Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Hal yang Sering Tidak Disadari Orangtua saat Anak Usia 6-10 Tahun

7 Hal yang Sering Tidak Disadari Orangtua saat Anak Usia 6-10 Tahun
Pexels/Tiger Lily
Intinya Sih
  • Anak usia 6–10 tahun mulai mengalami perubahan emosional dan sosial, seperti membandingkan diri serta belajar menghadapi dinamika pertemanan yang lebih kompleks.
  • Di rumah, anak sering meluapkan emosi setelah menahan diri di luar; orangtua perlu menjadi ruang aman dengan mendengarkan dan memvalidasi perasaan mereka.
  • Fase ini menuntut keseimbangan antara kemandirian dan dukungan emosional, sambil menumbuhkan empati serta memberikan apresiasi agar anak tumbuh percaya diri dan positif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memasuki usia sekolah dasar, anak mengalami banyak perubahan yang sering kali luput dari perhatian orangtua. Di fase ini, mereka tidak lagi sepenuhnya anak kecil, tetapi juga belum benar-benar remaja. 

Ada proses tumbuh kembang emosional, sosial, dan psikologis yang berjalan cukup kompleks. Sayangnya, perubahan ini sering terlihat sebagai sikap aneh anak, padahal sebenarnya si Kecil sedang belajar memahami dirinya dan dunia di sekitarnya. 

Yuk, pahami beberapa hal yang sering tidak disadari orangtua saat anak usia 6-10 tahun telah Popmama.com siapkan. 

Table of Content

1. Anak mulai membandingkan diri dengan orang lain

1. Anak mulai membandingkan diri dengan orang lain

Pexels/Norma Mortenson
Pexels/Norma Mortenson

Di usia 6–10 tahun, anak mulai menyadari bahwa dunia tidak hanya berpusat pada dirinya. Mereka mulai melihat perbedaan antara dirinya dengan teman-temannya, baik dari segi kemampuan, penampilan, hingga pencapaian.

Perbandingan ini sebenarnya adalah bagian dari proses tumbuh kembang yang normal. Tugas orangtua bukan melarang anak membandingkan diri, tetapi membantu mereka memahami bahwa setiap orang punya kelebihan masing-masing.

Dengan begitu, anak bisa belajar menerima dirinya tanpa harus selalu merasa kurang.

2. Anak belajar berteman sekaligus menghadapi kekecewaan

Pexels/Thirdman
Pexels/Thirdman

Di fase ini, anak mulai memahami dinamika pertemanan yang lebih kompleks. Mereka mulai mengenal istilah seperti ‘anak populer’, ‘anak pintar’, atau bahkan merasa dirinya kurang dibandingkan teman lain.

Selain itu, anak juga mulai mengalami konflik sosial, seperti tidak diajak bermain atau merasa tersisih. Hal ini bisa memicu rasa kecewa yang cukup dalam.

Orangtua perlu hadir untuk membantu anak memahami bahwa pertemanan tidak selalu berjalan mulus, sekaligus mengajarkan cara menghadapi penolakan dengan sehat.

3. Menahan emosi di luar, meledak di rumah

Pexels/Kampus Production
Pexels/Kampus Production

Banyak orangtua heran kenapa anak terlihat ‘baik-baik saja’ di sekolah, tetapi justru tantrum saat di rumah. Padahal, ini adalah hal yang wajar. Sepanjang hari, anak berusaha menahan emosi, mengikuti aturan, dan bersikap sesuai ekspektasi lingkungan. 

Ketika sampai di rumah, emosi tersebut akhirnya keluar. Di sinilah peran orangtua sebagai safe space sangat penting, yaitu dengan merangkul, mendengarkan, dan memvalidasi perasaan anak.

4. Munculnya ‘suara batin’ dalam diri anak

Freepik
Freepik

Di usia ini, anak mulai memiliki inner voice atau suara batin yang menilai dirinya sendiri. Menariknya, suara ini sering kali terbentuk dari cara orangtua berbicara kepada mereka.

Jika anak sering mendapatkan kritik dengan nada keras atau merendahkan, suara batin mereka bisa menjadi negatif. Sebaliknya, jika orangtua menggunakan bahasa yang suportif, anak akan belajar berbicara pada dirinya dengan lebih positif. 

Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk memperhatikan tidak hanya apa yang dikatakan, tetapi juga bagaimana cara menyampaikannya.

5. Anak ingin mandiri, tapi tetap butuh rasa aman

Pexels/Gustavo Fring
Pexels/Gustavo Fring

Anak usia 6–10 tahun mulai menunjukkan keinginan untuk mandiri. Mereka ingin mencoba banyak hal sendiri, mulai dari mengerjakan tugas hingga mengambil keputusan kecil.

Namun di sisi lain, mereka masih membutuhkan rasa aman dari orangtua. Jika orangtua terlalu mengekang, anak bisa merasa tidak dipercaya. 

Sebaliknya, jika terlalu dilepas, anak bisa merasa ditinggalkan. Keseimbangan antara memberi kebebasan dan dukungan emosional menjadi kunci penting di fase ini.

6. Anak mulai mengembangkan rasa empati

Pexels/RDNE Stock project
Pexels/RDNE Stock project

Menurut berbagai studi perkembangan anak, usia sekolah dasar adalah masa penting dalam perkembangan empati. Anak mulai bisa memahami perasaan orang lain dan melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda.

Namun, kemampuan ini tidak berkembang secara otomatis. Anak tetap membutuhkan contoh dari orangtua.

Ketika orangtua menunjukkan empati dalam kehidupan sehari-hari, anak akan meniru dan menginternalisasi perilaku tersebut. Ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat di masa depan.

7. Anak sangat membutuhkan apresiasi, bukan sekadar kritik

Pexels/Nicola Barts
Pexels/Nicola Barts

Di usia ini, anak mulai membangun rasa percaya diri berdasarkan bagaimana lingkungan merespons dirinya. Mereka sangat peka terhadap pujian maupun kritik.

Jika anak lebih sering mendapatkan kritik tanpa apresiasi, mereka bisa tumbuh dengan rasa tidak percaya diri. Sebaliknya, apresiasi yang tulus, bahkan untuk hal kecil, dapat membantu anak merasa dihargai dan termotivasi untuk berkembang. 

Orangtua perlu menyeimbangkan koreksi dengan penguatan positif agar anak tumbuh dengan self-esteem yang sehat.

Itu dia beberapa hal yang sering tidak disadari orangtua saat anak usia 6-10 tahun. Memahami perubahan di usia 6–10 tahun memang tidak selalu mudah.

Namun dengan empati dan komunikasi yang tepat, orangtua bisa menjadi pendamping terbaik bagi anak dalam menjalani fase penting ini.

FAQ Seputar Hal yang Tidak Disadari Orangtua saat Anak Usia 6-10 Tahun

Bagaimana perkembangan yang terjadi pada anak usia 6 sampai 10 tahun?

Anak-anak usia 6 hingga 10 tahun lebih mandiri dan aktif secara fisik dibandingkan saat usia prasekolah. Mereka juga lebih banyak bergaul dengan teman dan belajar berpikir dengan cara yang lebih kompleks. Kemajuan dalam bidang perkembangan utama—fisik, intelektual, emosional, dan sosial—berlangsung secara bertahap.

Bagaimana cara mendidik anak berusia 6 tahun?

Untuk anak usia 6 tahun ke atas, tetapkan batasan waktu yang konsisten untuk bermain video game, menggunakan komputer, dan menonton TV . Pastikan waktu menonton layar tidak mengurangi waktu bermain fisik, tidur yang cukup, dan waktu bersama keluarga. Teruslah membacakan buku untuk anak Anda yang berusia 6 tahun, dan minta mereka membacakan buku untuk Anda. Pasang kontrol orang tua pada komputer dan TV.

Apa saja yang tidak boleh dilakukan orang tua terhadap anak-anak mereka?

Membiarkan anak Anda melakukan apa pun yang mereka inginkan mungkin membuat mereka "bahagia" saat itu juga, tetapi hal itu dapat merugikan dalam jangka panjang. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan masalah kesehatan mental paling banyak adalah mereka yang memiliki orang tua permisif yang tidak pernah menetapkan batasan yang tepat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Erick akbar
Novy Agrina
Erick akbar
EditorErick akbar
Follow Us

Latest in Big Kid

See More