Gangguan Makan Pica pada Anak, Kebiasaan Konsumsi Bukan Makanan

Bukan sekadar rasa ingin tahu, pica pada anak terkait kesehatan fisik dan gangguan perkembangan

13 September 2021

Gangguan Makan Pica Anak, Kebiasaan Konsumsi Bukan Makanan
Pexels/cottonbro

Setiap orang memiliki preferensi yang berbeda-beda. Tak terkecuali soal makanan dan kesukaan. Tetapi bagaimana jika makanan kesukaan tersebut adalah hal yang tak seharusnya dikonsumsi? 

Baru-baru ini masyarakat Kota Tegal, Jawa Tengah, digemparkan oleh seorang anak 3 tahun yang punya kebiasaan makan tanah dan tembok.

Kebiasaan tersebut dimulai sejak ia berusia sekitar 2 tahun.

Diawali dari orangtua yang tidak mampu membelikan jajanan karena kendala ekonomi, bocah tersebut kemudian menjadi sering makan tanah dan pecahan tembok saat sedang bermain sendiri.

Kebiasaan makan benda-benda yang tidak dianggap makanan ini merupakan gangguan yang dikenal dengan sebutan pica. Berikut ini Popmama.com merangkum informasi seputar gangguan makan pica pada anak, dilansir dari KidsHealth.org:

Apa itu gangguan makan Pica?

Apa itu gangguan makan Pica
Pexels/Charles Parker

Gangguan makan Pica adalah sebuah gangguan makan di mana seseorang mengonsumsi hal-hal yang tidak dianggap sebagai makanan. Misalnya: tanah, serpihan tembok, rumput, dan lain-lain. 

Anak-anak kecil memang sering memasukkan barang-barang yang bukan makanan ke dalam mulut mereka karena mereka sedang dalam fase ingin tahu.

Tetapi, anak dengan pica perilakunya lebih dari itu. Mereka punya kecenderungan makan hal-hal yang dapat menyebabkan masalah kesehatan secara berulang dan menjadi kebiasaan.

Penyebab Pica pada Anak

Penyebab Pica Anak
Freepik/Karlyukav

Hingga kini, para ahli kesehatan sebenarnya tidak tahu persis apa yang menyebabkan pica. Namun, pica lebih banyak terjadi pada anak dengan kecenderungan:

  • Masalah perkembangan, seperti autisme atau cacat intelektual
  • Masalah kesehatan mental, seperti gangguan obsesif kompulsif (OCD) atau skizofrenia
  • Kekurangan gizi atau kelaparan sehingga hal-hal yang bukan makanan tersebut memberikan rasa kenyang pada mereka
  • Tingkat nutrisi rendah, seperti kekurangan zat besi atau seng

Editors' Picks

Tanda dan Gejala Pica

Tanda Gejala Pica
Freepik

Tanda dan Gejala Pica

Anak dengan pica menyukai makan barang-barang yang bukan makanan, contohnya:

  • Kotoran
  • Tanah
  • Batu
  • Kertas
  • Es batu
  • Krayon
  • Rambut
  • Serpihan cat
  • Kapur
  • Kulit kepala

Kebiasaan makan yang tidak wajar ini dianggap sebagai pica jika anak telah melakukannya selama lebih dari satu bulan, disertai perilaku yang tidak sesuai dengan tahap perkembangannya, dan anak memiliki faktor risiko menderita pica, misalnya gangguan perkembangan.

Masalah Kesehatan yang Ditimbulkan karena Pica

Masalah Kesehatan Ditimbulkan karena Pica
Freepik/interstid

Masalah kesehatan bisa timbul akibat kebiasaan ini, tergantung pada apa yang mereka makan. Masalah kesehatan tersebut meliputi:

  • Anemia defisiensi besi
  • Keracunan timbal
  • Sembeli
  • Diare
  • Infeksi usus
  • Obstruksi usus
  • Cedera mulut atau gigi

Siapa Saja Anak yang Berisiko Mengalami Pica?

Siapa Saja Anak Berisiko Mengalami Pica
Freepik/Jiboom

Gangguan makan ini mungkin terdengar aneh, tetapi nyata adanya dan mungkin banyak terjadi di sekitar kita. Pica sering terjadi pada anak yang hidup dalam kemiskinan, atau mereka yang mengalami pelecehan dan diabaikan. 

Sebagian besar kasus pica terjadi pada anak kecil. Kebiasaan memasukkan sesuatu ke dalam mulut yang bukan makanan adalah hal yang wajar pada anak kecil di bawah usia 2 tahun.

Tetapi perilaku ini dianggap sebagai gangguan jika kebiasaan terus berlanjut pada seorang anak yang usianya lebih dari 2 tahun. 

Penanganan pada Anak dengan Pica

Penanganan Anak Pica
Freepik/Seventyfour

Anak dengan pica harus mendapatkan penanganan segera. Dokter akan membantu orangtua dalam mengelola dan menghentikan perilaku terkait pica. Misalnya dengan menjauhkan anak dari jangkauan benda-benda yang bukan makanan yang disukai anak.

Orangtua juga dapat memasang pagar pembatas dan rak yang tinggi untuk menjauhkan barang-barang tersebut dari anak. 

Sebagian anak dengan pica membutuhkan bantuan dari psikolog atau profesional kesehatan mental lainnya. Apabila penanganan ini tidak berhasil, dokter dapat meresepkan obat-obatan.

Apabila mama mendapati adanya tanda dan gejala pica pada si Kecil, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.