Wah, Anak Mama Bisa Pikun Usia Dini, Ini Tandanya!

Nyatanya, pikun juga bisa dialami anak-anak dan perlu mendapatkan perhatian medis khusus

19 September 2019

Wah, Anak Mama Bisa Pikun Usia Dini, Ini Tandanya
Freepik

"Masih muda kok sudah pikun?"

Mungkin Mama tak asing dengan kata-kata ini. Seringkali pikun dihubungkan dengan usia seseorang, sehingga merupakan hal yang mengherankan jika seseorang yang masih mudah mulai berkurang ingatannya.

Pikun adalah istilah klinis untuk sindrom penurunan ingatan dan daya pikir, termasuk kemampuan untuk berpikir, mengingat, dan menggunakan logika dengan baik. Pikun biasanya ditandai dengan kondisi di mana seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengingat apa yang telah mereka lakukan sebelumnya. 

Memang, sebagian besar kasus pikun di dunia dialami oleh orang lanjut usia. Namun, siapa sangka, nyatanya pikun juga bisa dialami orang muda, bahkan anak-anak? 
 

Pikun Pada Anak Seringkali Tak Dapat Mengingat Peristiwa Tertentu

Pikun Anak Seringkali Tak Dapat Mengingat Peristiwa Tertentu
Pixabay/shapkasushami

Sebenarnya sangat sulit untuk menentukan apakah anak mengalami masalah yang berkaitan dengan penurunan daya ingatnya atau tidak. Apalagi, jika si Anak tidak menganggap hal itu sebagai sebuah masalah sehingga tidak mengungkapkannya kepada orangtua.

Namun, penting menjadi perhatian khusus jika suatu saat Mama mendapati anak tidak dapat mengingat peristiwa tertentu, orang, tempat atau hal yang dia harus ingat, bahkan jika Mama bertanya padanya berulang kali. Bisa jadi itu merupakan tanda awal dari pikun usia dini yang dialami oleh anak. 

Editors' Picks

Mengapa Anak Bisa Mengalami Pikun di Usia Dini?

Mengapa Anak Bisa Mengalami Pikun Usia Dini
Freepik/Luis_molinero / Freepik

Dilansir dari livestrong.com, sebenarnya ada banyak faktor pencetus pikun dini. Faktor penyebabnya, antara lain: trauma yang mungkin pernah dialaminya di masa lalu, penurunan daya ingat ini bisa terjadi karena anak mengalami gegar otak, pengaruh obat, keracunan, gangguan stres, kekurangan gizi, penggunaan narkoba, diabetes hingga tumor otak.  

Karena itu, Popmama.com menyarankan para orangtua untuk segeralah mencari perawatan medis jika anak mengalami benturan atau kecelakaan yang menimpa bagian kepala. Hal ini penting dilakukan secepatnya untuk mencegah terjadinya gegar otak pada anak. 

Pikun Tanda Ada Bagian Otak yang Rusak

Pikun Tanda Ada Bagian Otak Rusak
Freepik/fwstudio

Penyebab pikun pada seseorang bisa juga disebabkan karena ada bagian otaknya yang rusak atau mengalami kegagalan fungsi. Stroke, misalnya. 

Seperti halnya pikun, stroke juga bisa menyerang siapapun, termasuk anak. Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Penyebab terjadinya stroke pada anak bisa jadi berbeda pada stroke yang dialami orang dewasa.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, selain dapat menyebabkan terjadinya kehilangan memori atau daya ingat, stroke pada anak juga dapat menimbulkan gangguan lain seperti hilangnya aktivitas otak, kesulitan berbicara hingga kelumpuhan.

Penyakit pikun sebenarnya tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika Mama merasa bahwa pikun pada anak sudah cukup parah, ada baiknya Mama mengajaknya berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Pada tahapan awal, dokter akan memeriksa riwayat pengobatan dan kesehatan dengan bantuan ahli saraf dan psikiater. Kemudian, dokter akan menyarankan serangkaian pemeriksaan, termasuk CT scan, MRI, ataupun PET scan, untuk menemukan akar masalah dan mencari pengobatan demi mencegah terjadinya komplikasi di masa depan.

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!