Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
coding untuk anak sd
Freepik

Siapa bilang belajar harus selalu dengan membaca buku atau mencatat materi sampai berlembar-lembar? Seringkali, metode belajar yang diajarkan di sekolah terasa begitu monoton dan nggak efektif, Ma.

Mama mungkin sering melihat anak kita sudah belajar keras, tapi nilai ujiannya masih biasa-biasa saja atau tak ada peningkatan.

Rupanya, banyak orang jenius di luar sana menggunakan teknik belajar yang berbeda, lho. Mereka nggak cuma mengandalkan baca atau hafalan, tapi juga cara-cara unik yang bikin otak bekerja lebih optimal.

Bisa diajarkan pada anak untuk dilakukan di rumah, berikut ini Popmama.com rangkumkan 5 teknik belajar yang jarang diajarkan di sekolah, tapi jadi rahasia kesuksesan para jenius.

1. Feynman Technique

Freepik/lifeforstock

Feynman Technique adalah teknik belajar dengan cara mengajarkan materi ke orang lain, Ma.

Kalau anak mama bisa menjelaskan sesuatu dengan bahasa sederhana, itu tandanya ia benar-benar paham materinya, bukan sekadar hafal.

Mama bisa minta anak untuk mengajarkan ulang pelajaran ke teman, adik, atau bahkan ke boneka kesayangannya untuk kembali memahami materi.

Proses ini akan membongkar bagian mana yang belum dipahami, lalu otaknya akan otomatis mencari jawabannya. Dijamin pemahaman anak jadi lebih dalam dan tahan lama, deh.

2. Active Recall

Freepik

Daripada membaca catatan berulang kali, lebih baik anak diajak untuk menutup buku dan mencoba menjawab pertanyaan dari ingatan.

Inilah yang disebut teknik belajar Active Recall, metode yang terbukti secara ilmiah lebih efektif daripada sekadar membaca pasif.

Aktivitas mengingat ini seperti olahraga untuk otak anak, Ma. Meski terasa lebih sulit, justru upaya ekstra inilah yang membuat informasi benar-benar menempel di memori jangka panjang.

Mama bisa membantu dengan membuatkan flashcard atau pertanyaan-pertanyaan seru dari materi yang sudah dipelajari di sekolah.

Dengan begitu, orangtua pun ikut berperan dalam membantu proses belajar anak dalam memahami sebuah materi pelajaran.

3. Pomodoro Focus Sprint

Pexels/Julia M Cameron

Belajar berjam-jam non-stop ternyata nggak efektif untuk anak, lho. Teknik Pomodoro bisa Mama ajarkan pada anak sebagaimana yang banyak dilakukan para jenius.

Teknik ini ada,ah membagi waktu belajar jadi sprint-sprint pendek sekitar 25 menit untuk fokus penuh, lalu istirahat 5 menit. Setelah empat sesi, barulah anak bisa ambil istirahat lebih panjang.

Ritme ini membantu otak anak agad tetap segar dan terhindar dari kelelahan mental. Selama 25 menit, minta ia fokus hanya pada satu tugas tanpa gangguan. Dengan cara ini, belajar terasa lebih ringan dan produktivitasnya pun meningkat drastis.

4. Interleaved Practice

Pexels/ROMAN ODINTSOV

Kebanyakan dari kita terbiasa belajar dengan sistem blok, misalnya matematika dulu baru IPA. Anak mama termasuk yang seperti ini juga nggak, nih?

Interleaved Practice bisa coba dilakukan dengan mencampur berbagai topik dalam satu sesi belajar, misalnya sejarah 20 menit, lanjut biologi, lalu kembali lagi ke sejarah.

Meski terasa lebih sulit di awal, metode ini justru akan melatih otak anak untuk membedakan konsep dan beradaptasi dengan cepat.

Hasil jangka panjangnya jauh lebih unggul, Ma, karema otak terbiasa menghadapi soal-soal yang tidak berurutan, seperti dalam ujian sungguhan.

5. Spaced Repetition

Pexels/Agung Pandit Wiguna

Spaced Repetition adalah kebalikan dari sistem kebut semalam yang mungkin masih banyak dilakukan anak.

Teknik belajar ini mengajak anak mengulang materi pada interval waktu yang semakin meningkat, jadi sehari setelah belajar, lalu tiga hari, seminggu, dua minggu, dan seterusnya.

Dengan mengulang tepat sebelum lupa, anak akan memperkuat koneksi saraf di otaknya. Informasi pun berpindah dari memori jangka pendek ke jangka panjang.

Mama bisa memanfaatkan berbagai aplikasi yang tersedia untuk membantu menerapkan teknik ini dengan cara yang menyenangkan. Jadi, screen time anak nggak melulu soal bermain game online saja, Ma,

Nah, itu dia 5 teknik belajar ala orang jenius yang bisa langsung Mama praktikkan di rumah pada anak.

Jadi pintar itu bukan cuma soal seberapa keras anak belajar, tapi juga seberapa cerdas kita sebagai orangtua membantu mereka menemukan cara yang tepat.

Selamat mencoba ya, Ma,

Editorial Team