- SLD membaca (disleksia)
Anak Cerdas Sulit Membaca? Waspadai Gangguan Belajar Spesifik

Gangguan Belajar Spesifik adalah kondisi neurodevelopmental yang menyebabkan kesulitan menetap membaca, menulis, atau matematika meski kecerdasan dan kesempatan belajar anak memadai.
Tiga bentuk utama meliputi disleksia, disgrafia, dan diskalkulia; tanda dapat berupa kesenjangan kemampuan lisan dengan nilai akademik, tugas lama selesai, hingga kecemasan.
Pemeriksaan diperlukan bila kesulitan berlangsung lebih dari enam bulan atau anak menolak sekolah; penanganan melibatkan profesional, sekolah, dukungan rumah, dan pendampingan emosional.
Pernahkah Mama dan Papa mengalami situasi di saat si Anak yang terlihat aktif, cerdas, dan imajinatif, sering kesulitan saat diminta membaca kalimat sederhana atau mengerjakan tugas sekolah?
Sering kali, kondisi anak yang seperti itu membuat orangtua kebingungan karena dalam sehari-hari, si Anak tampak paham saat diajak berdiskusi, namun nilai akademiknya justru merosot di beberapa pelajaran dan materi tertentu.
Perbedaan antara kemampuan sehari-hari dengan prestasi anak yang berada di bawah potensi seringkali diabaikan dan disalahartikan sebagai tanda bahwa anak kurang dalam berusaha, bodoh, atau malas.
Padahal Ma, di balik tantangan tersebut, si Anak bisa saja mengalami Gangguan Belajar Spesifik atau Specific Learning Disorder (SLD). Gangguan ini meliputi disleksia, disgrafia, atau diskalkulia.
Gangguan belajar spesifik terjadi karena kondisi neurobiologis yang membuat otak anak bekerja dengan cara berbeda
Jika tidak disadari dan dibiarkan berlarut-larut, hambatan menetap ini dapat merusak kesehatan mental anak, memicu kecemasan, rasa tidak percaya diri, hingga membuat mereka rentan menjadi korban perundungan (bullying) karena merasa dirinya bodoh.
Untuk mengetahui dan mencegah hal tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia mengadakan seminar media dengan topik “Disleksia pada Anak” dengan narasumber dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp.TKPS (K).
Berikut Popmama.com rangkum lengkap mengenai pemahaman, jenis, hingga penanganan Gangguan Belajar Spesifik (SLD) pada anak. Disimak ya, Ma!
Pengertian gangguan belajar spesifik

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Gangguan belajar spesifik atau specific learning disorder merupakan gangguan neurodevelopmental di mana anak mengalami kesulitan menetap (lebih dari 6 bulan) terhadap bidang akademik utama, seperti membaca, menulis, dan matematika, meskipun anak memiliki kecerdasan umum normal/tinggi dan kesempatan belajar yang cukup.
Presentase di dunia menunjukkan 5–15% anak usia sekolah yang mengalami gangguan belajar, dengan 80% diantaranya merupakan gangguan belajar spesifik.
Penyebab anak mengalami gangguan belajar spesifik adalah adanya gangguan neurodevelopmental dengan masalah utama bersumber dari aspek fonologi, memori kerja, kecepatan pemrosesan, dan visuospatial.
Jenis-jenis gangguan belajar spesifik

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Jenis gangguan belajar spesifik meliputi 3 bidang akademik utama, yaitu disleksia, disgrafia, dan diskalkulia.
Kondisi saat anak sulit membedakan bunyi huruf atau mengeja, kesulitan membaca kata secara tepat dan lancar, dan lambat serta mudah lelah saat membaca.
Meski si Kecil sulit memahami isi bacaan, tetapi jika dibacakan oleh orang lain, ia akan paham.
- SLD ekspresi menulis (disgrafia)
Kondisi saat tulisan tangan anak susah dibaca dan banyak kesalahan ejaan dan tanda baca.
Walaupun si Kecil kesulitan saat menyusun kalimat atau paragraf dalam tulisan, ia justru biasanya memiliki ide bagus apabila disampaikan secara lisan.
- SLD matematika (diskalkulia)
Kondisi saat anak sulit memahami konsep bilangan dan operasi hitung dasar dan sering melakukan kesalahan perhitungan sederhana.
Meski si Kecil kesulitan dalam memahami soal cerita, ia justru memiliki pemikiran logis yang baik di bidang lain.
Gejala berdasarkan usia anak
Ketika si Anak mengalami gangguan belajar spesifik, gejala yang dialami berbeda-beda tergantung dengan usia mereka, Ma.
- Usia SD Kelas 1–3
Pada usia SD kelas 1-3, pada disleksia, anak terlihat kesulitan saat belajar huruf dan bunyi, dan menghindari kegiatan membaca/menulis yang diikuti dengan keluhan pusing atau mengantuk.
Pada disgrafia, hasil tes lisan jauh lebih bagus daripada tulis. Kemudian pada diskalkulia, anak sulit memahami simbol atau mengurutkan angka.
- Usia SD Kelas 4–6
Pada usia SD kelas 1-4, gejala yang dialami oleh anak dengan gangguan belajar spesifik adalah nilai mata pelajaran tertentu rendah (fenomena gifted underachievement), membutuhkan waktu sangat lama saat mengerjakan PR, sering menangis, dan mulai muncul pemikiran bahwa dirinya bodoh.
Dampak emosional dan perilaku dari anak yang mengalami gangguan belajar spesifik, diantaranya kepercayaan diri rendah, anak menjadi mudah marah, menghindari tugas sekolah atau mencari alasan untuk tidak masuk sekolah, serta muncul gejala cemas atau depresi akibat sering merasa gagal.
Tapi Ma, ada beberapa hal yang perlu dibedakan antara anak dengan kondisi gangguan belajar spesifik dan bukan, misalnya
- Anak yang memiliki rasa malas, kurang disiplin, atau kurang motivasi.
- Pola asuh yang salah atau metode pengajaran guru yang kurang baik.
- Tingkat kecerdasan yang rendah.
- Gangguan penglihatan atau pendengaran murni (perlu pemeriksaan awal untuk memastikan)
Keempat hal tersebut bukanlah gejala gangguan belajar spesifik pada si Anak, ya!
Kapan anak perlu diperiksa ke dokter?

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI - Ketika anak mengalami kesulitan belajar yang menetap (konsisten selama lebih dari 6 bulan).
- Terlihat adanya kesenjangan yang jelas antara pemahaman lisan/kreatif yang baik dengan nilai akademik yang rendah.
- Anak menunjukkan penolakan untuk pergi ke sekolah.
- Adanya faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan SLD (genetik), riwayat keterlambatan bicara, kondisi ADHD, atau anak dengan prematuritas/BBLSR.
Langkah intervensi dan dukungan
Untuk membantu anak mengatasi kondisi gangguan belajar spesifik, yang bisa orangtua, guru, dan dokter lakukan adalah dengan beberapa hal, misalnya pendidikan khusus, akomodasi di sekolah, dukungan di rumah, serta dukungan emosional.
Tentu saja untuk melakukan langkah intervensi ini perlu diskusi dengan pihak professional ya, Ma!
Itu dia, rangkuman lengkap mengapa anak cerdas sulit membaca, karena bisa jadi ada gangguan belajar spesifik.
Melalui pemahaman ini, orangtua dan guru perlu menyadari bahwa jika seorang anak mengalami hambatan prestasi, hal tersebut bukanlah tanda bahwa mereka malas atau bodoh, melainkan indikasi bahwa otak mereka bekerja dengan cara yang berbeda.
Melalui pemahaman yang benar, penelusuran dini, dan penanganan yang tepat, setiap anak dapat diberikan ruang untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai keunikannya, Ma.






















