Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Sering Diberikan, 4 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Anak Menurut Dokter
Pexels/Bulat Khamitov
  • dr. Herlin Ramadhanti menjelaskan empat makanan yang sebaiknya dihindari anak, seperti ayam geprek berterigu, mi instan dengan nasi, roti terigu, serta biskuit manis dengan teh manis karena tinggi gula dan gluten.
  • Sebagai gantinya, anak disarankan mengonsumsi protein hewani sehat, sayuran warna-warni, karbohidrat bervariasi seperti umbi dan biji-bijian, serta buah dalam porsi kecil untuk menjaga keseimbangan gizi.
  • Kaldu tulang dan rempah-rempah juga direkomendasikan sebagai tambahan alami yang mendukung kesehatan pencernaan dan meningkatkan asupan antioksidan bagi anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memilih makanan untuk anak tidak bisa sembarangan, Ma. Tanpa disadari, beberapa jenis makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari justru bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan si Kecil, terutama pada sistem pencernaannya.

Melalui akun Instagramnya, dr. Herlin Ramadhanti selaku dokter yang fokus pada natural lifestyle dan functional medicine, menjelaskan beberapa makanan yang sebaiknya dihindari anak beserta alasannya 

Berikut Popmama.com siap membahas informasi lebih lanjut mengenai sejumlah makanan yang sebaiknya dihindari anak menurut dokter. 

4 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Anak Menurut Dokter

1. Ayam geprek berterigu dengan nasi berlebihan

Freepik/jcomp

Ayam merupakan sumber protein hewani yang baik untuk anak. Namun, ketika ayam dilapisi tepung terigu dan digoreng, manfaat nutrisinya bisa berkurang. 

Kandungan gluten dalam terigu juga dinilai dapat memicu peradangan pada pencernaan anak dan berujung sering sakit, terutama jika dikonsumsi terlalu sering.

Tak hanya itu, kebiasaan menyajikan ayam geprek dengan nasi dalam porsi besar tanpa tambahan sayur juga bisa membuat asupan gula menjadi tinggi. 

Kombinasi ini dinilai kurang seimbang karena minim serat dan dapat berdampak pada kesehatan tubuh anak dalam jangka panjang.

2. Mi instan dicampur nasi

Freepik/KamranAydinov

Mi instan yang dikombinasikan dengan nasi putih menjadi salah satu menu favorit banyak orang, termasuk anak-anak. Padahal, menurut dr. Herlin, menu ini sebaiknya dihindari karena kandungan terigu dan gula yang tinggi, serta kurangnya keseimbangan nutrisi.

Makanan ini cenderung minim protein dan serat, sehingga tidak mendukung kebutuhan gizi anak secara optimal. Selain itu, konsumsi gula berlebih juga dapat memicu peradangan dalam tubuh, yang membuat anak lebih rentan sakit jika dikonsumsi secara terus-menerus.

3. Roti berterigu sebagai ‘ganjal perut’

Pexels/Alexandre Bonato

Saat lapar, banyak orangtua di Indonesia memilih memberikan roti sebagai solusi praktis untuk mengganjal perut anak. Namun, kebiasaan ini ternyata kurang tepat jika dilakukan terlalu sering, terutama jika roti berbahan dasar terigu.

Sebagai alternatif, Mama bisa memberikan telur rebus yang lebih bernutrisi dan mengenyangkan, sambil menyiapkan makanan utama dengan komposisi gizi yang seimbang.

4. Biskuit manis dengan teh manis saat anak lemas

Pexels/Arun Thomas

Memberikan biskuit manis yang dicelupkan ke dalam teh manis sering dianggap sebagai solusi cepat saat anak terlihat lemas. Padahal, kombinasi ini justru mengandung gula tinggi dan terigu yang bisa memicu peradangan dalam tubuh.

Jika anak terlihat lemas, penting untuk mencari penyebabnya terlebih dahulu. Apabila berkaitan dengan penurunan gula darah, sebaiknya berikan makanan dengan gizi seimbang. 

Telur rebus bisa menjadi pilihan praktis sebagai ‘ganjal perut’ sementara sebelum anak mendapatkan asupan makanan utama yang lengkap.

Makanan Apa yang Sebaiknya Disarankan pada Anak?

1. Protein hewani yang dimasak dengan cara sehat

Freepik

Protein hewani menjadi komponen penting yang tidak boleh dilewatkan dalam menu harian anak. Kandungan asam amino, vitamin, dan mineral di dalamnya berperan besar dalam mendukung pertumbuhan, meningkatkan energi, serta menjaga daya tahan tubuh si Kecil.

Untuk pengolahannya, sebaiknya pilih metode yang lebih sehat seperti direbus dengan rempah, ditumis, pepes, atau dikukus. Variasi protein hewani pun bisa beragam, mulai dari ikan, ayam, daging, telur, organ meat, hingga seafood agar anak tidak mudah bosan.

Takaran yang dianjurkan adalah sekitar satu telapak tangan anak (termasuk jari dan ketebalannya). Jika ditimbang, sekitar 100 gram per porsi untuk anak, dihitung dari berat mentah tanpa tulang.

2. Sayuran warna-warni untuk nutrisi maksimal

Pixabay/olgabochajewska

Sayuran dengan berbagai warna bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga kaya akan fitonutrien yang berbeda-beda. Warna merah, hijau, kuning, hingga ungu menandakan kandungan antioksidan dan zat gizi yang beragam untuk tubuh anak.

Dengan mengombinasikan berbagai jenis sayur dalam satu menu, kebutuhan nutrisi anak bisa lebih terpenuhi secara optimal. Mama juga bisa menyajikannya dalam bentuk yang menarik agar anak lebih semangat makan sayur.

Untuk porsinya, cukup berikan sekitar dua genggam tangan anak atau satu mangkuk kecil dalam sekali makan.

3. Karbohidrat yang bervariasi, tidak hanya nasi putih

Freepik

Karbohidrat tetap dibutuhkan sebagai sumber energi, tetapi sebaiknya tidak terpaku pada satu jenis saja. Variasi karbohidrat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus menjaga keseimbangan gula darah anak.

Mama bisa memilih sumber karbohidrat dari biji-bijian seperti beras merah, beras cokelat, beras hitam, hingga sorgum. Selain itu, umbi-umbian seperti ubi, kentang, talas, singkong, dan sukun juga bisa menjadi alternatif yang lebih kaya serat.

Jika ingin memberikan mi, pilih opsi yang lebih ramah pencernaan seperti mi berbahan singkong, sagu, atau gluten free. Takaran karbohidrat yang dianjurkan menurut dr. Herlin adalah sekitar satu kepal tangan anak.

4. Buah dalam porsi secukupnya

Pexels/Engin Akyurt

Buah memang dikenal sehat, tetapi tetap perlu diberikan dalam jumlah yang tepat. Konsumsi buah secara berlebihan dapat meningkatkan asupan gula alami yang juga perlu diperhatikan.

Sebaiknya buah diberikan sebanyak 1–2 potong kecil dan dikonsumsi sebelum atau sesudah makan utama, bukan sebagai camilan di luar waktu makan. Hal ini bertujuan untuk membantu mengontrol lonjakan gula dalam tubuh.

Dengan kombinasi sayur dan protein dalam satu piring, konsumsi buah dalam porsi kecil tetap bisa memberikan manfaat tanpa berlebihan.

5. Kaldu tulang untuk kesehatan pencernaan

Pexels./Alex Bayev

Kaldu tulang bisa menjadi tambahan sederhana yang memberikan manfaat besar bagi tubuh anak. Kandungan kolagen di dalamnya dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Mama bisa menggunakan kaldu tulang sebagai kuah dalam berbagai masakan seperti sup atau hidangan rebus lainnya. Selain menambah cita rasa, kaldu ini juga memberikan nutrisi tambahan yang baik untuk tubuh.

Untuk porsinya, kaldu tulang bisa diberikan sesuai selera dan kebutuhan anak dalam menu sehari-hari.

6. Rempah sebagai sumber antioksidan alami

Rempah-rempah tidak hanya berfungsi sebagai penambah rasa, tetapi juga kaya akan antioksidan yang penting untuk melawan radikal bebas dan peradangan dalam tubuh.

Mengonsumsi minuman berbasis rempah, seperti teh rempah, bisa menjadi salah satu cara praktis untuk mendapatkan manfaat tersebut. Selain itu, penggunaan rempah dalam masakan sehari-hari juga bisa meningkatkan kualitas gizi makanan.

Takaran yang dianjurkan adalah sekitar 1–2 kali konsumsi dalam sehari, sesuai kebutuhan anak.

Itu dia sejumlah makanan yang sebaiknya dihindari sekaligus disarankan diberikan kepada anak menurut dokter. Dengan memperhatikan pilihan makanan sehari-hari, Mama bisa membantu memastikan si Kecil mendapatkan asupan gizi yang lebih optimal.

Editorial Team