Harus Tega, Ini 5 Tips Mendisiplinkan Anak Berperasaan Sensitif

Semua ini demi kebaikannya, maka itu Mama harus berani tegas

24 November 2020

Harus Tega, Ini 5 Tips Mendisiplinkan Anak Berperasaan Sensitif
Freepik/Prakasit Khuansuwan

Menerapkan kedisiplinan merupakan hal yang penting dalam mengasuh anak. Tiap orangtua punya caranya sendiri dalam menerapkan ketegasan dan kedisplinan. Namun, tiap anak juga punya karakter masing-masing.

Ada yang kuat dan tahan banting, tetapi ada pula yang berperasaan halus dan sensitif. Keduanya perlu mendapatkan didikan kedisiplinan, sebagai bekal kehidupannya di masa mendatang. 

Tidak ada yang salah dengan menjadi sensitif kok, Ma. Seorang anak yang sensitif bisa menjadi anak yang punya welas asih tinggi.

Tetapi, membesarkan anak yang sensitif memang memiliki tantangan pengasuhan tertentu. Mereka cenderung emosional, mudah menangis, khawatir menghadapi masalah dan merasa butuh dijamin agar perasaannya tenang. 

Anak yang sensitif merasakan setiap emosi dengan cukup intens. Mereka bisa menjadi sangat bersemangat, sangat takut atau pun sangat marah.

Berikut Popmama.com merangkum strategi kedisiplinan untuk anak berperasaan sensitif, dilansir dari verywellfamily.com.

1. Terimalah karakter anak anda

1. Terimalah karakter anak anda
Pexel/Trinity Kubassek

Jangan mencoba mengubah temperamen anak Anda. Alih-alih memandangnya sebagai anak yang lemah dan cengeng, cobalah melihat kelebihannya. 

Menganggap sebuah hal mudah bagi seorang anak, bisa jadi sangat sulit bagi anak yang berperasaan sensitif. Jadi, berfokuslah pada bagaimana caranya ia belajar menghadapi emosinya dengan cara yang sesuai secara sosial. 

Ketika Mama merasa frustrasi dan berharap anak mama tidak terlalu peka terhadap perasaannya, ingatlah bahwa kepekaan ini pulalah yang membuat anak mama sangat berbelas kasih dan baik kepada orang lain.

Editors' Picks

2. Tetapkan batasan

2. Tetapkan batasan
Freepik/Wavebreakmedia

Mama mungkin tergoda untuk melunakkan aturan demi menghindari kekecewaan anak. Tetapi ingat, Ma, jika aturan sering dilanggar oleh Mama sendiri, maka dapat merugikan anak di kemudian hari. Bersikaplah fleksibel. Tanamkan di pikiran mama bahwa kedisiplinan ini akan mengajarinya bagaimana menjadi orang yang bertanggungjawab. Jika sering memberikan kelonggaran aturan, nantinya anak tidak siap berurusan dengan dunia nyata yang lebih keras.
 

3. Ajari anak cara menyelesaikan masalah

3. Ajari anak cara menyelesaikan masalah
Freepik/jcomp

Keterampilan memecahkan masalah akan membuat perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari anak yang sensitif. Ajari ia langkah demi langkah mengatasi masalah. Anak berperasaan sensitif akan menumbuhkan rasa kepercayaan diri menangani situasi yang tidak nyaman, tanpa harus dibantu orang lain.
 

4. Gunakan konsekuensi logis

4. Gunakan konsekuensi logis
verywellfamily.com

Anak berperasaan sensitif juga butuh tahu tentang konsekuensi negatif, sama seperti anak-anak yang lain. Hanya karena perasaan anak lebih sensitif, mudah menangis atau merasa sungkan, bukan berarti ia bisa melarikan diri dari konsekuensi lain.

Gunakan konsekuensi logis dan jelaskan padanya. Ini akan membantu anak belajar pelajaran hidup yang berharga. Pastikan konsekuensi yang Mama tawarkan merupakan bentuk kedisiplinan, bukan semata-mata hukuman.

5. Puji usahanya

5. Puji usahanya
Freepik/prostooleh

Anak berperasaan sensitif membutuhkan banyak dorongan dan penguatan dari sekitarnya. Puji usaha yang telah ia lakukan, bahkan ketika ia gagal. Namun ingat, Ma, jangan terlalu berlebihan.

Anak yang sering dipuji justru punya harga diri lebih rendah. Jika ia dipuji karena melakukan sesuatu yang bisa dan umum dilakukan anak lain, bisa jadi anak mama akan menanggapinya dengan berbeda. 

Untuk itu, puji ia atas prosesnya, bukan hanya atas hasilnya. Misalnya, "Mama senang kamu terus berusaha keras memecahkan soal matematika."

Jelaskan padanya bahwa kerja keras dan usaha itu layak dapat pujian, walaupun hasilnya belum memuaskan karena dengan usaha dan kerja keras nantinya ia akan mendapat hasil yang lebih baik. 

Sebagian orang tua mungkin menghindari bersikap disiplin untuk mengurangi konflik dan melukai perasaan anak. Namun, kita tahu bahwa disiplin itu penting untuk membantu anak-anak kita kelak menghadapi dunia luar sebagai orang dewasa.

Strategi-strategi di atas dapat membantu si Anak mendapatkan manfaat dari penerapan kedisiplinan yang bijaksana.

Itulah tips mendisiplinkan anak yang berperasaan sensitif. Semoga tips di atas menginspirasi ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.