Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Puisi Bertema Hujan untuk Anak SD, Berimajinasi Melalui Alam

Puisi Bertema Hujan untuk Anak SD, Berimajinasi Melalui Alam
Freepik/prostooleh
  • Artikel membahas pentingnya mengenalkan puisi kepada anak SD agar mereka memahami dan melestarikan karya sastra Indonesia sejak dini.
  • Tema hujan dipilih sebagai inspirasi karena dekat dengan kehidupan anak, memunculkan imajinasi serta rasa syukur terhadap alam dan ciptaan Tuhan.
  • Disebutkan pula karya legendaris 'Hujan Bulan Juni' oleh Sapardi Djoko Damono yang menjadi contoh puisi bertema hujan paling populer di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Puisi sebagai karya sastra lama Indonesia sudah mulai diajarkan kepada si Kecil sejak ia memasuki bangku Sekolah Dasar (SD).

Murid-murid SD akan diberikan materi antara lain definisi, jenis-jenis, ciri-ciri, hingga cara membuat puisi yang baik dan benar.

Pengenalan puisi kepada anak-anak tak lain bertujuan agar si Kecil mengetahui karya sastra sehingga puisi-puisi ini tetap lestari hingga generasi selanjutnya.

Walaupun tidak mendalam, setidaknya anak Mama tahu apa itu puisi dan bagaimana bentuknya. Lebih bagus apabila si Kecil mendalami puisi sehingga menjadi penyair hebat.

Terdapat berbagai tema yang bisa Mama dan anak jadikan sebagai inspirasi membuat puisi. Salah satunya adalah puisi-puisi yang mengambil topik besarnya adalah hujan. Berikut rangkuman Popmama.com tentang puisi anak SD bertema hujan. Yuk simak ulasannya bersama.

  1. Puisi Tentang Hujan 2 Bait Bersajak a-a-a-a

    Puisi Tentang Hujan 2 Bait Bersajak a-a-a-a
    Freepik/wirestock

    Pelangi

    Bila hujan telah reda

    Hanya rintik yang tersisa

    Dan matahari mulai bercahaya

    Maka kulihat sesuatu yang indah di sana


    Terpampang pelangi

    Bagaikan selendang berwarna-warni

    Melengkung anggun di ufuk langit

    Rasa kagum merasuk di hati


    Kuharap

    Kuharap hujan segera datang

    Membahasa bumiku yang gersang

    Membasahi sawah dan ladang

    Agar petani merasa senang


    Kemarau panjang belum berhenti

    Panas terik cahaya matahari

    Kuharap Hujan tak lama lagi

    Membasahi bumi ku ini


    Hujan Lagi

    Musim hujan turun kini

    Gemericik air seperti musik alami

    Seiring terdengar suara katak bernyanyi

    Melengkapi suasana sepi


    Bernyanyi duhai sang katak

    Bergembiralah bersama

    Nyanyikan lagu gembira

    Menghibur hati yang lara


    Hujan

    Hujan mulai turun

    Dengan gerimis yang ringan

    Lalu perlahan-lahan

    Hujan deras datang


    Basah lah jalan

    Begitu pula dengan kebun

    Hujan datang menyapa

    Untuk menumbuhkan tanaman


    Alam

    Lihatlah di keluasan alam

    Saat awan turun kan hujan

    Airnya mengalir begitu deras

    Dari gunung sungai hingga ke pantai


    Dengan air bumiku hidup

    Menyegarkan pepohonan

    Membersihkan udara

    Dan menumbuhkan tanaman.

  2. Puisi Tentang Hujan 2 Bait Bersajak Bebas

    Puisi Tentang Hujan 2 Bait Bersajak Bebas
    www.chemwatch.net

    Termenung

    Apakah aku hanya termenung

    Saat memandang hujan turun

    Mungkin karena membawa damai

    Membuat sawah ladang begitu Permai


    Hujan adalah anugerah Tuhan

    Kepadanya kita bersyukur

    Tanpa air hanya kematian

    Dan bumi tak mungkin subur


    Kenangan saat Hujan

    Akan ku kenang selalu

    Saat bermain di bawah hujan

    Dengan Hati penuh kegembiraan

    Bermain bersama dengan kawan


    Akan aku simpan

    Kenangan indah di bawah hujan 

    Sebuah kenangan yang tak terulang

    Namun indahnya tak terbilang


    Rintik-Rintik

    Hujan turun rintik-rintik

    Dari balik jendela aku memandang

    Hujan terus menari-nari

    Hari belum juga terang


    Damai Hati memandangmu

    Damai Hati mendengar suaramu

    Walau udara terasa dingin

    Namun jiwaku terasa hangat


    Gerimis

    Rintik-rintik air hujan

    Suara gemericik air pancuran

    Angin sepoi terasa dingin mencekam

    Menggigit terasa sampai ke tulang


    Air mengalir memenuhi halaman

    Dedaunan menarik bak jaipongan

    Pepohonan bergoyang bergantian

    Menambah asik pemandangan


    Hujan oh Hujan

    Hujan oh hujan

    Betapa aku gembira

    Ketika engkau datang

    Lalu turun dengan derasnya


    Aku senang bermain

    Di bawah guyuran air jernih mu

    Walaupun dingin aku tak peduli

    Yang penting bahagia dalam hati

  3. Puisi Bertema Hujan Terdiri dari 3 Bait dengan Sajak Bebas

    Puisi Bertema Hujan Terdiri dari 3 Bait dengan Sajak Bebas
    www.romper.com

    Gerimis

    Semenjak pagi

    Hujan telah turun

    Rintik-rintik tak berkesudahan

    Walau hari telah siang


    Hujan adalah anugerah

    Dari Tuhan Yang Maha kuasa

    Turunnya begitu indah

    Membuat kita terpesona


    Gerimis rintik tak pernah henti

    Bumi ini pun dibasahi

    Namun lihat lah para petani

    Turun ke sawah gembira hati


    Deras

    Awan hitam bergulung gulung

    Bumi pun tampak suram

    Suara petir menggelegar

    Membuat jantung berguncang


    Tiba-tiba

    Hujan turun

    Begitu derasnya

    Membasahi apa yang ada


    Halaman rumah penuh air

    Jalan-jalan pun tergenang

    Banyak kota terendam banjir

    Bagaikan kolam untuk berenang


    Hujan di Pagi Hari

    Kubuka mataku

    Fajar Pagi telah menyingsing

    Waktu pagi telah tiba

    Tetapi kudengar alunan suara


    Hujan turun menimpa atap

    Suaranya merdu di telinga

    Hatiku merasa gembira

    Suara hujan mengusir senyap


    Perlahan-lahan aku buka jendela

    Ingin ku lihat di luar sana

    Hujan yang turun renyai

    Menghadirkan rasa damai


    Puisi Hujan
    Oleh: Nurul Cancerbluesky Azizah

    Langit tampak mendung

    Awan berwarna kelabu

    Karena hujan mau turun

    Hujan yang deras


    Menyirami yang semua

    Yang ada di bumi

    Dengan rintik - rintik

    Menjadi air bergelombang


    Hujan yang turun di langit

    Adalah anugerah Sang Tuhan

    Yang diturunkan

    Untuk kehidupan


    Hujan di Bulan Juni

    Hujan di bulan Juni

    Ada rintik yang mengikis rindu

    Pada dingin yang bekukan kalbu

    Ketika malam menatap senja yang berlalu


    Pada gerimis yang lalu aku bercerita

    Tentang sepotong hati yang engkau bawa

    Saat dingin mulai bertahta

    Pada jiwa yang meronta


    Hujan di bulan Juni,

    Hadirkan pilu di setiap genangan

    Pada sepenggal kisah yang jadi kenangan

    Dua manusia yang saling bertautan

  4. Puisi Populer Tema Hujan Karya Sapardi Djoko Damono

    Puisi Populer Tema Hujan Karya Sapardi Djoko Damono
    Instagram.com/damonosapardi/zani6060

    Sapardi Djoko Damono merupakan sastrawan hebat Indonesia sekaligus pernah menjabat sebagai Guru Besar di fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI). Sebagai sastrawan, Sapardi Djoko Damono berhasil melahirkan karya, seperti buku hingga puisi.

    Salah satu puisi Sapardi Djoko Damono yang terkenal adalah "Hujan Bulan Juni" yang diciptakan pada tahun 1989. Kepopuleran puisi ini kemudian bertransformasi menjadi sebuah novel dengan judul yang sama. Sama seperti puisinya, ternyata buku ini juga mendapat sambutan hangat dari para pembaca.

    Akhirnya, pada tahun 2017 novel tersebut diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama. Berikut syair puisi "Hujan Bulan Juni."

    Hujan Bulan Juni

    Tak ada yang lebih tabah
    Dari hujan bulan Juni
    Dirahasiakannya rintik rindunya
    Kepada pohon berbunga itu

    Tak ada yang lebih bijak
    Dari hujan bulan Juni
    Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
    Yang ragu-ragu di jalan itu

    Tak ada yang lebih arif
    Dari hujan bulan Juni
    Dibiarkannya yang tak terucapkan
    Diserap akar pohon bunga itu

    Demikian uraian mengenai puisi bertema hujan untuk anak SD. Asah terus kreativitas dan imajinasi si Kecil melalui hal-hal sederhana. misalnya dengan membuat puisi dengan tema hujan atau topik lainnya yang dekat dengan kehidupan anak Mama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More