7 Cara Menghentikan Kebiasaan Anak Mengonsumsi Makanan Manis

Kurangi makanan manis dan ubah pola makan si Kecil

14 September 2020

7 Cara Menghentikan Kebiasaan Anak Mengonsumsi Makanan Manis
Freepik/drobotdean

Tidak dapat dibantah lagi jika anak-anak sangat menyukai makanan manis. Mereka akan merasa sangat senang bila mendapatkan permen, coklat, ataupun kue.

Berbeda dengan anak-anak, kebiasaan makan makanan manis atau sugar craving ini membuat orangtua khawatir. Apalagi jika si Kecil makan makanan manis secara berlebihan dan sulit sekali untuk diberitahu. Sebab makanan manis dalam jumlah berlebih tidaklah baik bagi tubuh. Mereka dapat menimbulkan obesitas, sakit gigi, juga gizi tidak seimbang. 

Diperlukan campur tangan dari orangtua guna menghindari anak dari bahaya mengonsumsi makanan manis secara berlebih. Mama sebaiknya turun tangan dalam membatasi dan mengatur pola makan si Kecil setiap harinya, termasuk mengurangi konsumsi makanan-makanan manis. 

Popmama.com akan membantumu mengatasi masalah satu ini dengan memberikan 7 cara menghentikan kebiasaan anak mengonsumsi makanan manis. Mama penasaran bagaimana? Simak saja pembahasannya dalam artikel ini!

1. Konsumsi dalam jumlah sedikit

1. Konsumsi dalam jumlah sedikit
Pixabay/u_96tmu9c4

Menyuruh anak untuk berhenti makan makanan manis rasanya cukup sulit. Tapi Mama dapat melakukannya dengan mengurangi jumlah makanan manis yang ia makan secara perlahan. 

Biarkan anak-anak menikmati makanan manis kesukaannya, namun dalam jumlah yang lebih sedikit. Jika anak mama terbiasa mengonsumsi satu buah kue setiap harinya, Mama dapat menguranginya menjadi setengah setiap hari. 

Mama juga dapat mengatur waktu-waktu tertentu anak boleh menikmati makanan manis, seperti mengijinkannya makan coklat di setiap akhir pekan. 

2. Beralihlah ke makanan dengan pemanis alami

2. Beralihlah ke makanan pemanis alami
Pixabay/matthiasboeckel

Umumnya, makanan manis kesukaan si Kecil dibuat dengan pemanis buatan yang tentu tidaklah menyehatkan. Daripada memberikan makanan tersebut, bagaimana jika Mama memberikan si Kecil makanan dengan pemanis alami. 

Ada banyak pilihan makanan dengan pemanis alami yang juga menyehatkan, salah satunya merupakan buah-buahan. Tidak hanya manis, buah juga mengandung berbagai nutrisi dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Mengonsumsi makanan manis ini dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat. 

Contoh buah-buahan manis yang dapat menjadi pilihan diantaranya ialah mangga dan juga anggur. 

Editors' Picks

3. Beraktivitas fisik rutin

3. Beraktivitas fisik rutin
Pixabay/DLimadesign

Aktivitas fisik perlu dilakukan setiap harinya. Selain merupakan gaya hidup sehat, aktivitas fisik nyatanya dapat menjauhkan anak dari makanan-makanan manis. 

Ketika anak mama bergerak, mekanisme otak akan menghasilkan hormon endorfin. Hormon serupa juga dihasilkan otak ketika tubuh mengonsumsi makanan tinggi gula. 

Bukan hanya itu, beraktivitas dapat mengalihkan pikiran anak dari rasa lapar dan membantu tubuh menyerap nutrisi dengan lebih baik. 

4. Makan secara teratur

4. Makan secara teratur
Freepik

Ketika anak suka mengonsumsi makanan yang manis, sebenarnya itu dapat disebabkan karena ia merasa lapar. Sebab saat perutnya merasa kenyang, si kecil enggan untuk kembali mengonsumsi makanan, meskipun mereka sangatlah manis.  

Cara mengatasinya dapat Mama lakukan dengan memperbaiki waktu makan si Kecil. Mama dapat membiasakannya makan 4-6 jam sekali guna mencegah rasa lapar. Namun tentunya tetap batasi porsi makanan yang ia konsumsi. 

Melakukan ini dapat membantu si Kecil terhindar dari bahaya makan makanan manis secara berlebih.

5. Tidur yang cukup

5. Tidur cukup
Freepik

Ternyata waktu tidur si Kecil juga ikut mempengaruhi kebiasaannya makan makanan manis. Ketika ia tidur dengan cukup, tubuhnya tidak mudah merasa lelah, ia pun akan merasa sehat dan bertenaga. 

Dengan kata lain, tidur yang cukup dapat menjaga tubuh dari rasa lapar yang berlebihan dan membuatnya lebih bertenaga. Kembali lagi, ketika si Kecil bersemangat dan tidak merasa lapar, ia lebih memilih untuk tidak mengonsumsi makanan manis. 

6. Batasi Mengonsumsi minuman yang manis

6. Batasi Mengonsumsi minuman manis
Freepik/Jofreepik

Gula tidak hanya diperoleh dari makanan manis seperti kue, tetapi juga dari minuman yang si Kecil minum. Akhir-akhir ini ada banyak minuman dengan kandungan gula yang cukup tinggi, sebut saja bubble tea, soft drink, ataupun minuman yang mengandung soda. 

Minuman-minuman manis tersbeut rasanya sudah menjadi favorit kebanyakan anak belakangan ini. Namun apalah mereka tahu kandungan gula sintetik yang berbahaya di dalam minuman tersebut?

Mengonsumsi minuman-minuman manis perlu dibatasi. Ada baiknya anak mama memperbanyak minum air putih ataupun jus ketika merasa haus. 

7. Berhenti memberikan makanan manis sebagai hadiah

7. Berhenti memberikan makanan manis sebagai hadiah
Pixabay/bru-no

Ketika berhasil melakukan sesuatu, biasanya orangtua akan memberikan anaknya sedikit hadiah sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan kerja kerasnya. Salah aatu pilihan hadiah yang mudah diperoleh dan tidak mahal ialah makanan manis, sebut saja permen dan coklat. 

Namun sebaiknya memberikan makanan manis sebagai hadiah tidak dilanjutkan. Selain dapat membentuk kebiasaan mengonsumsi makanan manis dalam diri anak, hal ini juga membuatnya sulit berhenti memakan makanan yang manis.  

Itulah 7 cara menghentikan kebiasaan makan makanan manis. Mulai sekarang yuk biasakan anak mama makan makanan yang sehat dan berguna bagi tubuhnya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.