Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
imdb.com
  • Ah Girl mengikuti anak perempuan berusia tujuh tahun yang menghadapi perceraian orangtua dan perubahan kehidupan keluarganya.

  • Film Ah Girl ini terinspirasi pengalaman masa kecil Ang Geck Geck Priscilla dan dibintangi Ong Xuan Jing serta Sydney Wong.

  • Ah Girl menggunakan latar Singapura 1994, meraih penghargaan di berbagai festival, dan menjadi pembuka Jakarta Film Week 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1994

Ah Girl berlatar di Singapura pada 1994. Pada masa itu, Swee Swee menghadapi kehidupan baru setelah orangtuanya berpisah.

2026

Ah Girl hadir sebagai film drama asal Singapura dan diputar di berbagai festival internasional. Film ini meraih sejumlah penghargaan, termasuk Youth Jury Award, Firebird Award, New Voices Award, Best ASEAN Film, dan Best Film.

21–25 Oktober

Jakarta Film Week 2026 berlangsung pada 21–25 Oktober.

21 Oktober 2026

Ah Girl diputar di CGV Grand Indonesia sebagai film pembuka Jakarta Film Week 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Film Ah Girl menceritakan Swee Swee, anak perempuan berusia tujuh tahun yang menghadapi perceraian orangtuanya dan perubahan dalam kehidupan keluarga.
  • Who?
    Swee Swee atau Ah Girl, Ah Tian, ayah dan ibu mereka, nenek, serta sutradara Ang Geck Geck Priscilla terlibat dalam kisah dan produksi film.
  • Where?
    Cerita berlatar di Singapura, sedangkan filmnya diputar di berbagai festival internasional dan CGV Grand Indonesia.
  • When?
    Kisahnya berlatar 1994. Film Ah Girl hadir pada 2026 dan diputar di Jakarta Film Week pada 21 Oktober 2026.
  • Why?
    Ang Geck Geck Priscilla ingin menggambarkan perasaan anak yang tidak selalu didengarkan atau dianggap serius oleh orang dewasa.
  • How?
    Cerita disampaikan melalui sudut pandang anak, dengan visual rasio 4:3 dan pengalaman Ah Girl menghadapi pilihan serta perubahan keluarganya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ah Girl adalah anak kecil yang orangtuanya berpisah. Ia tinggal bersama adik, ayah, dan nenek, lalu ibunya datang pada akhir pekan. Ah Girl harus memilih tinggal dengan siapa. Film ini dibuat oleh Ang, sutradara yang pernah mengalami hal seperti itu. Filmnya sudah diputar di banyak festival dan di Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ah Girl memberi ruang bagi pengalaman anak dalam keluarga yang berubah untuk terlihat melalui sudut pandang mereka sendiri. Kedekatan cerita dengan masa kecil sutradara membuat isu tersebut disampaikan secara personal, sementara keterlibatan pemeran cilik dan pemutaran di berbagai festival memperluas perhatian terhadap kisah anak-anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film keluarga tidak selalu menghadirkan cerita yang hangat dan penuh kebahagiaan. Ada pula film yang mengajak penonton memahami perasaan anak ketika harus menghadapi perubahan besar dalam keluarganya.

Salah satunya adalah Ah Girl (2026), film drama asal Singapura yang disutradarai Ang Geck Geck Priscilla. Film ini mengikuti kehidupan seorang anak perempuan berusia tujuh tahun yang harus menghadapi perceraian kedua orangtuanya.

Menariknya, cerita Ah Girl terinspirasi dari pengalaman masa kecil sang sutradara. Film ini juga telah diputar di berbagai festival internasional, termasuk menjadi film pembuka Jakarta Film Week 2026.

Berikut Popmama.com fakta film Ah Girl yang menarik untuk diketahui.

Deretan Fakta Film Ah Girl

1. Mengisahkan anak berusia tujuh tahun yang menghadapi perceraian orangtua

imdb.com

Ah Girl berlatar di Singapura pada 1994. Ceritanya mengikuti Swee Swee atau Ah Girl, anak perempuan berusia tujuh tahun yang harus menjalani kehidupan baru setelah kedua orangtuanya berpisah.

Ia tinggal bersama adik perempuannya, Ah Tian, sang papa yang bekerja pada malam hari, serta neneknya. Sementara itu, sang mama hanya mengunjungi mereka pada akhir pekan.

Situasi semakin rumit ketika ibunya meminta Ah Girl mempertimbangkan untuk tinggal bersamanya. Di usia yang masih sangat muda, Ah Girl harus memahami perubahan dalam keluarganya sekaligus menghadapi pilihan yang tidak mudah.

Melalui sudut pandang anak, film ini memperlihatkan bahwa perceraian bukan hanya menjadi persoalan bagi orang dewasa, tetapi juga dapat memengaruhi perasaan dan kehidupan sehari-hari anak.

2. Terinspirasi dari pengalaman masa kecil sang sutradara

imdb.com

Film Ah Girl merupakan debut film panjang sutradara asal Singapura, Ang Geck Geck Priscilla. Menariknya, cerita yang diangkat dalam film ini memiliki kedekatan dengan pengalaman pribadinya.

Dalam wawancara bersama International Film Festival Rotterdam (IFFR), Ang mengungkapkan bahwa sebagian besar kejadian dalam film terinspirasi dari masa kecilnya sendiri.

Melalui karya ini, ia ingin menggambarkan perasaan anak yang terkadang tidak benar-benar didengarkan atau dianggap serius oleh orang dewasa. Ia juga berharap film tersebut dapat menemani anak-anak yang pernah mengalami situasi serupa agar tidak merasa sendirian.

Judul Ah Girl sendiri memiliki makna personal bagi sang sutradara karena merupakan panggilan yang digunakan untuknya ketika masih kecil.

3. Dibintangi aktris cilik Ong Xuan Jing dan Sydney Wong

Instagram.com/ahgirlfilm

Dua karakter utama dalam film Ah Girl ini diperankan oleh aktris cilik, yakni Ong Xuan Jing sebagai Ah Girl dan Sydney Wong sebagai Ah Tian.

Keduanya menjadi pusat cerita yang menggambarkan hubungan kakak-adik di tengah situasi keluarga yang berubah. Selain mereka, film ini juga dibintangi Doreen Toh sebagai nenek, James Seah sebagai papa, dan Carrie Wong sebagai mama.

Proses pencarian pemeran anak ternyata membutuhkan waktu cukup panjang. Ang mengungkapkan bahwa ia melakukan pencarian sekitar satu tahun dan mengadakan lokakarya selama beberapa bulan.

Persiapan tersebut dilakukan agar para pemeran cilik bisa membangun kedekatan serta merasa nyaman sebelum menjalani proses syuting.

4. Menggunakan latar tahun 1994 dan visual rasio 4:3

Salah satu keunikan film Ah Girl terletak pada latar waktu dan pendekatan visualnya. Film ini mengambil latar Singapura pada 1994, sehingga menghadirkan suasana kehidupan keluarga pada era tersebut.

Sutradara juga menggunakan rasio gambar 4:3 yang memberikan kesan seperti tayangan televisi pada masa itu. Pilihan visual ini turut mendukung pendekatan cerita yang berpusat pada sudut pandang anak.

Selain menghadapi persoalan keluarga, film Ah Girl juga digambarkan sebagai anak yang penuh rasa ingin tahu. Salah satu aktivitasnya adalah menjual permen karet kepada teman-teman sekolah.

Bisnis kecil tersebut menjadi bagian penting dalam cerita karena Ah Girl berusaha membantu kondisi finansial keluarganya. Di balik tingkah khas anak-anak, tersimpan keinginan untuk melindungi sang adik dan membantu keluarga.

5. Meraih penghargaan dan menjadi film pembuka Jakarta Film Week 2026

Sebelum hadir di Indonesia, Ah Girl telah berkeliling ke sejumlah festival film internasional dan meraih berbagai penghargaan.

Beberapa di antaranya adalah Youth Jury Award di International Film Festival Rotterdam 2026 dan Firebird Award dalam kategori Young Cinema Competition (Chinese Language) di Hong Kong International Film Festival 2026.

Film ini juga memperoleh penghargaan di Malaysia International Film Festival 2026. Pemeran utamanya, Ong Xuan Jing, meraih penghargaan Aktris Terbaik, sementara filmnya mendapatkan New Hope Award.

Di Bangkok International Film Festival 2026, Ah Girl meraih New Voices Award dan Best ASEAN Film. Prestasinya berlanjut dengan penghargaan Best Film dalam Asian Feature Film Competition di Singapore International Film Festival 2026.

Bagi penonton Indonesia, Ah Girl juga sempat hadir sebagai film pembuka Jakarta Film Week 2026 yang berlangsung pada 21–25 Oktober. Film ini diputar di CGV Grand Indonesia pada 21 Oktober 2026.

Itulah tadi beberapa fakta film Ah Girl yang menarik untuk diketahui. Kisahnya menjadi pengingat bahwa anak-anak juga memiliki perasaan dan kekhawatiran ketika menghadapi perubahan dalam keluarga. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mendengarkan serta memahami kebutuhan emosional anak, terutama ketika mereka harus melewati masa sulit.

Curated For You

Editorial Team

Related Article