Kasus dugaan bunuh diri seorang anak di NTT beberapa waktu terakhir menjadi peringatan pilu bagi kita orangtua ya, Ma.
Kejadian ini menyoroti sebuah fakta yang kerap luput dari perhatian kita, yakni depresi pada anak itu nyata, namun gejalanya sering tersamarkan dan dianggap sebagai bagian normal dari tumbuh kembang.
Sebagai orangtua, kita mungkin mengira depresi identik dengan kesedihan mendalam yang mudah terlihat. Namun faktanya, pada anak-anak justru lebih sering tampil sebagai perubahan perilaku atau emosi yang halus.
Tanda-tandanya bisa tumpang tindih dengan fase berkembang atau kita anggap sekadar moody belaka, sehingga risiko untuk terabaikan sangat besar. Itulah mengapa orangtua perlu mengenal tandanya sebagai langkah pencegahan dini.
Mengutip dari penjelasan psikolog anak, Mira Amir, berikut Popmama.com rangkumkan tanda yang perlu orangtua waspadai ketika anak mengalami depresi.
