"Perkembangan mikrobiota usus sudah menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan sejak masa kehamilan hingga setelah bayi lahir. Nutrisi ibu selama kehamilan, proses persalinan, pemberian ASI, serta pemenuhan nutrisi setelah melahirkan merupakan rangkaian faktor yang saling berkaitan dalam mendukung kesehatan ibu dan anak," jelas dr. Febriansyah Darus, Sp.OG, Subsp.KFm.
5 Alasan Usus Sehat Penting bagi Imunitas dan Kecerdasan Anak

- Mikrobiota usus anak terbentuk sejak kehamilan hingga setelah lahir, dipengaruhi nutrisi ibu, proses persalinan, ASI, dan asupan makanan.
- Tiga tahun pertama menjadi periode penting pematangan mikrobiota, saluran cerna, dan imun; sekitar 70% sel imun tubuh berada di saluran cerna.
- Kesehatan usus berkaitan dengan fungsi kognitif, perilaku, dan emosi anak; Gut and Immunity Council dibentuk untuk memperkuat edukasi berbasis sains.
Kesehatan saluran cerna anak sering kali hanya dikaitkan dengan proses pencernaan makanan. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa usus memiliki peran yang jauh lebih besar, mulai dari mendukung daya tahan tubuh hingga perkembangan kognitif anak.
Peran penting ini bahkan sudah dimulai sejak awal kehidupan, termasuk sejak proses kelahiran.
Di Indonesia, angka persalinan caesar terus meningkat dan telah mencapai 25,9% pada tahun 2023. Kondisi tersebut membuat para ahli semakin menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan mikrobiota usus sejak dini sebagai salah satu fondasi kesehatan anak. Lantas, bagaimana hubungan kesehatan usus dengan tumbuh kembang si Kecil?
Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya. Yuk, simak!
1. Mikrobiota usus mulai terbentuk sejak awal kehidupan anak

Popmama.com/Violin Heldina/AI Perkembangan mikrobiota usus ternyata sudah dimulai sejak masa awal kehidupan. Berbagai faktor dapat memengaruhi pembentukannya, mulai dari kondisi selama kehamilan, proses persalinan, pemberian ASI, hingga asupan nutrisi setelah bayi lahir.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal, dr. Febriansyah Darus, Sp.OG, Subsp.KFm menjelaskan bahwa proses persalinan dapat memberikan paparan lingkungan awal yang berbeda bagi bayi, termasuk dalam proses kolonisasi mikrobiota usus.
Karena itu, menjaga kesehatan usus tidak hanya dimulai saat anak tumbuh besar, tetapi sejak awal kehidupannya.
2. Tiga tahun pertama menjadi masa penting bagi kesehatan usus

Dok. Gut & Immunity Council Para ahli menilai tiga tahun pertama kehidupan merupakan periode emas bagi perkembangan mikrobiota usus, pematangan saluran cerna, dan sistem imun anak.
Pada masa ini, keseimbangan mikrobiota usus perlu dijaga agar tidak terjadi disbiosis atau gangguan keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Jika kondisi tersebut terjadi, kesehatan saluran cerna dan sistem imun anak dapat ikut terdampak.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Andy Darma, Sp.A, Subsp.GH(K), menjelaskan bahwa berbagai faktor pada awal kehidupan, termasuk metode persalinan, dapat memengaruhi komposisi mikrobiota usus anak.
"Menjaga keseimbangan dan keragaman mikrobiota usus sejak awal kehidupan merupakan bagian penting dari upaya mendukung pematangan saluran cerna, perkembangan sistem imun, dan tumbuh kembang anak," ujarnya.
Temuan ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan usus sebaiknya menjadi bagian dari upaya orangtua dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak.
3. Sebagian besar sistem imun tubuh berada di saluran cerna

Popmama.com/Violin Heldina/AI Banyak orangtua mungkin belum mengetahui bahwa sekitar 70% sel imun tubuh berada di saluran cerna. Itulah sebabnya kesehatan usus memiliki hubungan erat dengan daya tahan tubuh anak.
Di dalam saluran cerna terdapat sekitar 40 triliun mikrobiota yang berperan membantu menjaga keseimbangan sistem imun. Ketika mikrobiota usus dalam kondisi baik, tubuh anak juga memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan.
Karena itu, menjaga keseimbangan mikrobiota usus melalui pola makan yang baik dan asupan nutrisi yang tepat menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan anak secara menyeluruh.
4. Kesehatan usus juga berkaitan dengan perkembangan kognitif anak

Popmama.com/Violin Heldina/AI Peran usus ternyata tidak berhenti pada sistem pencernaan dan imunitas saja. Berbagai penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara usus dan otak yang dikenal sebagai gut-brain axis.
Melalui sistem komunikasi dua arah ini, kondisi saluran cerna dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk kemampuan kognitif, perilaku, hingga regulasi emosi anak.
Senior Clinical Psychologist, Dra. A. Ratih Andjayani Ibrahim, M.M., menjelaskan bahwa tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan.
"Semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan adanya keterkaitan antara kesehatan saluran cerna dengan perkembangan kognitif, perilaku, dan emosional anak," ujarnya.
Ketika kesehatan saluran cerna terganggu dan anak lebih sering sakit, kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan, suasana hati, hingga kesiapan anak untuk belajar dan menerima stimulasi yang dibutuhkan selama masa tumbuh kembang.
5. Hadir platform ilmiah untuk meningkatkan edukasi kesehatan usus

Dok. Gut & Immunity Council Meningkatnya perhatian terhadap mikrobiota usus mendorong para ahli dari berbagai disiplin ilmu membentuk Gut and Immunity Council (GIC). Platform ini hadir sebagai wadah kolaborasi ilmiah yang berfokus pada kesehatan saluran cerna, imunitas, biotik, dan edukasi berbasis sains.
Menurut dr. Andy Darma, GIC memiliki tujuan untuk memperkuat bukti ilmiah, meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan, serta menghadirkan informasi yang lebih mudah dipahami masyarakat mengenai kesehatan usus dan sistem imun.
Kehadiran platform ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan saluran cerna merupakan bagian penting dari fondasi tumbuh kembang anak.
Dengan pemahaman yang lebih baik, orangtua juga dapat mengambil langkah yang tepat untuk mendukung kesehatan si Kecil sejak awal kehidupan.
Itulah 5 fakta mengenai pentingnya kesehatan saluran cerna bagi tumbuh kembang anak. Bukan hanya berperan dalam proses pencernaan, usus juga memiliki hubungan erat dengan sistem imun, perkembangan kognitif, hingga kesehatan emosional si Kecil.
Karena itu, menjaga kesehatan usus sejak dini dapat menjadi salah satu investasi penting untuk mendukung anak tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.
Jadi, apakah Mama sudah mulai memperhatikan kesehatan saluran cerna si Kecil sejak dini?






















