5 Dampak Negatif Akibat Anak Tak Dekat dengan Orangtuanya

Anak menjadi pendiam dan tertutup dengan orangtua

31 Juli 2020

5 Dampak Negatif Akibat Anak Tak Dekat Orangtuanya
Freepik/Wavebreakmedia

Hubungan antara anak dan orangtua memang perlu dijaga dengan baik agar keluarga semakin kompak dan harmonis, namun tak dipungkiri berbagai konflik dalam keluarga bisa menyebabkan hubungan ini menjadi meregang.

Konflik yang terjadi terus menerus dapat membuat anak menjadi tak nyaman berada di rumah, karena merasa takut atau cemas saat bersama orangtua.

Inilah yang menyebabkan anak suka tidak dekat dengan orangtua, karena kurangnya komunikasi dan proses feeling yang tak pernah terjadi.

Hal ini juga membuat anak berusaha untuk menjauh dari orangtuanya. Lalu apa saja ya dampak negative yang terjadi jika anak tidak dekat dengan orangtuanya?

Kali ini Popmama.com akan membahas tentang 5 dampak negatifnya, di bawah ini!

1. Anak menjadi kurang atau bahkan tidak dapat mematuhi segala perkataan orangtuanya

1. Anak menjadi kurang atau bahkan tidak dapat mematuhi segala perkataan orangtuanya
Freepik/peoplecreations

Hubungan yang harmonis dan kedekatan antara Mama dan anak akan membuat ia patuh pada orangtuanya, karena menganggap bahwa itu sebagai tanda kasih sayang.

Pasalnya, bagi anak-anak yang tidak dekat dengan orangtuanya, ia kurang atau bahkan tidak dapat mengikuti segala perkataan orangtua. Walaupun begitu, orangtua tidak bisa selalu memarahi anak karena perilakunya, sebab hal ini juga bukan serta merta kesalahan anak.

Karena sebaiknya orangtua dapat merangkul dan lebih terbuka pada anak pada waktu apapun, bukan malah menyalahi anak atau bersikap cuek padanya.

Editors' Picks

2. Anak menjadi lebih pendiam dan tertutup

2. Anak menjadi lebih pendiam tertutup
Freepik

Hati-hati apabila anak tidak memiliki kedekatan dengan orangtuanya dapat mengakibatkan ia menjadi lebih pendiam dan tertutup pada orangtua.

Sebab anak tidak memiliki teman untuk berbagi cerita atau berkeluh kesah dan ia tidak dapat bercerita pada orang terdekatnya. Tentu ini dapat membuat anak menjadi terlantar dan menutup diri.

Sehingga ketika sesuatu hal terjadi pada anak, sayangnya orangtua tidak mengetahui apa-apa. Sangat rugi kan Ma?

3. Tidak segan untuk marah atau sampai berkata kasar pada orangtuanya

3. Tidak segan marah atau sampai berkata kasar orangtuanya
Freepik/Master1305

Anak yang tidak dekat dengan orangtuanya akan terlihat dengan jelas saat ia sedang emosi. Bahkan anak juga tidak segan untuk marah atau sampai berkata kasar saat orangtua terlambat memenuhi kebutuhannya.

Hal ini dapat terjadi karena anak merasa tidak dekat dan kurang menghormati orangtuanya. Jadi, tidak salah jika sejak dini, Mama dan Papa sering meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak sejak dini.

Dengan begitu hal seperti ini akan jarang ditemukan, apalagi saat anak sudah beranjak remaja dan dewasa.

4. Anak akan lebih menghabiskan waktu di luar rumah dibanding berkumpul dengan keluarga

4. Anak akan lebih menghabiskan waktu luar rumah dibanding berkumpul keluarga
Freepik

Selain itu, anak akan menjadi lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah dibanding berkumpul bersama keluarga. Ketika orangtua tidak memberikan perhatian, anak juga akan menjadi lebih sering berkumpul bersama teman-temannya.

Karena hubungan yang tidak dekat, Mama juga tidak dapat menjangkau pergaulan anak. Cobalah mulai dari sekarang untuk mendekatkan diri kembali pada anak.

Lakukan demi masa depan anak dan juga keharmonisan keluarga dapat kembali.

5, Tidak mau mengambil tanggung jawabnya sebagai anak

5, Tidak mau mengambil tanggung jawab sebagai anak
Freepik

Berbagai alasan bisa membuat anak tidak dekat dengan orangtuanya. Tetapi, apapun alasannya, orangtua harus lebih dahulu mencari cara untuk memperbaiki hubungan dengan anak agar kembali dekat.

Ini juga membuat anak merasa diakui keberadaannya dan mendapatkan perhatian dari orangtua.

Saat ia tidak mau mengambil tanggung jawabnya sebagai anak, maka itu menjadi pertanda orangtua tidak dekat dengan anak.

Orangtua seharusnya tahu bagaimana menyelesaikan konflik dengan anak agar tidak meregangkan hubungannya. 

Salah satunya adalah dengan mendekatkan diri, saling terbuka, dan saling memaafkan satu sama lain, agar menjauhkan dari dampak negatif di atas.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.