Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Waspada Benjolan di Leher Anak, 4 Penyakit Mirip dengan Limfadenopati

4 min read
Waspada Benjolan di Leher Anak, 4 Penyakit Mirip dengan Limfadenopati
Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI
  • Benjolan leher pada anak dapat menyerupai limfadenopati, sehingga orangtua perlu mengamati gejala penyerta dan berkonsultasi jika benjolan tidak membaik.

  • Toksoplasmosis, infeksi EBV, dan penyakit cakar kucing dapat memicu pembengkakan kelenjar getah bening, dengan penularan serta gejala yang berbeda.

  • TBC juga dapat menyebabkan kelenjar leher membesar perlahan tanpa nyeri, disertai demam, lesu, batuk, dan penurunan berat badan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mendapati benjolan sekecil apa pun di tubuh si Anak tentu dapat membuat Mama merasa cemas dan khawatir. 

Terlebih lagi, jika benjolan tersebut berada di area leher dan tidak kunjung mengecil meskipun Mama sudah membawanya berobat ke dokter. 

Kondisi seperti ini tentu menuntut perhatian ekstra dari orangtua agar tidak salah dalam mengidentifikasi masalah kesehatan yang sedang dialami anak. 

Jangan langsung panik, karena Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama para ahli medis menjelaskan bahwa ada beberapa kondisi khusus yang gejalanya tampak sangat mirip dengan Limfadenopati.

Sebagai orangtua, mengenali berbagai kemungkinan penyebab masalah kesehatan pada anak menjadi langkah awal yang sangat penting, ya. 

Melalui edukasi medis, para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya ketelitian dalam mengamati gejala klinis yang ditunjukkan oleh si Anak. 

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk terus memahami kesehatan anak agar tidak salah langkah dalam memberikan tindakan awal.

Popmama.com telah merangkum dan menjelaskan waspada benjolan di leher anak, 4 penyakit mirip dengan Limfadenopati.

Yuk disimak, Ma!

  1. 1. Toksoplasmosis

    Virus Toxoplasma Gondii
    Pinterest.com/New York Post Shopping

    Toksoplasmosis merupakan infeksi parasit bernama Toxoplasma gondii yang menyerang kelenjar getah bening. 

    Kondisi ini disebabkan karena anak terpapar oleh kotoran hewan, mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak higienis, sayur dan buah yang tidak bersih, penularan dari ibu hamil ke janin, hingga karena transfusi darah atau transplantasi organ.

    Untuk mengetahui apakah si Anak mengalami Toksoplasmosis, yang Mama perlu lakukan adalah pemeriksaan laboratorium.

    Namun biasanya, pada anak-anak, gejala ini tidak terlihat, Ma.

    Pada dasarnya, anak usia 6 tahun ke atas telah memiliki imun yang kuat untuk mengatasi infeksi parasit ini.

    Gejala pembengkakan kelenjar getah bening akibat Toksoplasmosis juga berjalan lambat, Ma.

    Apabila si Anak sudah mengalami kondisi gangguan penglihatan, terdapat benjolan getah bening di area leher, dan adanya penurunan kemampuan belajar atau motorik, segera konsultasikan dengan dokter.

  2. 2. Epstein-Barr Virus (EBV)

    Epstein-Barr Virus (EBV)
    Pinterest.com/Medical Medium

    Epstein-Barr Virus atau Human Herpesvirus 4 adalah salah satu jenis virus herpes.

    Virus ini seringkali menjadi pemicu kelenjar getah bening membesar di area leher si Anak. 

    Infeksi virus ini umumnya menular melalui kontak dengan cairan tubuh, seperti air liur, sehingga anak-anak usia sekolah cukup rentan tertular. 

    Selain benjolan di leher, si Anak biasanya juga akan merasakan demam tinggi, kelelahan ekstrem, serta radang tenggorokan. 

    Mama harus lebih jeli membedakan gejala ini karena gejalanya sedikit berbeda dengan yang dialami oleh orang dewasa.

    Pada anak usia 6-9 tahun, virus ini memiliki gejala seperti flu, pilek, atau radang tenggorokan biasa. 

    Meski kelenjar getah bening tersebut akan mengempis dalam kurun waktu 2-4 minggu, ada beberapa hal yang perlu Mama perhatikan.

    Ketika kondisi si Anak kesulitan bernafas, kesulitan menelan, dan nyeri perut hebat, segera bawa anak ke dokter ya, Ma.

  3. 3. Cat Scratch Disease

    Cat Scratch Disease
    Pinterest.com/Crisdavi

    Penyakit cakar kucing merupakan infeksi bakteri yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan peliharaan seperti kucing. 

    Bakteri bernama Bartonella henselae masuk ke dalam tubuh si Anak melalui luka cakaran tersebut, Ma.

    Gejalanya dapat dilihat dari kondisi kulit anak mama, seperti bentol-bentol merah lepuhan yang berisikan nanah. 

    Biasanya, pembengkakan kelenjar getah bening dialami 1-3 minggu setelah anak mengalami luka cakaran tersebut.

    Gejala lainnya, si Anak akan merasakan demam, tidak nafsu makan, badan pegal-pegal, hingga sakit tenggorokan.

    Jika di rumah Mama memiliki hewan peliharaan, harus ekstra waspada dalam mengawasi interaksi antara si Anak, ya. 

  4. 4. Tuberkulosis (TBC)

    Tuberkulosis (TBC)
    Pinterest.com/Feeding Trends

    Tuberkulosis merupakan salah satu infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

    Bakteri tersebut menyerang area luar paru-paru si Anak.

    Kelenjar getah bening yang diakibatkan oleh bakteri tersebut umumnya tidak terasa nyeri, Ma.

    Namun kelenjar tersebut akan terus berkembang secara perlahan jika tidak segera diatasi.

    Gejala umum lainnya adalah anak akan merasakan demam, lesu, batuk, hingga berat badan menurun.

    Penyebaran bakteri ini tak kasat mata lho, Ma.

    Alias bakteri tersebut disalurkan melalui udara, terlebih ketika si Anak berada di sekitaran orang dewasa yang menderita TBC paru aktif.

    Menghadapi masalah kesehatan pada anak memang memerlukan kesabaran ekstra dari Mama dan Papa. 

    Itu dia Ma, rangkuman dan penjelasan akan waspada benjolan di leher anak, 4 penyakit mirip dengan Limfadenopati.

    Jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak apabila benjolan pada leher si Anak tidak menunjukkan tanda-tanda penyembuhan.

    Semoga informasi mengenai berbagai kemungkinan penyakit ini dapat menambah wawasan Mama dalam menjaga kesehatan si Anak, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More