"Dan itu MBG setiap hari dibagikan ke seluruh siswa. Nah muncul masalah karena ternyata ada sisa-sisa MBG yang setiap kali kami kumpul kami harus berpikir kira-kira ini akan dibuat apa. Karena kami juga harus mencari cara bagaimana memanfaatkan sisa-sisa MBG ini menjadi sesuatu yang berharga. Akhirnya tercetuslah pemahaman untuk menjadikan sisa-sisa MBG ini ekoensim. Ekoensim ini adalah cairan multiguna yang bermanfaat untuk apa saja, baik untuk lingkungan maupun untuk pupuk," jelas Wilhem mengutip dari RRI Manado.
Kreatif! Sisa Makanan MBG Diolah Jadi Eco Enzyme di SMAN 7 Manado

SMAN 7 Manado mengumpulkan 5–10 kilogram sisa makanan MBG per hari, terutama kulit buah dan potongan sayur, untuk mencegah penumpukan limbah organik di sekolah.
Sekolah menerapkan prinsip zero waste dengan memfermentasi sisa makanan menjadi eco enzyme, cairan multiguna yang bermanfaat bagi lingkungan dan dapat digunakan sebagai pupuk.
Siswa terlibat dalam pemilahan, penimbangan, dan fermentasi limbah; hasil eco enzyme juga dikembangkan menjadi sabun padat, sabun cair, lilin aromaterapi, serta kompos organik.
Kabar mengenai MBG kali ini tidak mengenai keracunan pada siswa, tapi menjadi solusi cerdas untuk penanganan lingkungan.
Melalui aksi cerdas dari SMA Negeri 7 Manado yang hadir menginspirasi.
Tumpukan sisa bahan makanan dari ompreng MBG para siswa kini tidak berakhir di tempat penampungan sampah, melainkan dimanfaatkan kembali secara kreatif.
Lantas, bagaimana proses dan dampak positif dari inovasi ini? Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai sisa makanan MBG diolah jadi eco enzyme di SMAN 7 Manado.
Table of Content
Mengurangi Beban Sampah Harian Sekolah hingga 10 Kg

Instagram.com/soalunsrat Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari bagi ratusan siswa tentu berdampak pada tingginya volume limbah organik yang dihasilkan.
Di SMAN 7 Manado sendiri, tercatat sekitar 5 hingga 10 kilogram sisa makanan terkumpul setiap harinya, dengan porsi terbesar berupa kulit buah-buahan dan sisa potongan sayuran.
Tanpa penanganan yang tepat, potensi penumpukan sampah dapat memicu timbulnya bau tidak sedap, mengundang sarang penyakit, serta mencemari lingkungan fasilitas belajar sekolah.
Dengan langkah pengumpulan dan pemilahan limbah yang terstruktur. Dapat menjadi pemutus rantai masalah tersebut, sehingga beban sampah harian sekolah dapat tereduksi secara signifikan sebelum sampai ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Limbah MBG dan Solusi Zero Waste

Instagram.com/soalunsrat Kesadaran akan besarnya potensi limbah organik harian melahirkan gagasan inovatif dari pihak sekolah untuk menerapkan prinsip zero waste.
Sisa makanan MBG pun diolah jadi eco enzyme sebagai langkah nyata dalam mengubah masalah lingkungan menjadi manfaat terbarukan.
Kepala SMA Negeri 7 Manado, Wilhem Hani Rawung, mengungkapkan bahwa inovasi ini berawal dari diskusi intensif pihak sekolah dalam mencari solusi terbaik atas tumpukan sisa makanan MBG.
Proses fermentasi sederhana yang mengubah sisa potongan sayur dan kulit buah menjadi eco enzyme ini efektif menyerap limbah organik dan memelihara ekosistem yang ramah di lingkungan sekolah.
Melatih Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan para Siswa

Instagram.com/soalunsrat Inovasi pengolahan limbah ini tidak sekadar menjadi program kebersihan sekolah, ya, Ma. Tetapi juga diintegrasikan sebagai media pembelajaran langsung bagi para siswa.
Melalui bimbingan para guru, siswa dilibatkan secara aktif dalam seluruh alur proses. Mulai dari memilah potongan sayur dan kulit buah yang layak olah, menimbang bahan baku, hingga mengawasi masa fermentasi.
Keterlibatan langsung ini memberikan pengalaman edukatif yang berharga bagi anak-anak. Selain mengasah kreativitas, kegiatan ini secara alami menumbuhkan kesadaran ekologis serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan hidup sejak usia remaja.
Menghasilkan Produk Turunan Berdaya Guna

Instagram.com/soalunsrat Pengolahan sisa makanan dari program MBG di SMAN 7 Manado tidak hanya berhenti pada cairan eco enzyme saja, Ma.
Pihak sekolah dan para siswa terus mengemban ide kreatif dengan mengolah cairan tersebut menjadi berbagai produk turunan yang bernilai guna tinggi dan bernilai ekonomi.
Kepala SMAN 7 Manado, Wilhem Hani Rawung, menambahkan bahwa fleksibilitas dari hasil fermentasi eco enzyme memungkinkan sekolah menciptakan variasi produk sanitasi hingga kebutuhan kebun:
"Atau juga untuk turunannya dapat digunakan misalnya produk-produk seperti sabun padat, sabun cair, dan lain-lain," tambah Wilhem mengutip dari RRI Manado
Dari pemanfaatan ini, para siswa berhasil menghasilkan beberapa produk konkret:
- Sabun padat dan sabun cair
- Lilin aromaterapi
- Pupuk kompos organik
Itulah informasi mengenai sisa makanan mbg diolah jadi eco enzyme di SMAN 7 Manado. Melalui kepedulian lingkungan dan kreativitas, sisa makanan MBG yang tak bernilai kini menjelma menjadi produk-produk bermanfaat bagi ekosistem sekolah. Semoga aksi inspiratif ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia.






















