Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

10 Puisi Hari Ibu yang Menyentuh Hati

10 Puisi Hari Ibu yang Menyentuh Hati
Pexels/Kampus Production

  • Puisi Hari Ibu karya Chairil Anwar menggambarkan peran dan kasih sayang seorang Ibu.

  • Puisi Hari Ibu karya K.H.A Mustofa Bisri (Gus Mus) menunjukkan kekaguman terhadap sosok Ibu.

  • Puisi Hari Ibu karya Amir Hamzah menceritakan tentang ketegaran seorang Ibu dalam mendidik anaknya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hari Ibu di Indonesia jatuh pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Umumnya, Hari Ibu dirayakan sebagai momen untuk mengapresiasi betapa besarnya peran serta cinta dari seorang Mama untuk anak dan keluarganya.

Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk merayakan Hari Ibu. Salah satunya yakni dengan menyuguhkan puisi kepada Mama.

Puisi bisa dijadikan sebagai media bagi anak untuk mengungkapkan rasa cinta dan terima kasih kepada Mama tersayang. Jadi, tak hanya ucapan melalui quotes saja, puisi juga bisa dijadikan sebagai hadiah untuk merayakan Hari Ibu.

Berikut ini Popmama.com telah menyiapkan referensi beberapa puisi hari ibu terbaik yang menyentuh hati dan diciptakan oleh beberapa sastrawan terkenal. Yuk simak!

  1. 1. Puisi Hari Ibu karya Chairil Anwar

    Pexels/Albert Rafael
    Pexels/Albert Rafael

    Puisi berjudul 'Ibu' diciptakan oleh salah satu penyair terkemuka di Indonesia, Chairil Anwar. Dalam puisi ini Chairil Anwar menuliskan bagaiamana seorang Ibu mempunyai cara tersendiri untuk membimbing dan mendidik anaknya. Kesabaran dan ketelatenan seorang Ibu juga digambarkan dalam puisi ini.

    Ibu

    Pernah aku ditegur

    Katanya untuk kebaikan

    Pernah aku dimarah

    Katanya membaiki kelemahan

    Pernah aku diminta membantu

    Katanya supaya aku pandai

    Ibu...

    Pernah aku merajuk

    Katanya aku manja

    Pernah aku melawan

    Katanya aku degil

    Pernah aku menangis

    Katanya aku lemah

    Ibu...

    Setiap kali aku tersilap

    Dia hukum aku dengan nasihat

    Setiap kali aku kecewa

    Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat

    Setiap kali aku dalam kesakitan

    Dia ubati dengan penawar dan semangat

    Dan Bila aku mencapai kejayaan

    Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

    Namun...

    Tidak pernah aku lihat air mata dukamu

    Mengalir di pipimu

    Begitu kuatnya dirimu..

    Ibu...

    Aku sayang padamu...

    Tuhanku...

    Aku bermohon padaMu Sejahterakanlah dia

    Selamanya...

  2. 2. Puisi Hari Ibu karya K.H.A Mustofa Bisri (Gus Mus)

    Pexels/Kampus Production
    Pexels/Kampus Production

    Salah satu tokoh ulama besar di Indonesia bernama K,H.A Mustofa Bisri atau kerap disapa Gus Mus pernah menulis sebuah puisi tentang Ibu. Dalam puisi berjudul 'Ibu' ini Gus Mus menggambarkan kekaguman serta keagungannya kepada seorang Ibu. Dalam setiap larik puisinya, Gus Mus mengungkapkan sosok Ibu dengan mengibaratkan alam sebagai ungkapannya.

    Ibu

    Kaulah gua teduh

    Tempatku bertapa bersamamu

    Sekian lama

    Kaulah kawah

    Dari mana aku meluncur dengan perkasa

    Kaulah bumi

    Yang tergelar lembut bagiku

    Melepas lelah dan nestapa

    Gunung yang menjaga mimpiku

    Siang dan malam

    Mata air yang tak brenti mengalir

    Membasahi dahagaku

    Telaga tempatku bermain

    Berenang dan menyelam

    Kaulah, ibu, laut dan langit

    Yang menjaga lurus horisonku

    Kaulah, ibu, mentari dan rembulan

    Yang mengawal perjalananku

    Mencari jejak sorga

    Di telapak kakimu

    (Tuhan,

    aku bersaksi

    ibuku telah melaksanakan amanat-Mu

    menyampaikan kasih sayang-Mu

    maka kasihilah ibuku

    seperti Kau mengasihi

    kekasih-kekasih-Mu Amin)

  3. 3. Puisi Hari Ibu karya Amir Hamzah

    Pexels/Zen Chung
    Pexels/Zen Chung

    Amir Hamzah menciptakan sebuah puisi dengan judul 'Ibuku Dehulu'. Puisi ini menceritakan tentang kasih seorang Ibu yang tidak akan lekang dimakan waktu meskipun duka senantiasa menghampiri. Ibu selalu berharap sang buah hati tetap tegar dan selalu berada di jalan yang lurus untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran.

    Ibuku Dehulu

    Ibuku dehulu marah padaku

    diam ia tiada berkata

    akupun lalu merajuk pilu

    tiada peduli apa terjadi

    matanya terus mengawas daku

    walaupun bibirnya tiada bergerak

    mukanya masam menahan sedan

    hatinya pedih kerana lakuku

    Terus aku berkesal hati

    menurutkan setan, mengkacau-balau

    jurang celaka terpandang di muka

    kusongsong juga - biar cedera

    Bangkit ibu dipegangnya aku

    dirangkumnya segera dikecupnya serta

    dahiku berapi pancaran neraka

    sejuk sentosa turun ke kalbu

    Demikian engkau;

    ibu, bapa, kekasih pula

    berpadu satu dalam dirimu

    mengawas daku dalam dunia

  4. 4. Puisi Hari Ibu karya Emha Ainun Nadjib (Cak Nun)

    Pexels/amber currin
    Pexels/amber currin

    Emha Ainun Nadjib atau yang sering dipanggil dengan Cak Nun menciptakan puisi berjudul 'Bunda Air Mata' yang berisikan pesan agar selalu menyayangi Ibu sebagaimana Ibu telah menyayangi anaknya sejak berada di dalam kandungan. Pengorbanannya sangat luar biasa, oleh karena itu jangan sesekali seorang anak membuat Ibu meneteskan air matanya.

    Bunda Air Mata

    Kalau engkau menangis

    Ibundamu yang meneteskan air mata

    Dan Tuhan yang akan mengusapnya

    Kalau engkau bersedih

    Ibundamu yang kesakitan

    Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan

    Menangislah banyak-banyak untuk Ibundamu

    Dan jangan bikin satu kalipun untuk membuat Tuhan naik pitam kepada hidupmu

    Kalau Ibundamu menangis,

    para malaikat menjelma butiran-butiran air matanya

    Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda

    membuat para malaikat itu silau dan marah kepadamu

    Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci

    sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala menutup pintu sorga bagimu

  5. 5. Puisi Hari Ibu karya Kahlil Gibran

    Pexels/RODNAE Productions
    Pexels/RODNAE Productions

    Penyair dunia terkenal yakni Kahlil Gibran juga menciptakan puisi tentang sosok Ibu yang diberi judul 'Ibu'. Dalam puisi ini Kahlil mengungkapkan bahwa sosok Ibu adalah segalanya, Ibu yang memberikan cinta dan kasih sayang sepanjang masa dan menggambarkan bahwa sesuatu yang ada di alam ini melukiskan tentang Ibu.

    Ibu

    Ibu adalah segalanya, dialah penghibur di dalam kesedihan

    Pemberi harapan di dalam penderitaan, dan pemberi kekuatan di dalam kelemahan

    Dialah sumber cinta, belas kasihan, simpati dan pengampunan

    Manusia yang kehilangan ibunya berarti kehilangan jiwa sejati yang memberi berkat

    dan menjaganya tanpa henti

    Segala sesuatu di alam ini melukiskan tentang susuk Ibu

    Matahari ada lah ibu dari planet bumi yang memberikan makanannya dengan

    pancaran panasnya

    Matahari tak pernah meninggalkan alam semesta pada malam hari sampai matahari

    meminta bumi untuk tidur sejenak di dalam nyanyian lautan dan siulan burung-

    burung dan anak-anak sungai

    Dan bumi adalah ibu dari pepohonan dan bunga-bungan menjadi ibu yang baik

    bagi buah-buahan dan biji-bijian

    Ibu sebagai pembentuk dasar dari seluruh kewujudan dan adalah roh kekal, penuh

    dengan keindahan dan cinta

  6. 6. Puisi Hari Ibu karya Fiersa Besari

    Pexels/Марина Вотинцева
    Pexels/Марина Вотинцева

    Fiersa Besari yang merupakan salah satu penulis terkenal di Indonesia menuliskan puisi berjudul 'Terima Kasih Dan Maaf' dalam salah satu bukunya. Puisi ini menggambarkan sebuah penyesalan atas semua perbuatannya kepada seorang Ibu dan pada saat Ibu telah meninggal dunia.

    Terima Kasih Dan Maaf

    Aku ingin memberimu sepatu

    Untuk melindungi Surga yang berada di telapak kakimu

    Aku ingin memberimu cermin

    Agar engkau bisa melihat betapa cantiknya dirimu

    Aku ingin memberimu emas

    Yang sempat kau jual untuk pendidikanku

    Aku ingin memberimu puisi

    Walau aku sadar, tidak ada puisi yang cukup indah

    Untuk bisa menggambarkan kasih sayangmu

    Tidak ada bahasa yang cukup luas

    Untuk melukiskan pengorbananmu

    Ibu, jangan pergi

    Beri aku kesempatan

    Untuk mencium tanganmu ketika engkau gundah

    Memelukmu ketika engkau menangis

    Menepuk pundakmu ketika engkau hilang arah

    Dan juga menemanimu tertawa

    Beri aku kesempatan

    Untuk menebus dosaku yang terlalu banyak

    Ada kebanggan disenyummu

    Ada kasih suci dibelaimu

    Ada kerinduan ditanyamu

    Ada aku yang hanya bisa berjanji

    Ada kecemasan dimarahmu

    Ada nama aku di doamu

    Ada pengorbanan dilangkahmu

    Ada aku yang hanya melawan

    Pantaskah aku memanggilmu "ibu"?

    Setelah semua yang aku perbuat

    Aku takut terlambat untuk meminta maaf

    Tuhan, jangan ambil ibuku

    Kasihmu samudra tanpa batas

    Aku membalas dengan keangkuhan

    Tiada kusadar waktu tak akan terulang

    Untuk menebus dosa

    Surga tak cuma ada ditelapak kakimu

    Surga ada di semuanya tentangmu

  7. 7. Puisi Hari Ibu karya Karl Fuchs

    Pexels/Gustavo Fring
    Pexels/Gustavo Fring

    Karl Furchs merupakan seorang politikus asal Jerman, Karl pernah membuat puisi yang bertema tentang Ibu. Dengan judul 'Apa Artinya Ibu', Karl mengungkapkan betapa bermaknanya sosok Ibu dalam kehidupannya selama ia hidup.

    Apa Artinya Ibu

    "Ibu" adalah kata yang sangat sederhana,

    Tapi bagiku ada makna yang jarang terdengar

    Untukku hari ini, kasih ibuku menunjukkan jalan

    Aku akan mencintai ibu sepanjang hariku,

    Untuk memperkaya hidupku dalam banyak hal

    Dia meluruskanku dan kemudian membebaskanku,

    Dan itulah arti kata "ibu" bagiku

  8. 8. Puisi Hari Ibu karya Pat O'Reilly

    Pexels/Ketut Subiyanto
    Pexels/Ketut Subiyanto

    Seroang penulis asal Irlandia bernama Pat O'Reilly menciptakan sebuah puisi berjudul 'Ibu Hebat'. Puisi ini menggambarkan betapa seorang Ibu adalah sebuah hadiah berharga yang dianugerahkan dengan murah hati kepada anak oleh Tuhan.

    Ibu Hebat

    Tuhan membuat seorang ibu yang luar biasa,

    Seorang ibu yang tidak pernah menjadi tua

    Dia membuatnya tersenyum dari sinar matahari,

    Dan Dia membentuk hatinya dari emas murni

    Di matanya Dia menempatkan bintang-bintang bersinar terang,

    Di pipinya mawar yang indah bisa dilihat

    Tuhan membuat ibu yang luar biasa,

    Dan Dia memberikan ibu tersayang itu untukku

  9. 9. Puisi Hari Ibu karya Helen Steiner Rice

    Pexels/Andrea Piacquadio
    Pexels/Andrea Piacquadio

    Dalam puisi dengan judul 'Kasih Ibu' karya Helen Steiner Rice, Helen mengungkapkan besarnya cinta seorang Ibu kepada anaknya melebihi apapun yang ada di dunia. Cinta dari Ibu juga adalah sesuatu yang paling kuat dan pendukung terbaik bagi anak.

    Kasih Ibu

    Cinta seorang ibu adalah sesuatu

    yang tak seorang pun bisa menjelaskannya,

    Itu terbuat dari pengabdian yang mendalam

    dan pengorbanan dan rasa sakit,

    Cintanya tidak ada habisnya dan tidak mementingkan diri sendiri

    serta tetap bertahan apa pun yang terjadi,

    Karena tidak ada yang bisa menghancurkannya

    atau mengambil cinta itu,

    Ibu seorang yang sabar dan pemaaf

    ketika semua yang lain meninggalkan,

    Dan cinta Ibu tidak pernah gagal atau terputus-putus

  10. 10. Puisi Hari Ibu karya Zamawi Imron

    Seniman Indonesia bernama Zamawi Imron terkenal dengan salah satu puisi tentang Ibu berjudul 'Ibu'. Puisi ini menceritakan bagaimana Ibu adalah seorang yang begitu berjasa di kehidupan anaknya dengan segala hal yang diberikan olehnya dan bagaimana seorang anak yang telah hidup berpisah dari Ibunya harus senantiasa mengingat dan berbakti kepada orangtua terutama seorang Ibu.

    Ibu

    kalau aku merantau lalu datang musim kemarau

    sumur-sumur kering, daunpun gugur bersama reranting

    hanya mata air airmatamu, ibu, yang tetap lancar mengalir

    bila aku merantau

    sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku

    di hati ada mayang siwalan memutikkan sarisari kerinduan

    lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

    ibu adalah gua pertapaanku

    dan ibulah yang meletakkan aku di sini

    saat bunga kembang meyemerbak bau sayang

    ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi

    aku mengangguk meskipun kurang mengerti

    bila kasihmu ibarat samudera

    sempit lautan teduh

    tempatku mandi, mencuci lumut pada diri

    tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh

    lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku

    kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan

    namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu

    lantaran aku tahu

    Nah, itulah referensi 10 puisi hari ibu terbaik yang menyentuh hati. Jadikan puisi-puisi tersebut sebagai pemantik ide. Setelah itu, kamu juga bisa mulis puisi kamu sendiri untuk Mama atau Ibu. Tulis dengan ketulusan supaya Ibu bisa merasakan cinta yang kamu sampaikan.

    FAQ Seputar Puisi Hari Ibu yang Menyentuh Hati

    Apa saja tema umum dalam puisi Hari Ibu?

    Pengorbanan, Kasih Sayang Tanpa Batas, Inspirasi dan Bimbingan, Simbolisme.

    Siapa penyair terkenal yang menulis puisi tentang Ibu?

    Beberapa penyair Indonesia ternama juga menulis puisi menyentuh tentang ibu, di antaranya Chairil Anwar dengan puisi berjudul "Ibu" dan D. Zawawi Imron dengan puisi "Ibu" yang terkenal dengan larik "kalau aku merangkak ke bulan, ibuku merangkak ke surga".

    Bagaimana cara menulis puisi Hari Ibu sendiri agar menyentuh hati?

    Kuncinya adalah kejujuran dan ketulusan. Tuangkan perasaan dan pengalaman pribadi Anda bersama ibu. Fokus pada hal-hal kecil yang ibu lakukan, nasihatnya, atau momen-momen yang paling Anda ingat. Gunakan bahasa yang sederhana namun kaya makna, hindari kata-kata yang terlalu klise.

Related Articles

See More