"Sempurnakan wudhu dan sela-sela di antara jari-jemari serta bersungguh-sungguhlah dalam memasukkan air ke hidung (istinsyaq) kecuali saat engkau sedang berpuasa." - (HR. Ashabus Sunan dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)
Bagaimana Hukum Berkumur saat Anak Sedang Menjalani Puasa?

- Berkumur saat wudu tetap dilakukan selama Ramadan, namun perlu hati-hati agar air tidak tertelan karena bisa membatalkan puasa jika berlebihan.
- Menurut pandangan madzhab Syafi’i, puasa batal bila air masuk ke tenggorokan akibat berkumur berlebihan, tapi tidak batal jika tanpa kesengajaan.
- Orangtua disarankan mengajarkan anak hukum berkumur saat puasa dengan sabar, menanamkan kejujuran, dan memberi contoh praktik wudu yang benar.
Kegiatan sehari-hari cukup banyak yang melibatkan air ya, Ma. Beberapa kegiatan yang menggunakan air, diantaranya ketika sedang berkumur untuk membersihkan gigi atau mengambil wudhu.
Perlu disadari bahwa tidak ada perbedaan cara berwudhu saat bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan. Anak mama tetap disarankan untuk berwudhu sebagaimana mestinya ketika ingin salat.
Ingatkan pada anak mama untuk lebih berhati-hati saat sedang berkumur karena dirinya bisa saja menelan air. Namun, tak jarang banyak juga anak-anak yang tidak sengaja menelan air saat sedang berkumur.
Untuk Mama yang ingin mengetahui beberapa penjelasan mengenai hukum berkumur saat puasa, kali ini Popmama.com telah merangkumnya.
Table of Content
1. Saat wudu, berkumur sulit ditinggalkan karena masuk rukun membasuh wajah

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam selama wudhu tidak pernah aktivitas berkumur karena sudah masuk ke dalam rukun.
Aktivitas berkumur dipandang sebagai bagian dari isbagh (penyempurnaan) wudhu. Dalam sabdanya, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan.
Serius berkumur-kumur saat sedang wudhu merupakan bagian dari kesempurnaan wudhu ya, Ma. Hal ini sudah diisyaratkan dalam hadits Laqith bin Shabirah radhiyallahu 'anhu.
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam katakan pada Laqith bin Shabirah, "Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa."[1] Yang dilarang saat puasa di sini adalah dari berlebih-lebihan ketika istinsyaq." - (Majmu'ah Al Fatawa, 25: 266)
2. Puasa akan tetap jalan selama tidak ada yang masuk ke tenggorokan

Dikutip dari laman NU Online, membersihkan gigi dan mulut pada saat puasa dianjurkan diatur waktunya. Ini karena membersihkan gigi dan mulut di siang hari dapat menyalahi keutamaan.
Perlu diketahui bahwa kegiatan berkumur dan istinsyaq alias memasukkan air ke dalam hidung serta mengeluarkan kembali saat berwudhu, janganlah terlalu dalam atau berlebihan. Cara seperti ini bertujuan agar air tidak masuk ke dalam tenggorokan, sehingga ibadah puasa anak mama menjadi batal.
Asy-Syarbini rahimahullah mengatakan, "Menurut madzhab Syafi'i, jika seseorang berlebihan dalam berkumur-kumur dan menghirup air dalam hidung (istinsyaq) lantas air tadi masuk ke dalam tubuh, maka puasanya batal. Karena orang yang berpuasa dilarang dari berlebih-lebihan saat berkumur dan menghirup air dalam hidung sebagaimana telah dijelaskan dalam pembahasan wudhu. Namun jika tidak berlebih-lebihan lantas masuk air, maka tidak membatalkan puasa karena bukan kesengajaan." - (Mughnil Muhtaj, 1: 629)
Baca juga: 7 Aktivitas Seru yang Bisa Mama Lakukan Bersama Anak di Bulan Puasa
3. Cara orangtua memperkenalkan hukum berkumur saat puasa ke anak

Walau usianya masih kecil, anak-anak yang sudah diajarkan untuk berpuasa secara tidak langsung membantunya untuk latihan menahan lapar dan haus.
Tak jarang banyak anak yang masih berniat membatalkan puasanya dengan berbagai cara, seperti makan sembunyi-sembunyi atau meminum air ketika sedang berkumur untuk wudhu.
Jika mendapati si Anak diam-diam minum atau makan sewaktu puasa, ada baiknya tidak perlu langsung dimarahi. Sebagai orangtua, Mama perlu memaklumi bahwa dirinya sedang berada dalam fase perkembangan.
Tanamkan juga sebuah kesan bahwa puasa ibadah yang menyenangkan untuk dijalani selama satu bulan penuh.
Pola pikirnya pun belum sempurna seperti orang dewasa, sehingga butuh waktu untuk membantu perkembangan proses berpikirnya. Untuk memberitahu anak mama ketika dirinya menelan air saat berkumur-kumur walau sedikit, berikut tipsnya:
- Tetap melatihnya untuk berkata jujur. Katakan kepada si Anak bahwa kejujuran itu penting apalagi saat sedang latihan berpuasa.
- Berdiskusilah dengan cara yang baik sekaligus memberikan penjelasan mengenai hukum berkumur selama bulan puasa.
- Berusaha memberikan contoh yang baik agar membuat anak lebih mudah menirunya, termasuk tata cara saat berkumur ketika sedang menjalani ibadah puasa.
Begitulah informasi mengenai hukum berkumur saat puasa. Mama pun bisa menerapkan beberapa cara di atas ketika ingin mengajarkan kejujuran sekaligus anak mengetahui hukum berkumur saat puasa.
Semoga bisa anak mama bisa semakin pintar ketika berpuasa ya, Ma!
FAQ Seputar Hukum Berkumur saat Puasa
| Jika puasa wudhu tanpa kumur, apakah sah? | berwudhu tanpa berkumur hukumnya tetap sah, sehingga bisa melaksanakan shalat. |
| Hal apa saja yang makruh dalam puasa? | Hal yang makruh saat puasa antara lain berlebihan saat berkumur dan istinsyaq (memasukkan air ke hidung), mencicipi makanan tanpa kebutuhan mendesak, bergunjing atau berkata kotor, tidur berlebihan hingga tidak produktif, bekam jika menyebabkan lemas, serta menggosok gigi setelah zuhur; hal-hal ini tidak membatalkan puasa tetapi mengurangi pahala dan nilai ibadah, karena puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan tercela. |
| Apa hukumnya gosok gigi saat puasa? | Sikat gigi saat puasa pada dasarnya diperbolehkan, tetapi hukumnya bisa menjadi makruh jika dilakukan setelah zuhur karena khawatir membatalkan puasa (menelan pasta/air), terutama menurut sebagian ulama. Waktu terbaik adalah setelah sahur dan sebelum imsak, atau setelah berbuka, sambil sangat berhati-hati agar tidak ada air atau pasta yang tertelan, meskipun tanpa pasta gigi (hanya air/siwak) pun tetap harus hati-hati. |



















