Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Viral Siswi MI di Kalbar Jadi Korban Perundungan, Dijerat Tali Rafia Bekas MBG
Popmama.com/Ninda Anisya/AI
  • Seorang siswi kelas 5 MIS di Kubu Raya, Kalbar, menjadi korban perundungan oleh tiga temannya yang menjerat lehernya dengan tali plastik bekas wadah makan program MBG.
  • Korban mengalami bekas jeratan di leher namun kondisinya kini membaik dan dapat beraktivitas normal setelah insiden yang terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026.
  • Pihak sekolah melakukan mediasi dan memberi sanksi tegas berupa pengeluaran bertahap bagi ketiga pelaku, sambil tetap mengutamakan pendekatan edukatif karena mereka masih di bawah umur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kasus perundungan menimpa seorang siswi kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Dalam pemberitaan yang viral di media sosial, korban diduga dianiaya tiga temannya menggunakan tali plastik bekas wadah makan program MBG hingga lehernya meninggalkan bekas jeratan.

Mengutip dari media lokal setempat, Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade S membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, korban diketahui berinisial AZ.

Insiden ini pun viral di media sosial dan menjadi sorotan banyak pihak, termasuk orangtua. Berikut Popmama.com rangkumkan informasi selengkapnya.

1. Kronologi awal terjadi di dalam kelas

Magnific/freepik

Menurut keterangan Aiptu Ade, kejadian bermula ketika korban sedang duduk di dalam kelas.

Seorang teman sekelasnya bersama dua rekannya mendatangi korban dan meminta bertukar kursi dengan alasan kursi milik pelaku tidak nyaman digunakan.

Korban sempat menolak permintaan tersebut, yang kemudian memicu emosi pelaku. Salah satu pelaku lalu menyuruh dua rekannya mengambil tali plastik rafia bekas pengikat wadah makan dari program MBG.

Ketiga pelaku kemudian mengalungkan tali tersebut ke leher korban dan menariknya hingga korban merasa sesak dan mual.

2. Korban alami bekas luka jeratan di leher

Magnific/KamranAydinov

Melihat kejadian itu, beberapa teman sekelas korban langsung berusaha melerai dan melepaskan tali yang menjerat leher korban sehingga tarikan dapat dihentikan.

Akibat peristiwa yang terjadi pada Kamis (14/5/2026) tersebut, korban mengalami bekas jeratan pada bagian leher. PIhak polisi memastikan kondisi korban saat ini sudah membaik.

Meskipun terdapat bekas jeratan akibat tarikan tali plastik oleh para pelaku, korban tidak mengalami gangguan kesehatan dan dapat beraktivitas secara normal.

3. Dilakukan mediasi, tapi pelaku tetap dikeluarkan bertahap

Magnific/freepik

Sehari setelah kejadian, mediasi pun dilakukan di MIS Faturrahman.

Kesepakatan damai diawali oleh pembinaan oleh Bhabinkamtibmas Desa Durian, Aiptu Sarjo, bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya. Kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Meski demikian, pihak sekolah tetap memberi sanksi tegas berupa pengeluaran bagi ketiga pelaku. Namun, proses pemberhentian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hak pendidikan anak-anak tersebut.

Pihak madrasah masih memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikan ujian akhir dan memperoleh nilai kenaikan kelas. Setelah tahun ajaran selesai, baru dilakukan proses perpindahan.

Polisi menambahkan bahwa pendekatan problem solving dipilih sebagai langkah pembinaan dan perlindungan, karena seluruh pihak masih berstatus anak di bawah umur, sehingga pendekatan edukatif lebih diutamakan.

Dari adanya kasus ini, pihak sekolah mau pun orangtua diminta agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak. Selain itu, tanamkan empati sejak dini agar anak tidak menjadi pelaku perundungan.

Laporkan segera ke pihak sekolah jika anak menunjukkan tanda-tanda menjadi korban kekerasan, sekecil apa pun bentuknya.

Editorial Team