Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Refleksi 50 Tahun Save the Children Indonesia: Aksi Nyata untuk Anak
Popmama.com/Syiva Amalia
  • Save the Children Indonesia merayakan 50 tahun kiprahnya sejak 1976 dengan fokus pada pemenuhan hak anak melalui perlindungan, pendidikan, kesehatan, dan kesiapsiagaan bencana di berbagai wilayah Indonesia.

  • Programnya mencakup penguatan PATBM yang menjangkau lebih dari 105 ribu orang, pendidikan bagi 141 ribu penerima, serta advokasi vaksinasi PCV untuk menekan angka pneumonia anak.

  • Sebagai puncak refleksi lima dekade, Save the Children akan menggelar Festival Pahlawan Anak pada 13–16 Agustus 2026 di Gandaria City Jakarta sebagai ajang kolaborasi dan edukasi publik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mendidik dan membesarkan anak tentu punya tantangan tersendiri ya, Ma. Sebagai orangtua, Mama selalu ingin memberikan lingkungan terbaik agar si Kecil bisa tumbuh aman, sehat, dan bahagia.

Tapi di luar sana, realitasnya ternyata tidak selalu mudah.

Menjawab tantangan ini, Save the Children Indonesia hadir merefleksikan 50 tahun perjalanannya sejak tahun 1976. Menjadi lembaga yang secara konsisten bergerak lewat aksi konkrit untuk pemenuhan hak-hak anak-anak Indonesia.

Berkaca dari rekam jejak panjang Save The Children. Berikut sudah Popmama.com rangkum 5 bentuk aksi nyata Save the Children Indonesia yang wajib jadi perhatian para Mama!

1. Penguatan Sistem Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)

Popmama.com/Syiva Amalia

Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak ya Ma. Namun, data nasional menunjukkan bahwa sebagian besar kasus kekerasan fisik dan seksual justru terjadi di lingkungan domestik atau rumah.

Sungguh ironi saat melihat datanya ya Ma. Untuk itu, informasi Ini tentu jadi alarm keras bagi para Mama.

Melihat hal itu Save the Children tidak tinggal diam lho Ma. Mereka fokus mengubah paradigma pengasuhan agar lebih ramah anak dan berbasis keluarga.

Save the Children berupaya dalam memperkuat layanan komunitas dengan mengintegrasikan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Hingga kini, pilar perlindungan sudah berhasil menjangkau lebih dari 105 ribu orang, termasuk 63 ribu anak-anak lho Ma.

2. Intervensi pendidikan demi cegah anak putus sekolah

Instagram.com/savechildren_id

Pendidikan adalah modal utama masa depan anak. Tapi tahu tidak Ma, meskipun angka partisipasi sekolah dasar sudah sangat tinggi, jumlahnya ternyata menurun tajam saat anak memasuki usia SMA.

Bahkan, ada sekitar 29 juta anak di Indonesia yang masih mengalami ketertinggalan belajar. Untuk membantu anak-anak tetap bisa belajar, Save the Children membuat beberapa program pendidikan yang telah disalurkan manfaatnya kepada lebih dari 141 ribu penerima.

Mulai dari memberikan metode belajar remedial berbasis permainan yang menyenangkan untuk murid di wilayah terpencil, hingga melatih life skills bagi puluhan ribu remaja di Bandung dan Cianjur.

3. Memperkuat akses layanan kesehatan dan gizi anak

Instagram.com/savechildren_id

Kesehatan fisik si Kecil adalah fondasi awal untuk tumbuh kembangnya. Sayangnya, Indonesia masih terus berjuang menekan angka stunting, terutama di wilayah Indonesia Timur Ma.

Ditambah lagi, cakupan imunisasi dasar lengkap anak-anak secara nasional ternyata belum sepenuhnya merata lho.

Salah satu bukti kolaborasi terbesar Save the Children adalah lewat Kampanye Stop Pneumonia Ma. Di mana Save the Children berupaya untuk mengadvokasi vaksinasi PCV sebagai pemenuhan hak kesehatan anak.

Advokasi ini sukses mendorong Kementerian Kesehatan memasukkan vaksinasi PCV ke dalam program imunisasi dasar nasional. Aksi nyata ini diproyeksikan bisa menyelamatkan sekitar 10 ribu anak balita di Indonesia dari ancaman pneumonia Ma.

4. Penguatan kesiapsiagaan anak di situasi bencana

Instagram.com/savechildren_id

Tantangan anak zaman sekarang kian kompleks akibat perubahan iklim yang memicu ribuan bencana alam. Seperti saat bencana alam yang terjadi di Sumatera dan Aceh bulan November 2025 lalu.

Situasi darurat ini tidak hanya merusak ribuan sekolah, tapi juga mengganggu kehidupan puluhan ribu keluarga.

Aksi nyata yang dilakukan Save the Children tidak hanya mengirimkan bantuan kemanusiaan tetapi juga pemenuhan hak edukasi anak lho Ma.

Save the Children memberikan bantuan kemanusiaan darurat seperti perlengkapan sekolah dan ruang belajar sementara bagi korban bencana, mereka juga fokus pada edukasi jangka panjang.

Dalam hal ini Save the Children bahkan memberdayakan lebih dari 15 ribu anak dalam program kesiapsiagaan bencana lho Ma.

Juga membentuk wadah CYAN atau Children and Youth Advisory Network, agar anak-anak berani bersuara dan ikut mencari solusi atas isu siber serta perubahan iklim di Indonesia.

5. Festival Pahlawan Anak: aksi kolaborasi massal untuk generasi penerus

Instagram.com/savechildren_id

Sepanjang tahun 2018 hingga 2025, akumulasi jangkauan program Save the Children sudah menyentuh lebih dari 4,5 juta anak dan dewasa di Indonesia Ma.

Ini menjadi bukti kalau kontribusi sekecil apa pun akan sangat berdampak.

Semua capaian besar dan aksi nyata yang dilakukan Save the Children, selama lima dekade ini membuktikan satu hal berharga Ma.

Bahwa menjaga masa depan anak tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan harus lewat kolaborasi bersama.

Seperti penjelasan yang diberikan Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia saat Diskusi Media Peluncuran Festival Pahlawan Anak Dalam Rangka Mengawal Ekosistem Perlindungan Anak.

"Selama 50 tahun, Save the Children Indonesia belajar bahwa perubahan yang paling bermakna tidak pernah lahir dari satu pihak, melainkan dari kolaborasi... Keberpihakan terhadap anak harus diwujudkan melalui kolaborasi yang semakin kuat dan aksi yang konkret.”

Sebagai puncak refleksi 50 tahun, Save the Children Indonesia siap menggelar Festival Pahlawan Anak pada hari Kamis-Minggu, tanggal 13–16 Agustus 2026 di Main Atrium, GF Gandaria City, Jakarta.

Acara seru ini didukung penuh oleh Pemprov DKI Jakarta, Pakuwon Group, Narasi, hingga deretan figur publik seperti Maudy Ayunda dan Najwa Shihab.

Di sini, Mama dan si Kecil bisa menikmati pameran cerita imersif, bincang inspiratif, hingga mencoba educational fun games seperti simulasi tas siaga bencana dan game gizi "Isi Piringku".

Catat tanggalnya dan jangan lupa ajak si Kecil datang ke Festival Pahlawan Anak, ya Ma!

Editorial Team

Related Article