Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Siswa di Medan Keracunan MBG, Orangtua Meminta Kejelasan
Pinterest.com/elviyeee & Instagram.com/dr.antoniusginting
  • Sebanyak 265 siswa dari tiga sekolah di Kabupaten Karo dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengonsumsi MBG dari SPPG Karo Berastagi Sempajaya.
  • Para orangtua memprotes minimnya transparansi terkait penyebab keracunan dan obat yang diberikan, karena khawatir terhadap kondisi kesehatan anak mereka.
  • Kepala BGN menyebut ada kelalaian pengolahan ikan yang dibiarkan lebih dari 12 jam pada suhu ruang; SPPG terkait akan ditutup dan kasus diusut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah banyaknya kasus siswa keracunan setelah mengkonsumsi MBG, terdapat kasus terbaru di Kota Medan.

Pada hari Kamis, 13 Agustus 2026 terjadi keracunan massal pada siswa yang diduga setelah memakan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. 

Kejadian ini tidak hanya terjadi pada 1 sekolah melainkan 3 sekolah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Hal tersebut dikarenakan ketiga sekolah mendapatkan MBG dari SPPG yang sama, yaitu SPPG Karo Berastagi Sempajaya.

Berikut Popmama.com rangkum peristiwa siswa keracunan massal setelah mengkonsumsi MBG.


1. Keracunan massal siswa

TikTok.com/jakartarayaadmin

Diketahui keracunan massal siswa yang terjadi di SMAN 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, dan SMK Swasta Bersama, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Diduga setelah mengkonsumsi MBG, sejumlah siswa mengalami mual, pusing, sakit perut, mulut gatal, gatal pada kulit, hingga sesak nafas.

Sebanyak 202 siswa SMAN 1 Berastagi, 25 siswa SMA Swasta Bersama dan 38 siswa SMK Swasta Bersama kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sampai saat ini diketahui terdapat siswa yang dirawat di ruang PICU karena terjadi penurunan kesadaran. Juga terdapat beberapa siswa yang telah dinyatakan membaik dan sembuh. 

2. Permintaan transparansi orangtua

TikTok.com/hot_topic_terkini

Kemudian para orangtua yang anaknya keracunan MBG turut memprotes kejadian ini. Pasalnya tidak ada transparansi atas kejelasan keracunan yang dialami oleh anak mereka. 

Salah satunya datang dari ibu Fitriani Beru Dijabat yang menyebutkan "Kami enggak mau sebagai orangtua kalau anak-anak kami dikasih obat, tapi racunnya kami tidak tahu seperti apa. Itu obat udah pasti merusak ginjal anak kami ya, pak"

dilanjutkannya kembali "Saya sebagai orangtua tidak terima. Jadi permintaan saya dah harapan saya paling besar itu, Pak, kalau bisa secepatnya diumumkan racun apa yang terdeteksi di dalam ikan dan sayur yang dimakan oleh anak-anak kami."


3. Kelalaian pengolahan

Pinterest.com/arsan_architect

Kepala BGN, Sudaryono, meminta maaf kepada orangtua terdampak dan menjelaskan bahwa ia akan mengusut kasus hingga tuntas serta menutup SPPG terkait untuk ditutup dan memberhentikan pihak yang bertanggung jawab. 

Sudaryono juga menjelaskan bahwa terdapat kelalaian pengolahan, salah satunya adalah ikan yang seharusnya dimasukkan ke dalam freezer justru ditaruh di suhu ruang dengan kondisi lebih dari 12 jam. 

Melalui peristiwa ini, Mama yang memiliki anak usia sekolah dan mendapatkan MBG tetap berhati-hati.

Mama dapat mengajarkan kepada si Anak untuk selalu memeriksa makanan yang didapatkan, seperti bau tak sedap atau bentuk makanan yang tidak wajar.

Antisipasi tersebut dilakukan demi keselamatan dan kesehatan si Anak.


Editorial Team

Related Article