuhnya.

Lewat bermain, Mama juga bisa memahami perasaan dan pikiran si Kecil. Cara ia menyusun balok, memilih peran saat bermain pura-pura, atau reaksinya ketika mainan jatuh dapat memberi gambaran tentang apa yang sedang ia alami. Dengan mengikuti alur permainan anak, Mama dapat melihat proses belajar dan emosinya secara lebih alami.

Selain itu, bermain bersama dapat melatih kemampuan fokus si Kecil. Saat Mama memberi contoh untuk hadir tanpa distraksi, anak pun belajar memusatkan perhatian. 

Mengapa Bermain 10 Menit Penting bagi Anak?

Freepik

Sepuluh menit bermain di lantai bersama si Kecil sering kali terdengar terlalu singkat. Padahal, jika dilakukan dengan konsisten, waktu ini bisa memberi beberapa manfaat.

1. Menenangkan sistem saraf anak
Interaksi yang ritmis dan berulang, seperti menyusun balok, mengaduk masakan mainan, atau menggerakkan mobil-mobilan, membantu tubuh anak menjadi lebih rileks. Saat Mama membiarkan si Kecil memimpin, ia akan memilih ritme yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Dilansir dari laman CDC, anak usia 3–5 tahun berkembang optimal ketika aktif sepanjang hari melalui permainan sederhana.

2. Memperkuat kemampuan bahasa dan sosial
Dalam bermain, Mama dapat menirukan kata-kata si Kecil, memberi nama pada perasaan, serta menunggu giliran berbicara. Kebiasaan kecil ini membantu anak belajar berkomunikasi, bernegosiasi, dan memahami emosi orang lain secara alami tanpa perlu pelajaran formal.

3. Mempermudah transisi dan waktu tidur
Bermain singkat sebelum momen yang menantang, seperti setelah pulang sekolah atau menjelang tidur, membantu anak merasa diperhatikan. Ketika kebutuhan emosionalnya terpenuhi, si Kecil cenderung lebih kooperatif dan tidak mudah rewel.

4. Mendukung daya lenting (resiliensi)
Saat permainan tidak berjalan sesuai rencana, misalnya menara balok runtuh atau mainan jatuh, anak belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari proses. Respons Mama yang tenang dan suportif mengajarkan anak untuk mencoba lagi tanpa merasa tertekan

Hal Penting yang Perlu Mama Ketahui sebelum Bermain

Freepik

Agar manfaat bermain di lantai benar-benar terasa, ada beberapa prinsip sederhana yang perlu Mama pahami. 

1. Anak bebas bereksplorasi dan memimpin permainan (child-led)
Mama mengikuti ide si Kecil selama tetap aman. Anak bebas menentukan arah permainan, sementara Mama hadir sebagai pendamping yang responsif, bukan pengarah.

2. Tidak mengajar atau mengoreksi
Selama sepuluh menit ini, Mama tidak perlu membenarkan, mengoreksi, atau memberi instruksi. Fokusnya adalah kebersamaan, bukan hasil akhir permainan.

3. Singkat tapi konsisten
Waktu yang pendek namun rutin jauh lebih berdampak dibanding bermain lama tetapi jarang. Konsistensi membuat anak merasa aman dan dinantikan.

4. Hindari distraksi
Simpan ponsel terlebih dahulu, ya, Ma. Kehadiran penuh Mama memberi sinyal bahwa si Kecil benar-benar diperhatikan. Dilansir dari laman American Academy of Pediatrics (AAP), bermain yang dipimpin anak dapat memperkuat bahasa, keterampilan sosial, dan ketahanan emosional.

Panduan Bermain di Lantai selama 10 Menit

Freepik

Mama tidak perlu rencana rumit untuk mulai bermain di lantai. Berikut beberapa panduan yang bisa Mama lakukan.

1. Mulai dengan suasana yang hangat
Duduklah di lantai dekat si Kecil dan sampaikan kalimat sederhana seperti, “Main sama Mama yuk!” Jika anak bingung, tawarkan dua opsi permainan yang ia sukai.

2. Ikuti alur permainan anak
Cerminkan apa yang dilakukan si Kecil. Jika ia pura-pura memasak sup, Mama bisa mencicipi dan bereaksi. Jika ia menyusun mobil, Mama ikut menyusun satu sambil menarasikan cerita.

3. Deskripsikan, bukan mengarahkan
Gunakan kalimat deskriptif seperti komentator olahraga, misalnya, “Kamu menaruh balok merah di atas balok biru.” Hindari terlalu banyak pertanyaan agar anak tetap nyaman.

4. Gunakan isyarat untuk menumbuhkan kedekatan
Posisi mata sejajar, ekspresi wajah lembut, senyum, dan tawa kecil membantu anak merasa terhubung. Sentuhan juga bisa diberikan jika si Kecil menyukainya.

5. Akhiri dengan kebiasaan yang konsisten
Berikan peringatan sebelum waktu habis dan tutup dengan kalimat yang sama setiap hari, seperti, “Makasih ya sudah bermain sama Mama.”

Penyesuaian Cara Bermain saat Kondisi Kurang Ideal

Freepik

Tidak semua hari berjalan mulus, Ma. Namun, bermain di lantai tetap bisa dilakukan dengan beberapa penyesuaian agar Mama dan si Kecil tetap nyaman.

1. Saat Mama merasa lelah
Pilih permainan simpel, seperti menggulirkan bola, menyortir mainan, atau menggerakkan satu mobil perlahan. Kehadiran Mama jauh lebih penting daripada intensitas permainan.

2. Saat ada saudara lain
Mama bisa mengatur jadwal bergantian atau mengajak semua anak bermain mengikuti ide salah satu anak. Pembagian peran membantu anak belajar bergiliran dan bekerja sama.

3. Saat si Kecil ingin screen time
Tawarkan kesepakatan sederhana, misalnya bermain bersama selama sepuluh menit terlebih dahulu. Banyak anak lebih mudah menerima aturan screen time setelah kebutuhan koneksinya terpenuhi.

Nah, itu dia penjelasan mengenai pentingnya bermain di lantai bersama anak meski hanya 10 menit. Jadi, jangan lupa untuk selalu sisihkan waktu untuk ajak bermain si Kecil, ya, Ma.

Editorial Team