Benjolan di Leher Anak, Bisa Jadi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pembesaran kelenjar getah bening di leher cukup umum pada anak dan sering berkaitan dengan respons tubuh terhadap infeksi saluran napas atas.
Kelenjar kecil dan mudah digerakkan lebih sering ditemukan pada kondisi reaktif, tetapi ukuran saja tidak cukup untuk menilai benjolan.
Benjolan yang keras, terus membesar, disertai gejala lain, atau tidak mengecil setelah sekitar 4-6 minggu perlu diperiksa dokter.
Benjolan di leher anak sering membuat orangtua langsung khawatir, apalagi jika terasa cukup jelas saat diraba. Pada banyak kasus, benjolan tersebut merupakan kelenjar getah bening yang membesar sebagai bagian dari respons tubuh terhadap infeksi.
Dikutip dari Royal Children’s Hospital Melbourne, menyebut pembesaran kelenjar getah bening di leher cukup umum pada anak dan bahkan dapat ditemukan pada lebih dari sepertiga anak sehat. Penyebab paling sering adalah infeksi virus saluran napas atas.
Meski begitu, orangtua tetap perlu memperhatikan ukuran, bentuk, konsistensi, lama pembesaran, serta gejala lain yang menyertainya. Sebab, ada beberapa kondisi yang memang perlu diperiksa lebih lanjut oleh dokter.
Berikut Popmama.com merangkum hal-hal yang perlu diketahui tentang pembengkakan kelenjar getah bening pada anak.
Table of Content
1. Benjolan di leher anak sering berasal dari kelenjar getah bening yang membesar

healthy.kaiserpermanente.org Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Saat anak sedang melawan infeksi, sel-sel imun di dalam kelenjar tersebut menjadi lebih aktif sehingga ukurannya bisa membesar dan lebih mudah diraba.
Pada anak, kelenjar getah bening di leher juga memang relatif lebih mudah teraba. Royal Children’s Hospital Melbourne di website-nya menyebut cervical lymphadenopathy atau pembesaran kelenjar getah bening leher umumnya didefinisikan sebagai ukuran lebih dari 1 cm, tetapi sebagian besar kasus pada anak bersifat jinak dan dapat mengecil dengan sendirinya.
2. Infeksi saluran napas atas menjadi penyebab paling umum

Pexels/cottonbro studio Flu, pilek, radang tenggorokan, atau infeksi lain di area telinga, hidung, dan tenggorokan menjadi penyebab paling umum kelenjar getah bening di leher membesar pada anak. Kelenjar yang membesar akibat kondisi ini biasa disebut sebagai reactive lymph nodes.
Setelah infeksi mereda, ukurannya umumnya akan berangsur mengecil. Namun, kelenjar reaktif masih bisa tetap teraba selama beberapa minggu bahkan berbulan-bulan. Jadi, benjolan yang belum langsung hilang setelah anak sembuh tidak selalu berarti ada kondisi serius.
3. Ukuran kecil dan mudah digerakkan umumnya aman

Pexels/MART PRODUCTION Karakter benjolan juga perlu diperhatikan. Kelenjar yang kecil dan mudah digerakkan saat disentuh lebih sering ditemukan pada kondisi reaktif. Namun, ukuran saja tidak cukup untuk menentukan apakah suatu benjolan berbahaya atau tidak.
American Academy of Family Physicians (AAFP) menjelaskan bahwa kelenjar leher hingga sekitar 1 cm masih dapat ditemukan pada anak, sementara beberapa kelenjar tertentu bisa sedikit lebih besar. Sebaliknya, kelenjar yang lebih dari 2 cm, keras, tidak bergerak, atau menyatu dengan jaringan disekitarnya memerlukan evaluasi lebih lanjut.
4. Waspadai jika benjolan keras, cepat membesar, atau disertai gejala lain

aboutkidshealth.ca Orangtua sebaiknya lebih waspada jika benjolan terasa keras, tidak bergerak, bentuknya tidak teratur, atau ukurannya terus bertambah. Lokasi kelenjar juga penting karena benjolan di atas tulang selangka atau supraklavikula perlu diperiksa lebih serius.
Selain itu, beberapa gejala penyerta seperti demam berkepanjangan, keringat malam, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, kelelahan berlebihan, atau pembengkakan kelenjar di banyak area tubuh juga menjadi alasan untuk membawa anak ke dokter.
5. Kapan anak perlu dibawa ke dokter?

Unsplash/Irshad Pathan Jika benjolan terasa sangat nyeri, merah, hangat, atau hanya muncul di satu sisi leher dan semakin besar, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan infeksi bakteri dan perlu diperiksa. Acute bacterial lymphadenitis pada anak biasanya ditandai kelenjar yang nyeri, membesar, dan dapat terasa lunak karena adanya peradangan.
Pemeriksaan juga dianjurkan jika kelenjar tidak mengecil setelah sekitar 4-6 minggu, terus membesar, atau disertai gejala sistemik. Bila diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan darah maupun pencitraan. USG umumnya menjadi pemeriksaan awal yang dipilih untuk mengevaluasi benjolan leher pada anak.
Jadi, benjolan di leher anak tidak selalu berarti kondisi berbahaya. Sebagian besar berkaitan dengan respons tubuh terhadap infeksi dan dapat membaik dengan sendirinya.
Namun, mengenali perubahan pada ukuran, bentuk, konsistensi, serta gejala penyerta tetap penting agar anak bisa mendapat pemeriksaan tepat bila diperlukan.












-hWBBIL8wzA3EqbFKLnUD5U8ipbx4uPME.jpg)








