15 Tips Membangun Percaya Diri dan Harga Diri Anak Remaja

Yuk, ajarkan anak untuk selalu percaya akan kemampuan dirinya

30 November 2020

15 Tips Membangun Percaya Diri Harga Diri Anak Remaja
huffingtonpost.com

Memasuki usia remaja, anak dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dibanding usia sebelumnya. Tentu ini bukanlah hal yang mudah bagi mereka.

Anak akan mencoba memahami dan menerima segala sesuatu yang mengubah dirinya, terutama untuk rasa percaya diri da harga diri yang sangat dibutuhkan bagi anak-anak usianya.

Jika anak Mama merasa kurangnya rasa percaya diri dan tidak yakin dengan hal-hal yang membuatnya nyaman, jangan panik, Ma. Ini normal terjadi pada usianya, kok. Tetapi Popmama.com menyarankan orangtua untuk bisa membantu anak dalam membangun percaya diri dan harga dirinya.

Dilansir dari Colour my Learning, berikut 15 tips yang bisa Mama ajarkan pada anak untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan harga diri anak menjadi lebih banyak. Disimak yuk, Ma!

1. Menerima perubahan pada diri anak

1. Menerima perubahan diri anak
Freepik/diana.grytsku

Seiring berjalannya waktu, anak akan terus bertumbuh dan memasuki usia yang semakin dewasa. Ketika anak terus bertumbuh, otomatis perubahan pun akan banyak terjadi pada dirinya. Di sini Mama harus mengajarkan anak dalam menerima perubahan yang terjadi pada dirinya.

Ketika banyak orang mungkin melihat perubahan penampilan, sikap, serta suara anak Mama sedikit aneh dari sebelumnya, jangan jadikan itu sebagai acuan untuk dirinya terus tumbuh. Mama bisa memberikan keyakinan padanya bahwa itu justru akan memberikan kekebalan tubuhnya.

Perlu diingat bahwa anak sedang dalam proses transisi dari anak-anak menjadi dewasa. Meskipun terasa sulit, tetapi ini adalah perubahan yang sangat indah. Jadi, jangan ragu untuk meminta anak menjelajahi dan berteman dengan orang baru yang nantinya akan memudahkan seluruh transisi perubahan tersebut.

2. Jadilah orang pertama yang mengharagi dirinya

2. Jadilah orang pertama mengharagi dirinya
Freepik/Master1305

Jika Mama pernah mendengar ungkapan 'love yourself first', mungkin ini memang benar adanya, Ma. Dengan mencintai diri sendiri, ini menjadi cara terbaik untuk meningkatkan harga diri anak. 

Ketika ia tidak menghargai dirinya, maka saat ia mendapat komentar negatif dari orang lain itu membuatnya terpuruk. Bahkan, ketika orang lain memujinya ia tidak menganggap pujian itu tulus diberikan padanya.

Langkah yang bisa Mama lakukan adalah dengan mengajak anak membuat daftar lima hal yang ia sukai dari dirinya. Ini bisa dipadukan antara atribut fisik dan ciri kepribadian. Mama bisa meminta anak memulai harinya dengan menuliskan hal-hal yang ia sukai dari dirinya, cara ini sangat baik untuk meningkatkan suasana hati dan kepercayaan diri harian anak.

3. Ketahui ketidaksempurnaannya

3. Ketahui ketidaksempurnaannya
Freepik/user20166574

Meskipun menyesuaikan diri dengan sifat positif baik untuk anak, tetapi menyadari kekurangan pada dirinya juga tak kalah baik lho, Ma!

Dengan mengakui ketidaksempurnaan yang dimilikinya, itu berarti tidak ada orang lain yang dapat menggunakannya untuk melawan anak Mama. Sehingga ketika anak mendapat komentar negatif dari orang lain mengenai kekurangannya, anak sudah lebih dulu memahami hal tersebut.

Jadi, ketika anak menyadari apa yang kurang dari dirinya, maka ia akan merasa menghargai dirinya sendiri dan lebih percaya diri dalam membangun sifat positif lain untuk menyeimbangi kekurangannya.

4. Ccari teman yang membuatnya nyaman dan aman

4. Ccari teman membuat nyaman aman
Freepik/rawpixel.com

Agar anak merasa percaya diri akan kemampuannya, cobalah minta anak berteman dengan orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membuatnya merasa nyaman dengan diri sendiri.

Ketika ia berada dilingkungan yang membuatnya aman, maka anak akan lebih merasa nyaman dalam membangun percaya dirinya. Perlu diingat bahwa kuantitas pertemanan lebih dibutuhkan daripada kualitas.

Sebab saat anak memiliki banyak teman tetapi tak membuat dirinya nyaman dan bisa mengahrgai diri sendiri, maka Mama perlu meluruskan hal ini. Lebih baik memiliki teman yang tak banyak, tetapi lingkungannya dapat membuat anak menjadi pribadi yang percaya akan kemampuannya sendiri.

5. Kejar hal-hal yang disukai

5. Kejar hal-hal disukai
sheknows.com

Melakukan hal-hal yang disukai memang akan membuat posisi kita menjadi lebih baik dalam menemukan kesuksesan, ini pada akhirnya akan meningkatkan perasaan anak tentang dirinya sendiri, Ma.

Ketika anak melakukan hal yang tidak ia suka, maka akan sangat sulit baginya untuk merasa percaya diri akan kemampuan yang ia miliki. Jadi, ajak anak berpikir untuk menemukan apa yang ia inginkan di luar dari persyaratan akademisnya di sekolah.

Coba pikirkan apa yang membuatnya merasa bahagia dan percaya diri, ketika anak yakin hal itu yang membuatnya bahagia maka dukunglah anak untuk melakukannya.

6. Fokus pada peningkatan diri

6. Fokus peningkatan diri
Freepik

Sumber besar harga diri rendah di kalangan remaja adalah tidak menyukai apa yang mereka lihat ketika mereka bercermin. Adanya perubahan dari usia anak-anak ke remaja memang membuat anak mereasa sering kali tidak percaya diri akan perubahan tersebut.

Cara sederhananya dalam membangun harga diri dan percaya diri adalah dengan fokus pada self-improvement anak. Misalnya berikan anak pakaian yang membuatnya benar-benar merasa cantik atau tampan. Ada pula anak yang lebih percaya diri ketika bermain olahraga yang disukainya.

Jadi, cobalah minta anak untuk bercermin dan mulai mencintai dirinya akan setiap perubahan yang terjadi, hal ini agar seiring berjalannya waktu ia juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan harga dirinya.

Editors' Picks

7. Berikan space ketika ia gagal

7. Berikan space ketika ia gagal
Freepik/Jcomp

Ketika anak berfokus pada self-improvement, perlu diingat bahwa terlalu keras juga bisa membuat rendahnya tinkah kepercayaan diri dan harga diri anak. Anak mungkin masih mencoba mengeksplorasi diri barunya, jadi berikan ruang yang cukup untuk kegagalan dan kesalahan yang diperbuat.

Tak hanya anak, kita sebagai orangtua pun pernah berbuat kegagalan atau kesalahan. Ajak anak untuk tidak menyalahkan diri sendiri untuk terus meningkatkan percaya diri dalam bangkit kembali. Tanamkan pada anak bahwa kegagalan, kesalahan, itu merupakan sebagian dari proses pembelajaran seumur hidup.

Meskipun mudah untuk melihat orang dewasa, terutama orang yang telah melakukannya dengan baik untuk dirinya sendiri dan percaya bahwa jalan mereka menuju sukses sangat mulus. Tetapi faktanya tidak semudah itu, belajarlah dari kegagalan untuk mencapai jalan kesuksesan tersebut.

8. Abaikan orang yang menganggunya

8. Abaikan orang menganggunya
Freepik/Prostooleh

Akan selalu ada orang yang menjatuhkan kebahagiaan orang lain dengan berbagai cara. Ketika anak alami ini yang sering disebut bullying, maka rasa percaya diri anak pun bisa berkurang. Hal ini semakin membuat mereka yang menganggu merasa diberikan kesempatan.

Untuk itu, cara terbaik yang bisa Mama ajarkan adalah dengan mengabaikan otang yang tidak menyukai keberhasilan kita. Sebab dengan mengabaikan orang-orang yang berkomentar tidak baik padanya, akan membuat anak bisa lebih percaya diri.

Mendengarkan kritik orang lain memang baik untuk perkembangan diri, namun jika itu hanya menyakitkan untuk anak Mama, cobalah memberikan kekuatan pada anak untuk tidak mendengarkannya. 

9. Temukan role model yang baik

9. Temukan role model baik
healthline.com

Sebagai anak yang baru menginjak usia remaja, beri dia pemahaman untuk mencari role model atau panutan yang baik untuk ia tiru. Tidak perlu sama, setidaknya dengan melihat panutan dari orang lain maka anak dapat menemukan gambaran ingin seperti apa dirinya kelak.

Ajak anak Mama menemukan role model yang benar-benar membawa dampak baik bagi kehidupannya. Ketika anak merasa senang melihat role model yang menjadi panutannya, maka itu akan menumbuhkan rasa percaya diri dan harga dirinya.

10. Hati-hati dalam bermedia sosial

10. Hati-hati dalam bermedia sosial
Netsanity.net

Ketika anak mencari role model yang akan dijadikan panutan hidupnya, Mama perlu memperingati anak untuk waspada dalam mencarinya dari media sosial. Sebab tidak semua yang terlihat di media adalah benar adanya.

Untuk lebih mudahnya, Mama dan Papa juga bisa kok menjadi role model bagi anak. Cobalah menjadi pribadi yang dapat meyakinkan anak bahwa orangtuanya sendiri pun bisa membuatnya yakin akan kemampuan diri mereka.

Sehingga anak akan lebih mudah memahami realita kehidupan tanpa ada yang ditutupi dari media. Memang tak ada salahnya mencari idola dari media, namun tetap ingatkan anak untuk tidak menelan mentah-mentah segala informasi yang didapat dari media ya, Ma.

11. Jangan membandingkan dengan orang lain

11. Jangan membandingkan orang lain
familynurture.org

Kebanyakan anak merasa tidak percaya diri karena ia membandingkan dirinya dengan apa yang orang lain miliki. Yuk, ajak anak stop melakukan itu, Ma.

Perlu anak ketahui bahwa setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing. Meski terlihat sempurna di depan, belum tentu di belakang mereka merasa hal yang sama. Jadi, cobalah percaya dengan diri sendiri tanpa membandingkan dengan orang lain.

Mungkin saja anak lebih hebat dalam beberapa hal dari orang lain yang ia bandingkan. Jadi, tetap percaya pada diri sendiri adalah kuncinya. Sebab setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing dalam menjalani hidupnya.

12. Lakukan aktivitas fisik atau olahraga

12. Lakukan aktivitas fisik atau olahraga
Freepik/yanalya

Agar anak merasa nyaman dengan dirinya, cobalah pinta ia untuk melakukan berbagai kegiatan fisik seperti berolahraga di rumah. Ini sangat baik untuk menciptakan suasana hati seseorang dan cara terbaik untuk menyalurkan rasa frustrasi yang terpendam untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang baik bagi tubuh.

Misalnya ketika anak melakukan joging atau lari, setiap waktu yang dihabiskan di alam terbuka membantu meningkatkan endorfin 'merasa nyaman' yang pada gilirannya dapat membantu meningkatkan harga diri dan mengurangi stres serta kecemasan.

13. Cobalah meditasi dan merefleksikannya pada diri

13. Cobalah meditasi merefleksikan diri
Freepik

Percaya atau tidak, musuh terbesar harga diri kita adalah suara di dalam kepala kita sendiri. Untuk itu Mama bisa mengajak anak melawan pikiran-pikiran ini melalui meditasi dan refleksi diri yang cukup.

Misalnya dengan memiliki mantra yang baik untuk diulang terus menerus ketika bermeditasi seperti, "aku bisa karena aku kuat dan tidak takut," maka anak akan terus menanamkan itu di kepalanya. 

Ketika mantra baik tertanamkan, maka anak pun akan semakin percaya diri akan kemampuannya dalam melakukan sesuatu. Jadi, cobalah untuk terus menguatkan anak bahwa ia bisa dan jauhkan pikiran negatif yang bersarang di pikirannya.

14. Bersikap baik pada orang lain

14. Bersikap baik orang lain
Freepik

Dengan bersikap baik pada orang lain, maka akan membuat anak merasa senang dan puas akan apa yang ia lakukan. Ketika anak terus berbuat baik kepada orang sekitarnya, maka ia akan menemukan dirinya menjadi seseorang yang lebih percaya diri dari sebelumnya.

15. Percaya setiap proses

15. Percaya setiap proses
freepik/freepik

Terakhir dari semua tips yang telah dicoba di atas adalah dengan percaya setiap proses yang anak lakukan.

Meski perubahan sering kali membuat anak tidak nyaman, tetapi perubahan ini penting dalam mengubahnya menjadi orang yang lebih baik dikemudian hari.

Perlu anak ketahui bahwa ia tidak menjadi remaja selamanya, beri tahu ia untuk menikmati masa remajanya dan percayalah bahwa segala sesuatu akan terjadi pada waktunya. Jadi cobalah untuk tidak terlalu khawatir tentang apa yang mungkin dipikirkan orang lain tentangnya pada saat ini.

Nah, itu dia tips yang bisa Mama ajarkan pada anak usia remaja dalam membangun percaya diri dan harga dirinya. Ajak anak untuk terus melakukan apa yang membuatnya bahagia, jangan melarangnya, Ma.

Sebab anak yang bahagia, maka akan menumbuhkan rasa percaya diri dan harga diri yang tinggi untuk menjalankan masa remajanya. Semoga informasinya bermanfaat dan semangat selalu ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.