Gumoh pada Bayi: Apakah Normal?

Kok bayi Mama setelah minum ASI selalu gumoh? Berbahaya nggak sih?

8 Februari 2019

Gumoh Bayi Apakah Normal
youtube.com/pandrita

Gumoh sering terjadi pada bayi sampai usia 1 tahun dan ini merupakan hal yang normal. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Mama. Bagaimana membedakan antara gumoh dan muntah? Dan kapan waktu yang tepat untuk membawa bayi ke dokter karena terlalu sering gumoh?

1. Apa itu gumoh?

1. Apa itu gumoh
youtube.com/pandrita

Gumoh (spitting up atau gastroesophageal reflux) merupakan keluarnya sebagian susu saat atau setelah bayi menyusu. Ukuran lambung yang sangat kecil serta katup lambung yang belum kuat menyebabkan gumoh. Katup lambung bayi belum dapat menutup dengan erat sehingga susu yang sudah berada dalam lambung dapat mengalir kembali ke mulut jika volume susu terlalu besar atau jika bayi langsung berbaring setelah minum.

Gumoh umumnya terjadi saat bayi minum susu terlalu banyak, saat bersendawa, atau menelan banyak udara.

Gumoh tidak menyakitkan bagi bayi dan bahkan kebanyakan bayi bahkan tidak menyadarinya. Selama bayi sehat dan bertambah berat badan, Mama tidak perlu khawatir. Ini adalah bagian dari proses perkembangan bayi.

2. Mencegah terjadinya gumoh

2. Mencegah terjadi gumoh
youtube.com/howcast

Agar Mama tidak khawatir, berikut cara-cara untuk mencegah gumoh pada bayi:

  • Posisikan tubuh bayi tetap tegak setelah makan

Posisikan tubuhnya tetap tegak selama 30 menit atau lebih untuk membuat makanan atau susu yang baru dikonsumsi tetap berada di bawah. Apabila harus berbaring, letakkan beberapa bantal untuk menopang tubuhnya sehingga badannya tetap tegak.

  • Hindari tekanan pada perut bayi

Pastikan tidak ada tekanan pada perut bayi setidaknya selama 30 menit setelah makan untuk mencegah gumoh. Pemakaian celana atau popok yang terlalu ketat sehingga menekan perut juga harus dihindari ya, Ma.

  • Bantu bayi untuk bersendawa

Setelah menyusu, usahakan bayi untuk bersendawa agar udara yang terlanjur masuk dapat keluar.Sandarkan tubuh bayi ke dada Mama agar posisinya tegak, tetapi jangan sampai perutnya tertekan.

  • Perhatikan lubang pada dot (jika bayi menyusu dengan botol)

Lubang yang terlalu besar bisa menyebabkan bayi menyusu lebih dari yang dibutuhkan dan juga tersedak. Sedangkan lubang dot yang terlalu kecil menyebabkan bayi kesulitan menyusu dan juga akan mengisap banyak udara.

  • Menyusui di ruangan yang tenang

Cari tempat yang tenang dan bebas dari gangguan sehingga bayi dapat menyusu dengan tenang. Ruangan yang bising dapat menyebabkan bayi panik saat menyusu.Bayi yang menyusu dalam keadaan panik cenderung menelan udara bersamaan dengan susu yang masuk. Hal ini dapat menyebabkan gumoh setelah menyusu.

Editors' Picks

3. Bagaimana membedakan antara muntah dengan gumoh?

3. Bagaimana membedakan antara muntah gumoh
youtube.com/kawailukito

Walaupun gumoh adalah hal normal, cukup banyak orangtua yang khawatir dan sulit membedakannya dengan muntah. Pada saat bayi gumoh, susu mengalir dengan sendirinya. Sedangkan saat bayi muntah, bayi tampak berusaha untuk mengeluarkan susu. Bayi yang muntah tampak mengedan, tidak nyaman atau rewel. Sebagian besar muntah bayi merupakan hal yang abnormal.

Dilansir dari laman IDAI, muntah dapat merupakan gejala tanda penyakit refluks (gastroesphageal reflux disease), sumbatan usus, infeksi telinga, infeksi usus, infeksi paru, radang otak, atau alergi protein. Jika refluks isi lambung menyebabkan gejala dan/atau komplikasi, maka disebut sebagai gastroesophageal reflux (GERD). Pada GERD, gumoh atau muntah berkaitan dengan penurunan berat badan, rewel, menangis terus – menerus, penolakan makan, atau gangguan napas kronik. GERD memerlukan pemeriksaan khusus dan pengobatan oleh dokter.

Baca juga: 

4. Apakah harus dibawa ke dokter?

4. Apakah harus dibawa ke dokter
Freepik/bearfotos

Gumoh adalah hal yang biasa terjadi pada bayi. Menurut dokter Natharina Yolanda dari IDAI, gumoh akan berkurang dan menghilang saat bayi mencapai usia 18-24 bulan. Pada usia itu, ukuran lambung bayi membesar dan katup lambung lebih kuat.  

Namun Mama harus waspada bila terjadi hal berikut, segera bawa bayi ke dokter anak:

  • Gumoh disertai gangguan napas (tersedak, batuk, atau bunyi napas yang tidak biasa)
  • Lebih banyak dari 2 sendok makan setiap kali gumoh
  • Berat badan bayi yang sulit naik

Semoga bermanfaat.

Baca juga: