Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Menarik Emosi Perempuan dalam Sains, Ajarkan ke Anak!

4 min read
5 Fakta Menarik Emosi Perempuan dalam Sains, Ajarkan ke Anak!
Pexels/Artem Podrez
  • Sistem imun perempuan dapat menunjukkan respons lebih kuat, tetapi kondisi ini juga berkaitan dengan risiko penyakit autoimun yang lebih tinggi.

  • Perempuan secara rata-rata memiliki keunggulan dalam sejumlah kemampuan mengenali emosi, meski perbedaannya bergantung pada individu dan jenis emosi.

  • Memahami serta mengekspresikan emosi membutuhkan proses yang beragam, sehingga menangis atau perubahan suasana hati tidak semestinya langsung dianggap sebagai kelemahan atau drama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tak bisa dipungkiri, perempuan kerap mendapat cap terlalu sensitif, mudah terbawa perasaan, hingga dianggap berlebihan ketika mengekspresikan emosinya.

Padahal, emosi merupakan bagian alami dari kehidupan manusia yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Menariknya, sains memiliki sejumlah penjelasan mengenai respons emosional dan perbedaan biologis yang dapat ditemukan pada perempuan.

Melalui pemahaman ini, Mama bisa mengajarkan kepada anak bahwa setiap emosi memiliki makna dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merendahkan seseorang.

Melansir dari akun Instagram @rizaputranto, simak lima fakta menarik tentang emosi perempuan yang bisa Mama ajarkan kepada anak telah Popmama.com siapkan.

  1. 1. Sel imun perempuan memiliki aktivitas yang relatif lebih tinggi

    Tahukah Mama bahwa sistem kekebalan tubuh juga memiliki perbedaan antara perempuan dan laki-laki? Salah satu jenis sel yang berperan dalam sistem imun adalah neutrofil, yaitu sel darah putih yang membantu tubuh melawan infeksi.

    Dalam sejumlah kondisi, aktivitas sistem imun perempuan dapat menunjukkan respons yang lebih kuat dibandingkan laki-laki. Perbedaan tersebut berkaitan dengan berbagai faktor biologis, termasuk hormon dan genetik.

    Namun, respons sistem imun yang lebih kuat tidak selalu berarti lebih baik karena juga dapat berkaitan dengan risiko penyakit autoimun yang lebih tinggi pada perempuan. Fakta ini bisa menjadi pengingat bagi anak bahwa tubuh manusia memiliki karakteristik biologis yang beragam.

  2. 2. Perempuan memiliki kemampuan mengenali emosi yang beragam

    Perempuan memiliki kemampuan mengenali emosi yang beragam
    Magnific/rawpixel.com

    Perempuan sering kali dianggap lebih peka atau mudah memahami perasaan orang lain. Anggapan ini ternyata memiliki kaitan dengan sejumlah temuan penelitian yang menunjukkan bahwa secara rata-rata perempuan memiliki keunggulan dalam beberapa kemampuan mengenali emosi melalui ekspresi wajah, nada suara, atau isyarat sosial lainnya.

    Meski demikian, kemampuan tersebut tidak bisa digeneralisasi kepada semua perempuan karena setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda. Kemampuan memahami emosi juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman, lingkungan, dan proses belajar.

    “Secara rata-rata, perempuan menunjukkan keunggulan dalam sejumlah kemampuan mengenali emosi orang lain, tetapi perbedaannya bergantung pada jenis emosi dan individunya,” tulis Riza Putranto.

  3. 3. Memahami emosi membutuhkan proses, bukan berarti seseorang terlalu rumit

    Memahami emosi membutuhkan proses, bukan berarti seseorang terlalu rumit
    Pexels/Markus Winkler

    Ketika seseorang membutuhkan waktu untuk memahami perasaannya sebelum memberikan respons, hal tersebut terkadang dianggap berlebihan atau terlalu banyak berpikir.

    Padahal, otak memiliki jaringan yang berperan dalam mengolah informasi, menilai situasi, dan membantu seseorang mengatur respons emosionalnya, salah satunya adalah prefrontal cortex.

    Proses tersebut membantu seseorang mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan atau bereaksi terhadap suatu keadaan. Kemampuan mengelola emosi pun dapat dikembangkan melalui latihan dan pengalaman.

    Mama bisa mengajarkan anak untuk tidak terburu-buru menghakimi orang lain, melainkan mencoba memahami alasan di balik perasaan dan tindakan mereka.

    “Otak menggunakan jaringan prefrontal cortex dan wilayah terkait emosi untuk menilai ulang situasi serta mengatur respons emosional. Meski proses ini bukan ciri khusus perempuan, namun bisa dilatih,” tulis Riza Putranto.

  4. 4. Menangis bukan tanda kelemahan, melainkan respons emosional

    Menangis bukan tanda kelemahan, melainkan respons emosional
    Pexels/Karolina Grabowska

    Menangis merupakan salah satu cara manusia mengekspresikan emosi. Seseorang bisa menangis ketika merasa sedih, kecewa, terharu, bahkan ketika mengalami kebahagiaan yang mendalam.

    Respons ini tidak menunjukkan bahwa seseorang lemah, melainkan dapat menjadi bagian dari cara tubuh dan pikiran menghadapi pengalaman emosional. Meski begitu, tidak semua perempuan mengekspresikan emosinya dengan menangis.

    Ada yang memilih bercerita, menulis, mengambil waktu untuk menyendiri, atau melakukan kegiatan lain untuk menenangkan diri. Mama bisa mengajarkan anak bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan perasaan. Hal terpenting adalah belajar mengenali emosi dan menyalurkannya dengan cara yang sehat.

  5. 5. Perubahan suasana hati tidak selalu berarti seseorang sedang drama

    Perubahan suasana hati tidak selalu berarti seseorang sedang drama
    Freepik/our-team

    Suasana hati seseorang dapat berubah karena berbagai faktor, termasuk kondisi fisik, pengalaman sehari-hari, stres, dan perubahan hormon. Pada sebagian perempuan, fluktuasi hormon estradiol dan progesteron dapat memengaruhi suasana hati, terutama pada fase tertentu dalam siklus menstruasi.

    Namun, tingkat pengaruhnya berbeda pada setiap individu. Karena itu, perubahan emosi sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai sikap berlebihan atau drama. Bisa jadi, seseorang sedang menghadapi berbagai perasaan sekaligus dan membutuhkan waktu untuk memahaminya.

    Mama dapat mengajarkan anak untuk lebih berempati, tidak meremehkan perasaan orang lain, serta membiasakan diri bertanya dan mendengarkan sebelum memberikan penilaian.

    “Fluktuasi hormon estradiol dan progesteron dapat memengaruhi suasana hati pada sebagian perempuan. Banyak hal sedang dirasakan, sementara masih berusaha memahami apa yang terjadi,” tutupnya.

    Itu dia informasi mengenai fakta menarik emosi perempuan dalam sains yang bisa diajarkan ke anak. Kira-kira informasi mana yang baru Mama ketahui?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More