Berbahayakah Kulit Bayi Menjadi Kuning karena Kebanyakan Wortel?

Saat kulit bayi menguning, bisa jadi ia mengalami karotenemia. Ini 6 faktanya, Ma

14 Juni 2019

Berbahayakah Kulit Bayi Menjadi Kuning karena Kebanyakan Wortel
Pixabay/gridkid

Mama bisa jadi sudah lega karena setelah lahir, si Bayi tak mengalami kuning yang disebabkan oleh bilirubin yang terlalu tinggi. Sehingga Mama pun bisa segera membawanya pulang. 

Saat si Kecil berusia 6 bulan, Mama membuatkan si Kecil beragam makanan. Namun, saat sedang senang-senangnya menikmati makanan pertama, tiba-tiba kulitnya berubah menjadi kekuningan. Apa yang sedang terjadi? Perlukah Mama segera membawa si Kecil ke dokter?

Berikut  6 fakta terkait kulit bayi yang kekuningan yang disebabkan oleh karotenemia, yang perlu Mama ketahui.

1. Apakah karotenemia itu?

1. Apakah karotenemia itu
Pixabay/yalehealth

Karotenemia adalah keadaan, saat kulit bayi berubah menjadi kuning. Bahkan Mama bisa jadi melihat warna kulit si Bayi tak hanya kuning, namun juga kuning kejinggaan. 

Hal ini terjadi akibat kadar beta-karoten yang berlebihan. Kadar yang berlebih ini terjadi dalam darah si Kecil. Dan tahukah Mama, bahwa biang keladinya adalah kebiasaan makan si Kecil?

2. Apa penyebab karotenemia?

2. Apa penyebab karotenemia
Pixabay/Couleur

Penyebab terjadinya karotenemia adalah akibat makanan yang disantap oleh si Kecil. Bukan sembarang makanan, namun makanan yang mengandung beta-karoten. Beta-karoten ada di sayuran atau buah-buahan yang berwarna kuning atau jingga. Contoh makanan ini adalah wortel, kentang, labu, jagung, bahkan kuning telur, dan juga jeruk.

Akan tetapi, selain itu, beta-karoten juga ada di sayuran hijau loh Ma. Contohnya adalah kacang hijau, kacang polong, buncis, dan bayam. Dan bahkan, jika si Kecil tidak memakan sayur-sayuran serta buah-buahan yang banyak mengandung beta-karoten itu, ia bisa mendapatkannya dari ASI Mama, jika Mama yang justru memakan banyak sayur dan buah yang mengandung beta-karoten tinggi.

3. Bagaimana membedakan antara karotenemia dengan sakit kuning?

3. Bagaimana membedakan antara karotenemia sakit kuning
Pixabay/Barrie Taylor

Karotenemia umumnya terjadi pada saat usia si Kecil 6 bulan hingga 18 bulan. 

Jadi, Mama mesti mengenyampingkan pemikiran bahwa kejadian ini adalah kuning yang sama yang bayi alami saat baru lahir. Saat baru lahir, bayi bisa menderita kuning akibatkan bilirubin yang tinggi. Bilirubin adalah zat kuning yang diproduksi saat sel darah merah dipecah, dan bayi mengalami kesulitan menyingkirkan bilirubin karena organ hatinya belum sempurna. 

Sedangkan pada sakit kuning yang disebabkan oleh gangguan hati, tak hanya kulit yang berubah menjadi kuning. Bagian yang berwarna putih pada mata pun akan terlihat menjadi kuning. Namun pada karotenemia, bagian mata yang berwarna putih tetaplah berwarna putih walaupun kulit telah berubah menjadi kuning.

Editors' Picks

4. Ciri-ciri lain karotenemia

4. Ciri-ciri lain karotenemia
Pixabay/Tawny van Breda

Pada bayi yang berkulit terang, warna kuning di kulit tampak lebih nyata dibandingkan dengan bayi berkulit lebih gelap. Pada bayi yang kulitnya gelap, warna kuning bisa dilihat di telapak kaki dan tangan.

Selanjutnya, karena kelebihan karoten ini dikeluarkan oleh si Kecil melalui kelenjar keringat, maka bagian tubuh bayi yang warnanya berubah menjadi kekuningan umumnya dimulai dari bagian tubuh yang sering berkeringat.

Contohnya di ujung hidung, telapak tangan serta telapak kaki, bagian di atas bibir, kemudian barulah warna kekuningannya ini menyebar ke sekujur tubuh bayi.

5. Berbahayakah karotenemia?

5. Berbahayakah karotenemia
Pixabay/Rawpixel

Jangan khawatir, Mama, kareotenemia ini ternyata cukup umum, kok, terjadi pada bayi. Bahkan hal ini tak memerlukan penanganan khusus. Misalnya seperti campur tangan dokter atau obat-obatan. 

Hal yang harus Mama perhatikan adalah keadaan seperti jika tiba-tiba bayi malah demam, muntah mengandung darah, atau amat suit dibangunkan dan lemas. Ini artinya, bisa jadi ada gangguan lain yang mengiringi karotenemia. Bila hal ini terjadi, segara bawa ke dokter ya Ma.

6. Bagaimana cara menghilangkan karotenemia?

6. Bagaimana cara menghilangkan karotenemia
Pixabay/tigerlily713

Untuk menghilangkan warna kuning kejinggaan di kulit si Kecil, Mama hanya perlu menghentikan pemberian makanan yang kandungan beta-karotennya tinggi pada si Kecil. Selain itu, jika Mamalah penyebabnya, tentu saja Mama yang harus berhenti mengonsumsi makanan seperti ini. Warna kuning pada kulit bayi akan berangsur memudar dalam waktu 3 hingga 4 minggu. 

Menurut laman Summit Medical Group, Mama bahkan tak perlu menghentikan pemberian makanan yang memiliki kadar beta-karoten tinggi kepada anak. Hal ini tidak berbahaya dan warna kulit si Kecil akan kembali berangsur normal dengan sendirinya, walaupun ia terus mengonsumsi makanan berbeta-karoten tinggi, saat ia berusia 2 hingga 3 tahun.

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!