Anak Masuk SD? Kenali Kurikulum Sekolah dan Metode Belajarnya

- Cambridge menekankan bahasa Inggris, penguasaan konsep, berpikir kritis, dan evaluasi internasional; Pearson menggabungkan akademik, teknologi, kewargaan global, serta ujian berkala.
- Montessori mendorong eksplorasi mandiri melalui kelas multiusia dan alat peraga, sedangkan IB-PYP memakai pertanyaan, proyek, dan diskusi untuk membangun kepercayaan diri.
- Kurikulum Merdeka fokus pada materi esensial, karakter, dan proyek P5; IPC menawarkan pembelajaran interaktif-kontekstual. Pemilihan kurikulum perlu disesuaikan dengan karakter, kebutuhan, dan gaya belajar anak.
Memilih SD untuk anak kini tak lagi sesederhana memilih sekolah yang lokasinya paling dekat dari rumah ya Ma.
Ternyata beda kurikulum, beda pula pendekatan dan metode belajar yang akan dialami anak setiap hari lho Ma.
Biar nggak salah pilih jalur pendidikan untuk masa depannya, sudah Popmama.com rangkum informasi mengenai 6 kurikulum SD favorit beserta metode belajarnya.
Informasi ini bakal jadi modal penting Mama saat mendatangi school tour nanti! Disimak yuk Ma.
Table of Content
1. Kurikulum Cambridge

Popmama.com/Syiva Amalia/AI Melansir dari informasi resmi dari Cambridge Assessment International Education, kerangka Cambridge Primary ini dirancang khusus untuk anak usia 5–11 tahun untuk membangun pondasi belajar yang kuat secara global Ma.
Menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama.
Pembelajarannya difokuskan pada penguasaan konsep mendalam di mata pelajaran inti seperti bahasa Inggris, Matematika, dan Sains serta pengembangan Global Perspectives Ma.
Keunggulan kurikulum ini tidak menekankan hafalan Ma, melainkan melatih critical thinking dan problem solving.
Di akhir semester, akan ada evaluasi standar internasional bernama Cambridge Primary Checkpoint Ma. Hal ini penting untuk mengukur kemampuan anak secara obyektif.
Sekolah yang memakai kurikulum Cambridge cocok dipilih untuk anak Mama yang suka pola belajar terstruktur dan memiliki rasa ingin tahu akademis yang tinggi Ma.
2. Kurikulum Montessori

Popmama.com/Syiva Amalia/AI Menginjak usia SD, apakah anak tipe yang aktif bereksplorasi?
Kalau iya, kurikulum Montessori mungkin bisa jadi pertimbangan utama Ma.
Menurut Association Montessori Internationale (AMI), kelas SD Montessori menerapkan sistem multi-age classroom di mana anak dari beberapa jenjang usia belajar di satu ruangan untuk melatih kolaborasi sosialnya.
Dalam pembelajaran menggunakan kurikulum Montessori, anak tidak duduk diam mendengarkan ceramah guru di depan papan tulis.
Sebaliknya, anak belajar menggunakan material peraga khusus secara mandiri lho.
Tanpa adanya tekanan ujian mingguan atau kompetisi ranking, anak diajak untuk mencintai proses belajar itu sendiri. Sangat pas untuk anak yang aktif, kreatif, dan mandiri ya Ma!
3. Kurikulum International Baccalaureate (IB)

Popmama.com/Syiva Amalia/AI Pernah melihat anak SD yang jago presentasi dan berani mengemukakan pendapat di depan umum Ma?
Pembentukan karakter percaya diri seperti ini adalah ciri khas utama dari kurikulum IB-PYP lho Ma.
Dalam ulasan kurikulum sekolah di Indonesia melansir dari Ganesha Operation, kurikulum IB untuk anak usia 3–12 tahun sangat berfokus pada pendekatan Inquiry-Based Learning atau pembelajaran berbasis rasa ingin tahu Ma.
Di kelas IB-PYP, guru berperan sebagai fasilitator Ma, bukan hanya sekadar memberi instruksi.
Anak diajak belajar lewat pertanyaan-pertanyaan pemantik dari presentasi proyek kelompok, dan diskusi interaktif Ma.
Pendekatan ini bikin anak makin percaya diri dan tidak takut salah dalam belajar lho.
4. Kurikulum Nasional

Popmama.com/Syiva Amalia/AI Sebagai kurikulum resmi pemerintah Indonesia, Kurikulum Merdeka hadir memberikan fleksibilitas lebih bagi sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa di jenjang SD Ma.
Berdasarkan informasi resmi dari Kemendikbudristek RI, Kurikulum Merdeka dirancang untuk mengatasi pemulihan pembelajaran dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan fleksibilitas bagi pendidik lho Ma.
Fokus utamanya tidak lagi mengejar ketuntasan hafalan materi, melainkan pemahaman konsep Ma.
Salah satu pilar utama Kurikulum Merdeka adalah kegiatan berbasis proyek, yaitu Kokurikuler atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5.
Melalui proyek ini, anak diajak belajar nilai-nilai gotong royong, kemandirian, nalar kritis, dan kearifan lokal secara langsung di luar jam kelas biasa Ma.
Mama yang ingin anaknya memiliki pondasi kebangsaan dan nilai Pancasila yang kuat, kurikulum Merdeka bisa jadi pertimbangan ya Ma.
5. Kurikulum IPC

Popmama.com/Syiva Amalia/AI Bagaimana rasanya kalau belajar di sekolah terasa seperti petualangan eksplorasi setiap minggunya?
Inilah konsep utama yang diusung oleh IPC atau International Primary Curriculum Ma.
Melansir panduan resmi ICA, kurikulum bertaraf internasional ini memadukan akademis dengan pengembangan wawasan global secara menyenangkan lho Ma.
Setiap topik pembelajaran dimulai dengan kegiatan pemantik yang bikin anak penasaran lalu diakhiri dengan anak mempresentasikan hasil karyanya Ma.
Kurikulum IPC ini menghilangkan rasa takut anak terhadap sekolah lho. Karena anak diajak memahami gambaran besar suatu ilmu lewat kegiatan yang interaktif dan kontekstual Ma.
Anak yang gampang bosan dengan metode ceramah di kelas dan membutuhkan stimulasi belajar yang dinamis serta visual, bisa Mama pertimbangan untuk mencari sekolah dengan memakai kurikulum ini ya.
6. Kurikulum Pearson

Popmama.com/Syiva Amalia/AI Ingin anak tidak hanya jago bahasa Inggris dan Sains, tapi juga punya kecakapan teknologi sejak usia SD Ma?
Kurikulum Pearson iPrimary bisa jadi opsi yang sangat relevan dengan perkembangan zaman lho.
Melansir informasi resmi dari Pearson Edexcel, kurikulum asal Inggris ini memadukan standar akademis ketat dengan keterampilan abad ke-21.
Di kurikulum ini anak dibimbing mempelajari materi utama bahasa Inggris, Matematika, dan Sains sekaligus diperkenalkan pada dunia komputer dan kewargaan global Ma.
Dengan dukungan ujian berkala yang diakui secara global, Mama bisa memantau secara pasti sejauh mana perkembangan kemampuan akademis anak dibanding standar internasional.
Nah, itu dia 6 jenis kurikulum SD populer yang bisa Mama pertimbangkan. Ingat ya, Ma, tidak ada istilah kurikulum yang paling sempurna yang ada adalah kurikulum yang paling cocok dengan karakter, kebutuhan, dan gaya belajar anak.
Dari ke-6 kurikulum di atas, mana nih yang paling pas buat anak Mama?





















