9 Kesalahan Menyajikan Susu Formula, Awas Bayi Bisa Sakit lho Ma

Hati-hati Mama, perhatikan hal ini saat menyiapkan susu bagi si Kecil

7 Juni 2019

9 Kesalahan Menyajikan Susu Formula, Awas Bayi Bisa Sakit Ma
Pixabay/ Ben Kerckx

Tentunya tak ada Mama yang berniat memberi susu formula bagi bayinya dari awal. Sejatinya, ASI adalah susu terbaik yang bisa didapatkan oleh bayi langsung dari Mamanya. Bahkan dari mama pendonor ASI. Namun, tak bisa dipungkiri ada beberapa hal yang menyebabkan Mama harus memberikan susu formula pada si Kecil. 

Pastinya menyiapkan susu formula memang lebih membutuhkan waktu dan perhatian. Kebersihan botol dan dot juga harus mendapatkan kejelian ekstra sebelum Mama membuat susu formula bagi si Kecil.

Namun, ada baiknya Mama berhati-hati. Berikut 9 kesalahan yang biasanya dilakukan dalam menyajikan susu formula seperti yang dilansir dari berbagai sumber. 

1. Suhu air yang digunakan terlalu panas

1. Suhu air digunakan terlalu panas
Pixabay/Adriano Gadini

Mama harus ingat, susu formula berbeda dengan kopi atau teh yang biasanya diseduh dengan air yang baru saja mendidih. Tertera di dalam tulisan cara penyajian susu formula di kemasan, rata-rata suhu yang dibutuhkan untuk melarutkan susu ini adalah sekitar 70° Celsius. 

Dalam laman safefood.eu, lembaga yang didirikan oleh pemerintah Inggris dan Irlandia ini memaparkan bahwa air tawar memang harus didihkan terlebih dahulu agar air tersebut steril. Setelah itu, disarankan agar mendinginkannya selama kurang-lebih 30 menit, untuk mencapai suhu sekitar 70° Celsius tadi. Air yang terlalu panas malah akan merusak nutrisi yang ada di dalam bubuk formula, lho Ma.

2. Suhu air yang digunakan terlalu dingin

2. Suhu air digunakan terlalu dingin
Pixabay/qimono

Mama juga perlu berhati-hati, jangan sampai mencampur susu formula dengan air yang juga hanya hangat suam-suam kuku. Suhu air yang hangat justru akan membahayakan si Kecil.

Pasalnya, menurut laman yang sama, suhu air setinggi kurang lebih 70° Celsius ini sejatinya dibutuhkan membunuh bakteria berbahaya. Bakteri ini bisa jadi ada di dalam bubuk formula, yang mungkin saja masuk pada saat proses produksi. Namun Mama tak usah khawatir, karena bakteri ini akan mati pada suhu sekitar 70° Celsius seperti yang disarankan.

3. Menyendokkan susu bubuk sebelum memasukkan air ke botol

3. Menyendokkan susu bubuk sebelum memasukkan air ke botol
Pixabay/Jing

Jangan salah, Mama. Masukkan air terlebih dahulu ke dalam botol sesuai dengan jumlah mililiter air yang ingin diberikan kepada si Kecil. Setelah itu, barulah masukkan susu formula sesuai jumlah sendok takaran yang disarankan. 

Gunakan sendok yang disediakan oleh pabrikan, agar takarannya tepat. Jika Mama memasukkan air terlebih dahulu sebelum bubuk formula dimasukkan, maka perbandingan air dan bubuknya tidak akan tepat. Akan sulit untuk memastikan berapa banyak air yang diperlukan untuk menggantikan volume bubuk.

4. Memasukkan susu bubuk lebih atau bahkan kurang dari takaran yang dianjurkan

4. Memasukkan susu bubuk lebih atau bahkan kurang dari takaran dianjurkan
Pixabay/PublicDomainPictures

Lebih baik Mama mengikuti saran penakaran yang ada dalam kemasan, dan menggunakan sendok takar yang disediakan. Isi sendok takar secara tepat, tak berlebihan atau kurang. 

Jika Mama tak sengaja mengurangi jumlah bubuk formula dari takaran yang dianjurkan, si Kecil justru akan mengalami kekurangan nutrisi. Sedangkan jika Mama memberinya berlebihan dengan berpikir hal ini akan menambahkan lebih banyak nutrisi bagi si Kecil, Mama keliru. Takaran yang melebihi aturan justru bisa jadi membuat bayi susah buang air besar dan asupan cairan bagi tubuhnya, kurang.

Editors' Picks

5. Memegang ujung dot saat mempersiapkan susu

5. Memegang ujung dot saat mempersiapkan susu
Pixabay/FotoRieth

Saat mempersiapkan susu bagi si Kecil, tentunya kehigienisan harus terjaga. Lebih baik Mama sebisa mungkin menghindari memegang bagian dot yang akan masuk ke dalam mulut si Kecil. Ingatlah hal ini bahkan saat mengocok botol agar susu terlarut.

Tentu saja hal ini harus dilakukan untuk menghindari terpajannya dot pada virus atau bakteri yang bisa masuk melalui mulut si Kecil. Apalagi dalam usia awal kelahirannya, saat si Kecil masih rentan terhadap sekelilingnya. Tentunya Mama tak boleh lupa membersihkan tangan Mama terlebih dahulu sebelum menyiapkan susu untuk si Kecil, ya.

6. Memberikan susu yang suhunya terlalu panas pada si Kecil

6. Memberikan susu suhu terlalu panas si Kecil
Pixabay/Rudy dan Peter Skitterians

Susu bubuk formula memang membutuhkan suhu sekitar 70° Celsius untuk membunuh bakteri yang ada di dalamnya. Namun, Mama jangan sampai lupa ya, untuk mendinginkannya terlebih dahulu sebelum memberikannya kepada si Kecil.

Cara yang paling mudah tentunya dengan membalikkan botol dan meneteskan susunya di pergelangan tangan bagian dalam. Dari sini Mama bisa memastikan bahwa suhunya tak terlalu panas. Jika suhunya masih agak tinggi, Mama bisa menutup terlebih dahulu dotnya dengan penutup botol susu, lalu letakkan di bawah keran dengan air yang mengalir. Pastikan penutup terpasang dengan rapat agar tak kemasukkan air ya, Ma.

7. Memberikan sisa susu formula pada si Kecil

7. Memberikan sisa susu formula si Kecil
Pixabay/Dirk (BeekiĀ®) Schumacher

Jika si Kecil tak habis saat meminum susunya di botol, jangan biarkan susu tersebut lebih dari dua jam ya, Ma. Lewat dari waktu itu, buang susu yang tersisa dan berikan yang baru, dalam botol dan dot yang bersih pula.

Bakteri berbahaya dari mulut si Bayi bisa tertinggal di dot atau masuk tercampur dengan susu saat ia menyedotnya. Setelah itu, bakteri bisa berkembang di dalam susu dalam rentang waktu tersebut. Hal ini tentunya berbahaya bagi bayi.

8. Memasukkan sisa susu ke dalam kulkas

8. Memasukkan sisa susu ke dalam kulkas
Pixabay/Alexas_Fotos

Jangan pula memasukkan sisa susu ke dalam kulkas. Bakteri yang ada di dalam susu sendiri setelah terpajan oleh mulut bayi, bahkan masih bisa berkembang dalam suhu kulkas. Setelah lebih dari dua jam, dibutuhkan panas yang tinggi untuk mematikan bakteri berbahaya yang ada di dalam susu.

Bagian dalam kulkas sendiri juga bisa mengontaminasi susu formula yang tersisa. Walaupun terasa sayang untuk membuang susu sisa yang telah lama tersimpan, lebih baik Mama melakukan hal ini untuk menghindari si Kecil terpajan penyakit. 

9. Memanaskan kembali susu yang tersisa secara langsung

9. Memanaskan kembali susu tersisa secara langsung
Pixabay/Republica

Hindari memanaskan kembali susu formula yang tersisa dengan microwave, atau secara langsung dalam panci di atas kompor. Mama tak akan pernah tahu seberapa tinggi pencapaian suhu saat memanaskan. Hal ini tentunya dapat merusak nutrisi. Selain itu, berdasarkan penelitian, pemanasan menggunakan microwave akan membuat susu tak terpanaskan secara merata.

Menurut laman US Food & Drug Administration, susu dapat dihangatkan kembali dengan cara meletakkan botol di bawah air panas yang mengalir. Atau Mama bisa juga memanaskan air di dalam panci, matikan apinya, kemudian masukkan sebagian botol berisi susu ke dalamnya hingga susunya menghangat.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!