Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Ada Gangguan Penglihatan, Orangtua Ini Ajak Anaknya Keliling Dunia

Ada Gangguan Penglihatan, Orangtua Ini Ajak Anaknya Keliling Dunia
Instagram.com/pleinleursyeux
  • Tiga dari empat anak Edith Lemay dan Sébastien Pelletier, keluarga asal Kanada, didiagnosis retinitis pigmentosa. Penyakit genetik tersebut dapat mengurangi kemampuan penglihatan secara perlahan.

  • Orangtua tersebut mengajak keempat anaknya berkeliling dunia agar Mia, Colin, dan Laurent dapat melihat serta merasakan langsung beragam keindahan sebelum penglihatan mereka semakin terbatas.

  • Perjalanan dimulai dari Kanada pada Juli 2021, dilanjutkan secara internasional pada Maret 2022 ke Namibia, Mongolia, Indonesia, dan negara lain untuk membangun kenangan bersama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kisah haru datang dari sebuah keluarga asal Kanada, Edith Lemay dan Sébastien Pelletier yang memiliki empat orang anak, tetapi tiga di antaranya, yaitu Mia, Colin, dan Laurent, didiagnosis mengalami retinitis pigmentosa. Penyakit genetik tersebut secara perlahan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.

Kondisi itu membuat kedua orangtua ingin memberikan pengalaman yang berkesan untuk anak-anak mereka. Mereka tidak ingin sang buah hati hanya mengenal berbagai keindahan dunia melalui foto atau buku, sehingga keluarga ini memutuskan untuk memilih mengajak anak-anaknya menjelajahi dunia bersama.

Perjalanan keluarga pun membawa mereka mengunjungi sejumlah negara dan melihat berbagai pemandangan secara langsung. Berikut Popmama.com telah merangkum kisah keluarga Edith dan Sébastien yang mengajak anak-anaknya keliling dunia untuk menciptakan sebanyak mungkin kenangan.

Yuk, disimak!

  1. 1. Tiga dari empat anak mengalami retinitis pigmentosa

    Tiga dari empat anak mengalami retinitis pigmentosa
    Instagram.com/pleinleursyeux

    Edith Lemay dan Sébastien Pelletier memiliki empat orang anak, yaitu Mia yang berusia 12 tahun, Leo 9 tahun, Colin 7 tahun, dan Laurent 5 tahun. Namun, tiga dari mereka, yakni Mia, Colin, dan Laurent, didiagnosis mengalami retinitis pigmentosa.

    Retinitis pigmentosa merupakan penyakit genetik yang dapat menyebabkan kemampuan penglihatan berkurang secara perlahan. Kondisi ini membuat keluarga tersebut menghadapi kemungkinan bahwa penglihatan ketiga anak mereka akan semakin terbatas seiring waktu.

    Meski menghadapi situasi yang tidak mudah, Edith dan Sébastien berusaha memberikan pengalaman terbaik untuk anak-anaknya. Mereka kemudian memikirkan cara agar ketiga anak tersebut dapat menyimpan sebanyak mungkin kenangan tentang berbagai keindahan yang ada di dunia.

  2. 2. Ajak anak keliling dunia untuk ciptakan kenangan

    Ajak anak keliling dunia untuk ciptakan kenangan
    Instagram.com/pleinleursyeux

    Edith dan Sébastien kemudian memutuskan untuk membawa keempat anak mereka melakukan perjalanan ke berbagai negara. Keputusan tersebut dilakukan agar anak-anak dapat melihat dan merasakan langsung berbagai tempat yang mungkin suatu hari hanya dapat mereka kenang melalui ingatan.

    Bagi keluarga ini, perjalanan tersebut bukan sekadar liburan bersama. Setiap tempat yang dikunjungi menjadi kesempatan bagi Mia, Colin, dan Laurent untuk menciptakan kenangan visual sebelum kemampuan penglihatan mereka semakin berkurang.

    Kedua orangtua tersebut juga ingin anak-anaknya memiliki pengalaman yang dapat dikenang sepanjang hidup. Oleh karena itu, perjalanan keluarga menjadi cara mereka memberikan momen-momen berharga sekaligus menghabiskan waktu bersama.

  3. 3. Perjalanan dimulai dari Kanada hingga Korea Selatan

    Perjalanan dimulai dari Kanada hingga Korea Selatan
    Instagram.com/pleinleursyeux

    Perjalanan keluarga Edith dan Sébastien dimulai dari Kanada pada Juli 2021. Kemudian, pada Maret 2022, mereka melanjutkan perjalanan internasional dengan mengunjungi Namibia dan terus menjelajahi berbagai negara lainnya.

    Perjalanan tersebut membawa mereka ke Mongolia, Mesir, Nepal hingga Korea Selatan. Berbagai tempat yang dikunjungi memberikan kesempatan bagi keempat anak untuk melihat langsung lingkungan, budaya, serta pemandangan yang berbeda dari kehidupan mereka sehari-hari di Kanada.

    Perjalanan panjang itu akhirnya menjadi bagian penting dari kisah keluarga mereka. Bagi Edith dan Sébastien, setiap destinasi bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga tentang menciptakan kenangan indah bersama anak-anak yang dapat mereka bawa seumur hidup.

    Itu dia kisah keluarga Edith dan Sébastien yang mengajak anak-anaknya keliling dunia untuk menciptakan sebanyak mungkin kenangan.

    Perjalanan tersebut menjadi cara kedua orangtua menciptakan sebanyak mungkin kenangan indah bersama anak-anak, sekaligus menunjukkan bahwa cinta orangtua dapat hadir dalam berbagai bentuk yang begitu berarti.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More