Popmama.com/Sania Chandra
Acara ini menjadi salah satu wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan sekaligus mempraktikkan kemampuan coding dan kecerdasan artifisial (AI) yang telah mereka pelajari di sekolah.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan bahwa penyelenggaraan festival tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mulai menerapkan coding dan kecerdasan artifisial sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah.
“Kita mendukung acara ini karena ini sejalan dengan apa yang sudah dicanangkan ya. Karena di Kementerian kita mulai tahun pelajaran, tahun 25-26 kita sudah mencanangkan mapel pilihan coding dan kecerdasan artifisial,” kata Gogot saat diwawancarai Popmama.com dalam acara ‘Festival Berpikir Komputasional 2026’ di Kudus, Minggu (20/9/2026).
Coding dan kecerdasan artifisial kini menjadi mata pelajaran pilihan yang dapat dipelajari oleh siswa di sekolah. Kehadiran kegiatan seperti festival ini dapat membantu anak mendapatkan pengalaman langsung untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah mereka pelajari.
“Coding dan kecerdasan artifisial itu sudah menjadi mapel pilihan sekolah. Nah supaya anak-anak lebih termotivasi untuk mengaktualisasikan pelajaran-pelajaran mereka perlu tempat untuk mempraktekkan apa yang sudah mereka pelajari,” lanjutnya.
Festival Berpikir Komputasional 2026 menjadi salah satu kegiatan yang dapat mewadahi kebutuhan tersebut. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan secara langsung.
Demikian informasi mengenai Festival Berpikir Komputasional 2026. Bagaimana menurut pendapat Mama?