Gunung berapi kembali menunjukkan aktivitasnya, hal ini tentu membuat orangtua perlu lebih waspada. Terutama jika wilayah tempat tinggal terdampak abu vulkaniknya.
Abu vulkanik mungkin terlihat seperti debu biasa. Namun, partikel yang sangat kecil di dalamnya dapat terhirup dan mengganggu saluran pernapasan, sekaligus menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, hingga kulit.
Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih seperti yang diingatkan oleh IDAI.
Pasalnya, sistem pernapasan mereka masih berkembang dan anak cenderung bernapas lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Kondisi tersebut membuat anak dapat menghirup lebih banyak udara yang tercemar abu vulkanik.
Lantas, apa yang bisa dilakukan orangtua untuk melindungi si Kecil ketika terjadi hujan abu akibat aktivitas Gunung Merapi, berikut Popmama.com sudah merangkumnya.
